ARETTA

ARETTA
MENGGALI INFORMASI


__ADS_3

Dukung ARETTA terus yaπŸ€—


Selalu tinggalkan jejak like, komen dan vote nya😍😍😍


Semoga sehat selaluπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Flashback off


Aretta begitu terkejut mengetahui sifat Nino dari cerita Lala.


"Aretta, lo masih dengerin gue kan?" Tanya Lala begitu menyadari tidak ada jawaban dari orang diseberang telefon.


"Oh, sorry, La. Gimana, gimana?" Tanya Aretta setelah tersadar dari lamunannya.


"Lo dengerin gue nggak sih?"


"Iya gue dengerin! Gue nggak nyangka, Nino sampe sebegitunya memperjuangkan gue. Andai dulu dia ngasih kabar ke gue. Mungkin dia nggak akan seperti ini."


"Ini semua bukan salah lo! Mau gue lanjutin nggak ceritanya?"


"Iya, lanjutin La. Gue penasaran banget, apa yang membuatnya berubah?"


Lala pun akhirnya menceritakan kembali tentang Nino...


Flasback on


Nino begitu giat mengejar cita-citanya, hingga beberapa tahun kemudian, ia bisa masuk ke perguruan tinggi favorit melalui jalur beasisiwa. Nino juga bisa menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dari angkatannya yang lain. Hingga, tiba saatnya ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Dengan berbekal titel yang sudah diraihnya dengan nilai tertinggi.


"Bu, apa boleh, kita kembali ke kota A?" Tanya Nino saat ibu dan bapaknya sedang duduk bersantai di teras rumah.


"Memangnya ada apa? Kamu sepertinya semangat sekali jika berbicara tentang kota A?" Tanya Bapak.


"Bapak kan tau, aku memang sangat ingin kembali ke kota A. Terlebih lagi, sekarang kuliahku sudah selesai disini. Lalu untuk apa lagi aku tetap disini?" Jawab Nino.


"Coba beri Bapak satu alasan saja, kenapa kamu ingin kembali ke kota A?" Tanya Bapak lagi, kali ini lebih serius.


"Aretta, Pak. Alasan satu-satunya untuk aku kembali lagi ke kota A adalah Aretta. Aku nggak mau membiarkan terlalu lama menunggu. Aku juga takut, dia lelah menungguku yang hampir sepuluh tahun tidak memberinya kabar."


"Sudah ibu duga, alasannya pasti Aretta." Ucap ibu menimpali.


"Apa sih yang membuatmu tidak bisa melupakan Aretta? Padahal sudah mau sepuluh tahun kita disini. Tapi kamu masih saja memikirkan Aretta?" Bapak masih ingin tau lebih banyak.


"Aretta itu cinta pertama Nino, Pak! Dan cinta pertama itu adalah cinta sejati. Aku mohon Pak, ijinkan aku untuk kembali ke kota A, ya?" Nino masih berusaha membujuk.

__ADS_1


"Tadinya kamu mau bapak daftarin ke militer. Badan kamu kan bagus, tinggi berisi. Jadi, nggak akan sulit."


"Aku nggak ingin jadi militer kaya bapak. Nanti akan lama lagi buat ketemu Aretta nya. Boleh ya Pak?"


"Ya sudah, terserah kamu saja. Bapak sama ibu cuma bisa dukung aja!" Jawab Bapak akhirnya mengalah.


"Makasih, Pak. Oh ya, nanti aku juga kerja di kota A. Ada lowongan pekerjaan di tempat kerjanya Adi. Jadi begitu aku sampai sana, aku langsung kerja bareng Adi."


"Ya sudah, ibu sama Bapak hanya bisa doain. Tapi nanti kamu bisa kan, sendiri berangkatnya? Besok ada acara di rumah atasannya Bapak, jadi Ibu harus ikut." Ucap Ibu.


"Iya, Bu. Ibu sama Bapak nggak usah khawatir, aku bisa sendiri kok. Makasih ya Bu, Pak, udah ngijinin aku pergi."


"Iya, sudah, sudah!" Jawab Bapak.


Nino pun begitu antusias, karena akan bertemu Aretta. Ia berencana akan memberikan kejutan untuk Aretta.


***


Nino sudah sampai di kota A, sekitar jam sebelas malam. Ia dijemput Adi di stasiun.


