Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Sebuah Profesi


__ADS_3

"Mei." Sapa Anisah langsung duduk di samping nya.


"Oh iya, ini yang kemarin kamu photo copy, udah selesai makasih. " Ucap Meidina.


"Itu buat kamu, saya ada kok. "


"Oh yaudah makasih. "Udah Meidina.


" Ehm.. Mei, nanti ada tugas kelompok loh saya ikut sama kamu ya. "


Meidina hanya diam, dan memainkan ponsel nya, saat Roky datang Meidina tersenyum dan pergi bersama Roky.


"Mei, kamu mau kemana? Bentar lagi Dosen datang loh. "


"Bawel ya kamu. " Ucap Meidina pergi meninggalkan kelas nya.


"Anisah, kamu itu nggak capek apa? deketin itu sampah, mending kamu urus diri kamu sendiri. Percuma, di ajak untuk taubat juga, orang mata pencaharian nya itu. " Celetuk Stella.


"Nggak apa - apa kok, Meidina memang orang nya begitu, tapi dia baik. Itu sifat nya yang cuek, mau saya begini, mau saya begitu urusan saya. " Ucap Anisah langsung berdiri melangkah kan kaki nya, ke tempat duduk teman nya yang paling depan.


"Kurang ajar banget tuh cewek, apa nggak di ajarin akhlak sopan santun, nggak lihat jilbab besar nya. " Ucap Stella.


"Udah lah, ngapain kamu urus orang begitu. " Ucap Susan.


******


"Barang bagus nih. " Ucap Roky sambil menghisap g****nja, di dalam toilet bersama Meidina.


Meidina hanya diam menatap rokok yang di tangan nya, namun beda dengan Roky yang menghisap nya dengan santai.


"Ayok coba, enak tahu. Bikin kita ngefly. "


"Rok, ini kampus. Kalau bisa tahu, kita bisa di keluarkan. Kamu tahu kan, saya udah seperti ini tambah lagi sebagai pecandu. Benar - benar tambah rusak. "


"Udah deh, percaya sama saya, make beginian udah satu tahun, aman - aman aja. Kamu coba yang baru, jangan rokok mild aja."


"Nggak." Meidina menyerah kan pada Roky.


"Kamu nggak setia kawan, coba saja sekali."


"Nggak, kamu aja. Saya udah rusak jangan tambah rusak. " Meidina langsung membuka pintu toilet nya, di susul oleh Roky yang sudah sedikit ngefly.


"Mei, tunggu. "


"Mending kamu pulang, jangan masuk kelas."


"Kamu nggak mau coba? "


"Nggak..!!! "


******

__ADS_1


"Stella, itu kayak mobil bokap kamu deh. " Ucap Meli.


Stella menatap mobil yang di tunjuk oleh Meli, dan ternyata Papi nya turun dari mobil, Stella langsung menghampiri Papi nya.


"Papi." Sapa Stella langsung memeluk Papi nya.


"Stella, kamu kuliah di sini? "


"Papi kemana aja sih, anak sendiri nggak tahu kuliah disini. "


"Mami kamu kan nggak pernah cerita, dan kamu juga nggak pernah cerita kalau kamu kuliah disini. "


"Papi yang nggak pernah tanya, Papi kapan pulang ke rumah? Papi lebih banyak tinggal di rumah Mahoni. Hanya sesekali Papi nengok, ke rumah Besar. "


"Kamu kan tahu sendiri, hubungan Papi sama Mami renggang, kami hanya dekat demi kamu."


"Terus, Papi kesini mau ketemu Stella kan? "


"Ah.. Papi, iya ingin bertemu kamu. "


****


Meidina membaca beberapa buku referensi, untuk tugas mata kuliah nya, Anisah kembali mendekati Meidina.


"Kamu sedang mengerjakan tugas Pak Boy ya? "


"Sudah tahu tanya. " Ucap Meidina melanjutkan menulis garis besar nya saja yang dari buku.


"Hem."


"Makasih ya, kamu itu asli nya orang nya baik banget. "


"Kamu nggak usah merayu saya deh, terus jangan ganggu, saya sedang kerjakan tugas."


