
"Kenalkan saya Willy pengacara kamu. "
Meidina bersalaman dengan Willy, dan langsung memperlihatkan berkas milik Meidina, tentang kasus yang dia alami.
"Mba Mei, tenang saja. Bukti sudah di dapat, dan ada beberapa saksi juga. Dan mungkin ini bisa membantu Mba Mei, semoga keadilan berada di pihak mba Mei"
"Terima kasih Pak, sudah mau menjadi pengacara saya . Dan kalau boleh tahu berapa ya? "
"Berapa apa nya? "
"Harga yang harus saya bayar sama Bapak? "
Willy tersenyum dan melipat kan kedua tangan nya, dan menatap ke arah Meidina.
"Kamu nggak usah memikirkan biaya, karena Bagas yang menanggung semua nya, dan kemarin Mami kamu tanya juga saya jawab sama. "
"Jadi Pak Polisi yang tanggung? "
"Dia malah membantu kasus kamu, dia turun langsung. Jadi kalau kamu bebas, kamu berhutang budi sama dia bukan sama saya."
Meidina tersenyum , begitu juga Willy yang melihat langsung wajah Meidina yang tampak begitu sangat bahagia.
*****
"Dia ternyata senang saat mendengar nama kamu, sebenarnya kamu sama dia itu apa sih? Dan dia kan wanita penghibur atau wanita malam. "
"Awal bertemu saat rajia di Club Casablanca, satu wanita yang membuat saya ilfeel itu dia. Dia sampai di penjara kalau sama saya selalu menatap mata saya. Tatapan yang beda, entah lah saya tertarik saja ingin membantu kasus nya. "
"Awas kamu jatuh cinta sama dia, dan ingat dia itu siapa. "
"Kamu terlalu jauh, sama seperti ilham. "
"Semoga, persidangan besok lancar. "
"Terima kasih, sudah mau bantu. "
"Sama - sama, jangan sungkan kalau butuh apa - apa. "
__ADS_1
****
"Roky, kamu tahu kabar Meidina nggak? Dia nggak masuk kuliah lagi. "
"Kamu ngapain cari dia? pasti sedang kerja."
"Meidina, kenapa masih kerja begitu an sih, kamu semakin berdosa. "
"Anisah, kamu sudah lah jangan urus masalah dia, kamu urus sendiri saja, dengan dakwah - dakwah kamu. Dan nggak usah urus masalah dia. "
"Tapi dia wanita malam, banyak yang tahu kerjaan dia di Club, pasti tidak aneh kalau dia jadi mainan para pria. "
"Saya, DJ terkenal dengan dunia malam. Saya sudah mencicipi semua nya. Dan saya ingat kan sama kamu, salah kamu berteman dengan Meidina, kamu juga salah berteman dengan saya. Nggak pantas dengan apa yang kamu pakai. " Roki berdiri, dan memasukkan buku - buku nya di dalam tas.
"Apa kerjaan itu satu - satunya bagi kalian untuk hidup? Padahal masih banyak yang halal. "
"Orang seperti kami, nggak ada yang larang kan kuliah disini, kami tidak makan minta dari kamu atau lain nya. Sudah kamu jangan mengurusi masalah Meidina, mau dia jadi simpanan Om - om, mau dia jadi wanita penghibur di Club, kamu nggak usah peduli."
Anisah hanya mengusap dada nya, dan beristighfar, melihat cara bicara Roky yang hampir sama seperti Meidina.
"Kalian itu teman saya, apa salah nya saya itu memberikan masukan. Saya hanya ingin kalian tidak terlalu terjerumus dalam dosa. "
*****
"Baik yang mulia. " Jawab Meidina.
"Hari ini, bisa jawab semua pertanyaan dan benar - benar bukan atas paksakan orang lain."
"Siap yang mulia. "
"Coba jelaskan kejadian yang sebenarnya."
"Saat itu, korban datang bersama teman - teman nya, memesan minuman, tapi dia tiba - tiba bersikap tidak sopan dengan saya, memegang pantas saya. Cerita nya begini yang Mulia." Meidina menarik nafas nya dalam - dalam.