"Hai, Di! Apa kabar Lo? Kangen banget gue!" Ucap Nino kepada Adi sambil memeluk sahabatnya itu.


"Sama, gue juga kangen banget sama lo!" Ucap Adi yang juga membalas pelukan Nino.


"Eh, Di. Aretta apa kabar ya? Kangen banget gue sama dia!" Ucap Nino.


"Aretta udah nggak tinggal disini lagi." Jawab Adi enteng.


"Lo serius?" Tanya Nino tidak percaya.


"Iya, dia kerja di luar kota setelah lulus SMA. Dia juga bahkan nggak nerusin kuliahnya."


"Terus, lo tau nggak, sekarang dia dimana?" Tanya Nino penasaran.


"Gue nggak tau, lo coba tanya Lala. Dia pasti tau!" Jawab Adi.


"Lo anterin gue ke rumah Lala yuk?"


"Lo gila? Ini udah jam 12 malem. Nggak sopan bertamu malem-malem!"


"Ya udah, besok lo anterin gue ke rumahnya Lala ya?"


"Besok kan kita harus kerja! Lo juga harus langsung kerja. Karena tempat gue, lagi butuh orang banget!"

__ADS_1


"Huh!" Nino pun akhirnya menyerah. Ia bergegas menuju kamarnya dan meninggalkan Adi yang masih duduk di kursi depan.


***


Nino sudah memulai hari pertamanya di kota A kembali. Ia juga sudah resmi bekerja sebagai supervisor di tempat kerja yang sama dengan Adi. Hari yang melelahkan sudah ia lewati seharian penuh. Kini jam pulang pun telah tiba.


Nino segera membersihkan dirinya ketika sampai rumah dan berpakaian santai. Karena ia akan pergi ke rumah Lala, tetangga yang juga mak comblangnya dulu.


"Nino?!" Ucap Lala terkejut ketika membukakan pintu depan.


"Iya, masih inget lo?" Tanya Nino.


"Iya lah, Masa gue lupa sama lo? Sini masuk!" Ucap Lala mempersilahkan Nino masuk.


"Gue bikinin minum dulu ya?" Ucap Lala yang bergegas menuju dapur untuk membuatkan Nino minum.


Nino pun kemudian masuk dan duduk disebuah kursi yang ada di ruang tamu. Dilihatnya sekitar rumah.


"Tidak ada yang berubah!" Pikirnya.


Hingga pandangannya tertuju pada sebuah undangan yang berada tidak jauh dari kursi tempatnya duduk. Dibukanya undangan tersebut. Dan ia begitu terkejut, saat mengetahui undangan tersebut dari Aretta yang akan segera menikah.


Nino pun kemudian pergi dari rumah Lala tanpa berpamitan terlebih dulu. Ia juga mencari tau semua tentang Aretta dan pria yang akan menjadi suami Aretta.


Flashback Off


"Jadi gitu ceritanya, Re!" Ucap Lala setelah menceritakan tentang Nino panjang lebar.


"Dan sekarang, bahkan Nino mencoba menghancurkan rumah tangga gue, La! Dia yang udah bikin suami gue dipenjara!" Ucap Aretta.


"Kok bisa?" Tanya Lala.


"Mungkin karena ambisinya yang terlalu tinggi terhadap gue!"


"Oh ya, Nino juga pernah bilang, kalau dia akan mencari tau semua tentang lo dan suami lo."


"Sekarang, Nino bener-bener nyeremin. Dia bahkan tau tempat tinggal gue sekarang! Dia masuk kerja di tempat suami gue kerja, kemudian dia ceblosin suami gue ke penjara. Dan sekarang, dia ngincer gue. Gue bener-bener takut, La!" Ucap Aretta.


"Udah kelewatan emang si Nino. Gue jadi khawatir sama lo, Re! Orang tua lo udah tau belum?"


"Belum ada yang tau, La. Dan gue mohon, jangan sampai orang tua gue tau. Gue nggak mau mereka jadi ikut khawatir."


"Oke gue ngerti, gue nggak akan buka mulut sama siapapun. Termasuk orang tua lo! Lo ati-ati ya, Re!"

__ADS_1


"Thank's, La!" Ucap Aretta yang kemudian menutup sambungan telefonnya.


__ADS_2