"Ok deh. "


******


"Jadi kamu, sama teman kamu itu sudah mulai bisa dekat? " Ucap Umi Salmah.


"Benar Umi, kalau begini Anisah bisa sedikit demi sedikit membimbing dia agar dekat sama yang di atas. "


"Jarang - jarang, orang seperti kamu itu, mengajak teman nya untuk kembali ke jalan yang benar. "


"Saya kasihan Umi sama dia, asli nya dia pintar, hanya karena pekerjaan dia nya saja, seperti itu. "


"Kamu pelan - pelan ya. "


"Umi, Abi kemana? "


"Abi kamu, sedang di undang ke luar kota. lusa dia harus memberikan tausyiah di stasiun TV nasional. "

__ADS_1


"Abi sekarang, jadwal nya padat ya Umi. "


"Belum lagi calon suami kamu nanti, pasti ikuti jejak Abi. "


"Kalau Mas Bagas sih, lihat waktu senggang kan dia Polisi, ada tugas negara juga. Pulang dinas baru dia mengisi di masjid pesantren, atau masjid desa sebelah. "


*****


" Taubat nasuha untuk zina harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh karena zina merupakan dosa yang sangat besar. Selain itu, taubat nasuha juga harus diiringi dengan sholat taubat , yakni sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon ampun kepada Allah. Dan bagaimana cara menebus dosa zina yaitu dengan Cara bertaubat dari zina dan memohon penghapusan atas dosa-dosanya adalah dengan cara salat taubat. Salat taubat nasuha adalah salat sunnah yang dilakukan untuk memohon pengampunan dari Allah SWT atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat selama hidup. Dan Sebesar apa dosa zina?


Allah SWT berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu tindakan keji dan jalan yang amat buruk”(QS al-Isra': 32). Allah SWT bahkan mengaitkan dosa zina dengan dosa besar lainnya, yakni syirik dan pembunuhan." Ucap Bagas saat mengisi pengajian di Masjid Polres.


"Komandan, izin saya mau bertanya, apakah dosa Zina di mata? " Tanya seorang Anggota.


" DOSA zina mata adalah dosa terbesar di antara dosa-dosa kecil. Barangsiapa tidak mampu mengendalikan matanya, maka dia tidak dapat menyelamatkan anggota tubuhnya."


Bagas memakai sepatu nya, saat setelah mengisi kegiatan ke agama an , Bagas langsung pamit pulang. Bagas berjalan ke area parkir saat membuka pintu mobil, bagas melihat sebuah Paper bag.


"Loh, ini kan isi Mukena yang seharusnya saya kasih buat Meidina, terus Paper bag, yang sama Meidina apa? "


*****


"Hah... capek banget, kuliah hari ini. " Meidina langsung bangun dan berganti pakaian, saat membuka lemari, Meidina melihat ada sebuah Paper bag, saat di buka sebuah, pakaian olahraga bertuliskan Polsek Cikoneng.


"Ini kok ada pakaian olahraga raga, punya polisi siapa? perasaan nggak ada booking an Polisi deh. " Ucap Meidina mengingat nya.


"Ya ampun, ini kan punya Pak Polisi, kayak nya dia salah kasih deh, saya nya baru ingat. "


Meidina langsung mengeluarkan nya dari dalam lemari, dan langsung berganti pakaian. Dengan penampilan sopan, Meidina langsung mengantarkan milik Bagas ke tempat nya.


Namun saat akan pergi, Mami Rosa datang, dan menyerah kan sebuah amplop berwarna cokelat.


"Kamu nanti malam, dandan yang rapih, temani Om Edwin. "


"Ok Mami, thanks ya. "


"Kamu mau kemana? "


"Mau ke tempat seseorang dulu Mam, Mei jalan dulu. "


"Hati - hati. "


"Oh iya Mam, Om Edwin minta saya bertemu dimana? "


"Tempat biasa, kasih servis yang memuaskan, dia pelanggan tetap kita. "


"Ok Mami, Mei akan tiba tepat waktu. "


"Iya sayang, hati - hati. " Ucap Mami Rosa.


.

__ADS_1


.


__ADS_2