" Saat sedang menaruh botol minuman di atas meja, salah satu tangan seorang pemuda menampar pantatnya, saya hanya tersenyum, dan lalu saya menundukkan badan. " Ucap Meidina
"Kalau mau lebih, harus ada duit nya. Kamu tampar pantat saya, itu tidak gratis, Berapa? 300 ribu. Murah segitu mah, nih..!! Kata Stevan sambil melemparkan tiga lembar uang kertas warna merah.Apa kamu, memperlakukan seorang wanita seperti ini? apa kamu melihat wanita seperti ini, adalah sampah? kata saya dan Mending kamu pergi deh, jangan merusak mood kita semua. Kata dia, Ok, tapi ingat, setelah ini kamu dan kalian jangan datang lagi ke club ini.katansaya lagi, Eh, kamu siapa? berani sekali melarang kami. Kamu hanya seorang wanita penghibur, setelah di pakai, akan di buang seperti sampah bentak Steven." Meidina menjelaskan duduk perkara nya dengan sambil melirik ke arah nya.
__ADS_1
"Bro, sudah jangan kamu ajak gelud, dia cewek. Kalau mau ajak gelud, kita bawa saja dia, kita siksa bagaimana dia akan menikmati nya. " Ucap salah satu teman nya kata Meidina menirukan seperti apa yang di ucapkannya.
"Betul juga kata kamu, lihat tubuh nya, sudah berapa banyak pria yang menikmati tubuh kamu, bahkan mencicipi legit nya lubang kenikmatan milik kamu. " Ucap Meidina mengikuti ucapan seperti yang terjadi saat itu.
" Saya tampar dia dan dia membalasnya dengan mendorong tubuh saya hingga membentur meja, dan dia langsung ambil botol, terus memecahkan kan nya, dan mau menusuk saya, saya menghindari dan melawan, kena dia. "
"Baik, terima kasih untuk penjelasan nya, silahkan untuk. Saudara Steven kamu bisa duduk di depan saya. " Ucap Hakim.
"Pak Hakim, kejadian nya bukan seperti itu, kenapa saya begitu karena dia yang pertama menggoda saya di luar, saya tidak berkata seperti itu. " Ucap Steven.
"Bohong dia. " Teriak Meidina.
"Tenang Saudara Meidina, biar dia bicara. "
"Kalau bukti perkelahian memang benar, saya tadi nya tidak mau melawan, dia malah menantang, bagaimana saya tidak emosi, saya pecahkan itu botol, kita berkelahi dan saya tertusuk. "
"Yang Mulia, saya bawa bukti, kalau dia, Ayah nya dan pengacara nya, sudah mempermainkan hukum, jangan percaya dengan ucapan dia. " Wanti datang dengan membawa bukti - bukti tentang Steven.
"Meidina adalah korban, sama seperti saya. Hanya saja Meidina melawan, tidak dengan saya, Ayah nya itu mafia hukum, dia memanfaatkan jabatan nya sekarang, dengan korupsi licin nya, bahkan membantu membebaskan anak nya yang benar-benar bersalah, dengan wanita licik di samping nya, dia adalah pengacara yang selalu bermain curang. "
"Hey.. jaga mulut kamu. " Teriak Meli.
"Yang Mulia, kasus dia sudah di tutup, dia mengaku hamil anak saya bahkan memalsukan bukti DNA, saat di cek itu palsu."Ucap Steven.
"Yang mulia bisa coba cek ke rumah sakit ini, mereka pasti akan menemukan data nya. " Ucap Wanti.
"Jangan percaya yang mulia. "
Tok.. tok..
Hakim memukul palu, hingga semuanya tenang, Meidina hanya tersenyum bersama Willy yang tiba - tiba suasana menjadi sangat panas.
"Yang Mulia, ada beberapa berkas, mungkin dari sini bisa meringankan kasus klien saya." Ucap Willy sambil menyerah kan beberapa bukti.
"Saya akan pelajari kasus yang berkaitan ini, bila benar saudara, dan kedua orang di sana itu terbukti bersalah, kalian yang akan di hukum. " Ucap Hakim, hingga membuat Stevan, Meli dan Pak Mario terlihat pucat.
.
__ADS_1
.