Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Meidina


__ADS_3

"Ini ada makanan dari Pak Kapolsek. " Ucap salah satu anggota Polisi.


"Pak Kapolsek siapa ya? "Tanya Meidina.


" Pak Bagas. " Jawab Polisi bernama Tubagus.


Meidina tersenyum dan langsung membuka isi plastik tersebut, ternyata berisi nasi bungkus, air mineral dingin, buah jeruk dan cemilan.


"Pak Bagas nya Mana? "


"Pulang." Ucap nya lalu pergi.


"Ah.. seneng banget deh, Pak Polisi ternyata perhatian. " Ucap Meidina langsung makan pemberian dari Bagas.


"Seandainya, saya bisa dapat kan kamu. Kamu pria pertama yang membuat saya jatuh cinta. " Meidina memakan dengan lahap, pemberian dari Bagas.


Sedangkan Bagas, sedang berada di kantor pengacara bersama Mami Rosa, Wendi pengacara yang di sewa Bagas untuk membantu proses hukum Meidina, adalah teman SMA nya waktu dulu.


"Saya pelajari kasus nya, memang korban berat sekali kejahatan nya, pengedar dan kasus pelecehan. Apalagi Pak Mario atau Steven di bantu oleh Ibu Meli. Dia sebenarnya tidak bekerja sendiri, pasti ada orang dalam di kepolisian dan pengadilan yang membantu nya. " Ucap Willy.


"Tolong bantu anak saya, berapa pun bayaran nya, saya akan bayar. " Ucap Mami Rosa.


"Saya akan bantu, karena kasus ini pasti spesial bagi Bagas. "


"Bukan nya spesial, tapi memang saya yakin dia nggak salah, bukti dari rekaman CCTV dan salah satu korban juga, bisa menjadi kunci kejahatan mereka berdua, akan terbongkar. "


"Sekali lagi terima kasih. " Ucap Mami Rosa.


"Ok, saya akan dampingi dia di persidangan nanti. "


*****


"Saya hanya mau di layani oleh Meidina, kemana dia. " Ucap salah satu pengunjung Club.


"Maaf Mas, Meidina nya lagi cuti. " Ucap Wulan.


"Cuti kemana dia? apa dia sedang di booking."


"Seperti itu Mas. "


"Tolong bilang sama Mami, saya bayar berapa pun untuk Meidina, asal dia jadi milik saya. "


"Iya Mas, nanti saya sampai kan.


Sedangkan di meja lain, Pak Frans terus menghisap serutu nya, dengan sesekali menegak anggur putih.


" Kenapa kamu tidak cerita sama saya? "


"Maaf kan saya Pak Frans, karena saya itu panik sekali, beruntung nya Polisi disana baik, sampai yakin, Mei itu tidak salah. "


"Anak siapa korban nya? "


"Mario."


"Dia, ternyata dia. Kamu tahu, dia itu adalah mafia, banyak pengikutnya bahkan ada seseorang yang di balik semuanya. "


"Kamu kenal dia? "


"Tidak kenal lagi dia itu adalah monster. Saya pernah kerja sama dengan nya, tapi cukup sampai ditengah jalan, dia itu tidak pernah adil untuk urusan bisnis, tapi dia juga tidak ingin rugi. Bahkan kasus korupsi nya, bisa di tutup begitu saja. "

__ADS_1


"Kamu bisa membantu Meidina? "


"Saya akan bantu, gadis nakal itu. "


"Thanks Frans. "


*****


"Om Frans. "


"Sayang, kenapa kamu tidak minta bantuan sama Om, kalau kamu minta, Om akan kasih pengacara hebat. "


"Makasih Om, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti. Masih ada orang baik Om, yang mau bantu Mei. "


"Om akan bantu, siapa Mario, siapa Steven. "


"Terima kasih Om. "


"Kalau kamu di penjara, siapa yang akan memanjakan Om. "


Meidina mengusap punggung tangan Pak Frans, lalu mencium tangan tersebut.


