
"Mei, bagaimana kalau sampai tahu, seperti Pak Edwin, Pak Tedi, Pak Roy tapi kenyataan kamu masih bisa di boking sama yang lain, Mami bisa di jebloskan ke penjara, atas kasus prostitusi. " Ucap Mami Rosa.
"Dia memang baik, tapi seolah Mei ini milik dia. Padahal dia tahu, Meidina dekat melayani dia demi uang, bukan di kekang begini. Malah dia kasih hukuman lagi. "Ucap Meidina mengingat.
" Bagaimana juga, dia memang suka sama kamu, mau bayar berapa saja di kasih. Makan nya dia ngajak kamu nikah, berarti dia serius sama kamu. "
"Nggak lah Mam, masa saya jadi istri simpanan, cukup main - main saja lah. "
"Terus, kalau sampai tahu kenyataan nya gimana? "
"Dengan rayuan pasti klepek - klepek, kalau sama mereka bertiga sih gampang. Hanya saya nggak suka sama Om Tedi dan Om Roy, terlalu bagaimana memandang saya. Memang beda sama Om Edwin dan Om Frans masih menghargai siapa saya. "
*****
"Kamu lagi ngefly begini malah kuliah. "
"Kenapa sih Mei, kalau mau pake lah. "
"Mending kamu pulang deh, dari pada nanti ketahuan dosen. "
"Pisss, Jangan sampai. "
"Jangan sampai, kelakuan kamu saja sudah beda. pulang sana, jangan sampai kamu di masukan ke tempat rehabilitasi sama warga kampus, bisa di DO kamu. "
"Kamu baik banget Mei, sudah menutupi kejahatan saya. "
"Jangan sampai kamu di ringkus sama Polisi di kampus, pulang sana. "
"Kamu mau make? "
"Nggak sana, pulang sana tapi kamu kondisi kan dulu tubuh kamu,bikin repot aja kamu. "
Roky berjalan dengan wajahnya yang terlihat berbeda, bahkan gerak tubuh nya yang tidak berjalan dengan normal.
Anisah melihat Roki berjalan sambil bernyanyi, dan langsung berjalan menuju ke arah toilet.
"Kenapa dia? "
"Ngefly."
"Hah.. kenapa? "
"Mau ke toilet, dia ijin setelah agak baik dia pulang ,nggak ikut jam kuliah. "
"Sakit? "
"Iya sakit. "
"Anisah, boleh pinjam catatan mata kuliah Pak Beni nggak? "
"Ada, nanti saya ambil. "
Anisah membuka tas nya , dan memberikan catatan kuliah yang Meidina pinjam. Meidina hanya memotret catatan tersebut lalu mengembalikan nya lagi pada Anisah.
"Makasih ya. "
"Sama - sama, nggak di catat atau photo copy? "
"Nggak, di photo juga sudah cukup. " Ucap Meidina.
"Mei, nanti mau ikut lagi nggak? Mendengarkan saya Qiroah. " Ajak Anisah.
"Dimana? " Tanya Meidina.
__ADS_1
"Di rumah calon mertua saya. " Jawab Anisah.
"Boleh, kapan? "
"Nanti sore. "
"Ok, nanti kita ketemu disana saja. " Ucap Meidina semangat.
*****
Meidina memakai pakaian sopan, dan berkerudung, Meidina menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Bagas. Namun sampai satu jam, di rumah Bagas, Meidina tidak melihat Bagas.
"Mei, kamu teman kuliah nya Anisah ya? " Tanya Umi Aminah.
"Iya Umi. " Jawab Meidina sambil tersenyum.
"Umi, Meidina ini, mahasiswi yang pintar, Anisah saja kalah sama dia. " Puji Anisah.
"Ah Anisah, kamu terlalu berlebihan. "
"Nggak, memang kenyataan nya seperti itu. "
"Meidina, juga sering ikut kegiatan keagamaan seperti Anisah? "
Meidina diam, saat pertanyaan di lontar kan oleh Umi Aminah.
"Umi, Meidina itu sibuk, kuliah sambil kerja.Paling hanya sesekali ikut pengajian, nggak seperti Anisah. " Ucap Anisah bohong.
"Oh sudah kerja, kerja dimana? "
"Ah.. anu umi. " Ucap Meidina gugup.