"Kalau memang keadilan masih berpihak pada saya, pasti saya akan bebas. "


"Om siap jadi saksi untuk membongkar semua aib Steven hingga Ayah nya. "


"Terima kasih Om, Om Frans adalah yang terbaik. "


"Iya, Om ingin kamu cepat bebas, agar kita bisa bersenang-senang lagi. "


*****


"Mereka itu, tidak tahu apa kejadian nya. " Ucap Mami Rosa.


"Mereka tahu, tapi mereka hanya ingin Mei yang melayani. Sedang kan kami, hanya melayani pengunjung biasa. " Ucap Wulan.


"Meidina memang sudah jadi primadona, bagi mereka yang pernah merasakan jasa nya Mei, tapi Mami juga nggak bisa berbuat apa - apa."


"Jadi solusi nya? "


"Mau tidak mau, ya kalian terus rayu mereka."


"Tapi kita tidak dapat tips Mam. " Ucap Eva.


"Benar Mam. " Ucap Wulan.


"Terserah kalian saja lah, mau gimana caranya. "


*****


"Mba Lastri makasih sudah nengok saya. "


"Sama - sama, nanti mba juga akan datang saat kamu sidang, kamu besok akan di kirim ke rutan kan? "


"Iya Mba, saya akan di kirim kesana. "


"Kamu yang kuat ya, mba Selalu berdoa agar kamu sabar, kuat dan tidak terus bersedih. "


"Mba, makasih ya. Selama ini, mba baik banget sama saya, seperti Bang Ilham juga. "

__ADS_1


"Kamu sudah mba anggap saudara. "


*****


"Mas tumben ke rumah. "


"Kenapa? nggak boleh kalah Mas main ke rumah, tadi sudah ijin sama Abi dan Umi. "


"Mas kan baru sekali kesini, itu juga sama orang tua Mas, sekarang baru berani kesini sendirian. "


"Mas hanya ingin mampir saja, apa nggak boleh? "


"Boleh lah Mas, masa adek larang. "


"Mas hanya ingin bicara langsung sama Adek, bahas mahar nikah nanti. Adek mau mahar apa? "


"Cukup perlengkapan sholat saja Mas, karena Mas akan menjadi imam buat Anisa, dan kita akan sering beribadah sama - sama. "


"Sudah itu saja? " Tanya Bagas.


"Sudah Mas, Anisah tidak mau mahar yang mahal cukup itu saja. " Jawab Anisah.


"Makasih ya, sudah mau menikah sama Mas."


"Anisah juga bahagia sekali, bisa bertemu sebagai calon imam nya Mas. "


*****


Bagas melihat Meidina sedang tertidur, dengan bantal dan selimut yang di berikan oleh dirinya.


"Besok, jam berapa di bawa ke rutan?" Tanya Bagas pada polisi yang sedang bertugas piket.


"Jam 7 Komandan. "


"Jadwal sidang nya tahu? "


"Maaf saya tidak tahu. "


Bagas pun pamit dan tanpa menoleh ke arah Meidina, yang tertidur dengan beralas kan tikar saja.


******


Di dalam kamar nya, Bagas membuka sosmed Meidina, terlihat banyak photo - photo seksi Meidina. Dan membaca beberapa status postingan nya.


Dan dengan segera menutup ponsel nya, meletakkan di samping bantal, lalu merebahkan tubuh nya.


"Meidina, kenapa saya bisa turun tangan mengatasi kasus nya? padahal saya tidak kenal dia, saudara bukan, teman bukan, kok bisa tertarik saat dia kena masalah. "


Bagas memejamkan kedua mata nya, namun tidak bisa , dan kembali duduk bersandar kepala ranjang.


"Astagfirullah, kenapa nggak bisa tidur. " Bagas langsung turun dan dengan segera mengambil air wudhu, lalu membaca Al-Quran .


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2