"Kerja, di cafe, Meidina punya cafe. " Ucap Anisah.
"Oh punya cafe, kapan - kapan nanti Umi sama Anisah mampir, pasti punya menu andalan kan. "
*****
"Kamu kenapa, menutupi siapa saya? " Tanya Meidina pada Anisah.
"Kamu mau, kalau saya berkata jujur? " Tanya kembali Anisah.
"Kalau kamu mau, silahkan. " Jawab Meidina.
"Saya tidak akan buka aib orang, cukup saya tahu. "
"Kamu kenapa, mau jadi teman saya? "
"Karena kamu itu unik, kamu beda dari yang lain nya. Menurut saya, kamu enak di ajak jadi teman. "
"Padahal, banyak teman lain nya, nggak hanya saya. Kamu tahu, saya ini nggak pantas untuk di jadikan sahabat, saya ini kotor, saya ini bagai langit dan bumi. "
"Di mata Allah, kita ini sama. Hanya mungkin amal dan perbuatan nya saja yang berbeda. "
"Makasih ya, kamu sudah mau dekat sama saya. "
******
Meidina berdiri sambil memperhatikan Club yang ada di bawah pengawasan nya, musik DJ membuat para pengunjung Club ikut bergoyang, sambil sesekali minum di botol yang di bawa nya.
"Mba Mei, ada tamu. " Bisik Jhoni salah satu karyawan Club bertugas sebagai keamanan.
"Siapa? "
__ADS_1
"Katanya pelanggan yang ingin di temani sama Mba Mei. "
"Mana? "
"Itu." Tunjuk Jhoni.
"Kamu tahu kan, saya tidak mau menerima dia. "
"Kalau tidak mau, dia akan merusak Club ini."
Meidina pun memberikan botol yang di pegang nya pada Jhoni, dan langsung menemui Pak Roy.
"Hi.. Om, sendiri? "Sapa Meidina.
" Iya, Tedi sedang pergi ke luar negeri, kenapa? "
"Tidak kenapa - napa, hanya saja kan biasa nya selalu berdua. "
"Temani saya malam ini. "
"Hanya minum, satu juta. "
"Saya bayar, cash. Kalau kamu mau, ikut saya ke hotel saya tambah kan 10 kali lipat. "
"Maaf Om, saya tidak bisa. "
"Kamu jangan munafik, kekuatan saya itu lebih besar dari Frans. "
"Bukan soal kekuatan saat di atas ranjang, tapi kekuatan cara menghormati seorang wanita. "
"Kenapa? Apa Frans itu lebih menghormati wanita, lantas bagaimana, dengan Zahra istri nya, apa dia hormati wanita. "
"Apa yang harus saya lakukan, agar Om tidak ganggu saya? "
"Layani saya, cukup blo***ob. "
"Ok, hanya blo****ob. "
****
Didalam sebuah kamar khusus, Pak Roy terlentang sedangkan Meidina bermain dengan tangan nya yang lihai pada milik Pak Roy.
Suara kenikmatan, merasakan sensasi saat milik nya di sapu dan mainkan oleh lidah Meidina. Hingga tangan Pak Roy, menjambak rambut Mei sangat keras, saat milik nya berada di dalam mulut Meidina.
Bagai lolipop, Meidina menjilat, bahkan mengigit nya. Hingga terasa semburan sebuah cairan kental masuk kedalam mulut nya.
"Wow.. dasar L****nte, kamu sungguh luar biasa, pantas Frans tergila - gila sama kamu. Apalagi mencicipi manis legit nya apem milik kamu. "
"Om terakhir pakai jasa saya, saya menuruti permintaan Om, karena merasa terganggu, Om ancam akan hancurkan Club kan, hanya saya tidak mau melayani. "
"Kamu itu L****nte, jangan sombong. "
"Itu salah satu nya, yang paling saya nggak suka dari Om Roy dan Om Tedi, kasar menatap saya. "
Setelah selesai melayani Pak Roy, Meidina melihat Om Frans sedang minum di temani para wanita, semua nya lalu pergi saat Meidina datang. "
"Hi.. Om. "
Aaaaaaaa
"Sakit...!!! " Teriak Meidina saat tangan Pak Frans menarik paksa rambut Meidina dengan sangat kasar.
.
__ADS_1
.
.