Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Apa Karena Cinta


__ADS_3

"Makan ya. " Ucap Bagas saat menemui Meidina di dalam kamar nya, namun kedua tangan nya di ikat karena selalu ingin melukai tangan nya, karena kondisi yang masih menahan untuk terlepas dari barang haram.


"Bang, biarkan saya pergi saja. Dari pada Abang terus kepikiran saya. "


"Kamu pergi, dan akan terus menggunakan barang haram itu. Berhenti jadi wanita penghibur sekarang kamu malah jadi pecandu. "


"Abang kenapa terus peduli, padahal Abang jelas tidak mencintai saya."


"Apa harus, dengan kata cinta saya menolong. kamu. Apa harus itu? "


"Saya sudah hancur Bang, saya bukan wanita yang baik, saya nggak pantas di sini, saya mengikuti apa kata Abang, karena saya mencintai Abang. "


"Kamu makan ya, setelah ini. Kamu akan di bawa, ke tempat rehabilitasi. "


Bagas mencoba menyuapi Meidina, dan menerima suapan dari Bagas, terlihat pergelangan tangan nya yang terluka, karena Meidina berusaha untuk lepas.


"Maaf kalau Abang kasar, Abang tidak ingin kamu melukai salah satu bagian tubuh kamu, Abang tidak ingin kamu terluka. " Bagas terhenti dan diam tanpa sepatah kata lagi.


"Abang boleh jujur, kalau Abang sebenarnya juga cinta sama saya, dan saya tidak akan pernah merebut Abang dari Anisah. "


"Kamu mau sembuh kan? mau kan melepaskan ketergantungan itu, dan kamu tinggalkan semua nya. Kamu mau kan dari nol, kamu mulai hidup baru lagi. "


"Abang jujur dulu sama saya, apakah ada cinta untuk saya? "


"Kamu mau kan, menjadi wanita yang Abang ingin kan? "


"Abang belum jujur pada saya. "


"Sekarang kamu makan, nanti akan Abang antar kamu untuk di obati. "


*****


"Kamu akan bawa dia? " Tanya Umi Aminah.


"Iya Umi, dia harus sembuh. " Jawab Bagas.


"Dia punya keluarga? "


"Tidak, hanya Mami Rosa yang merawat nya. Dia di temukan sama Mami Rosa waktu masih bayi, di depan rumah nya. Hingga sekarang, entah siapa orang tua nya. "


"Jujur sama Umi, kami cinta sama dia? "


"Hati saya untuk Anisah, saya tidak mungkin mengkhianati dia. "


"Mulut boleh bohong, tapi hati tidak bisa bohong. Dia tumbuh dilingkungan yang sangat berbeda, bahkan dia pun menjajakan tubuh nya ke banyak pria, hingga sekarang menjadi pecandu. Umi tidak pernah melarang anak Umi bergaul dengan orang jahat,atau seperti Meidina.Umi juga menerima dia untuk masuk lingkungan kita, selagi tujuan nya baik."

__ADS_1


"Butuh proses Umi, dia seperti ini bukan keinginan nya, dia malah masih mencari orang yang pertama menghancurkan hidup nya. Saya tidak mau, dia berhenti saat orang itu di temukan, apalagi saat tahu, bagaimana orang sekarang memperlakukan dia. Bahkan Anisah, pun ingin membawa nya dia keluar dari dunia hitam.Tapi, cita - cita nya hancur, kala ada orang yang tidak menginginkan dia untuk memiliki pendidikan yang tinggi seperti lain nya. Dia hanya ingin di hargai saja, bukan untuk di siksa. "


"Umi harap, kamu hanya bawa dia demi kebaikan. Bukan untuk merusak hubungan yang sudah terikat. "


*****


"Kondisi nya apa akan cepat membaik? " Tanya Bagas pada Dokter yang menangani Meidina.


"Butuh proses, selagi ada niat untuk sembuh, akan cepat untuk bisa hidup normal. " Ucap Dokter Sinta yang menangani khusus bagi pecandu.


"Apa lebih baik seperti itu? " Tunjuk Bagas pada Meidina yang sedang terlihat gelisah, dan kesakitan.


"Iya, kita biarkan, nanti dia akan mulai terbiasa. Dengan bantuan medis, tubuh nya akan menyesuaikan dan normal kembali. "


****


"Astagfirullah Mas, jadi sekarang Meidina di rehabilitasi? " Tanya Anisah menghubungi Bagas.


"Iya, dia ketahuan saat di rumah Ilham, dia tidak tahan karena tidak memiliki lagi stok barang nya, bahkan dia melukai lengan nya, untuk di hisap dari darah nya. Dia sehari tidak pakai, dia sakau berat. "


"Padahal dia bukan pecandu, hanya minum jelas. Apa mungkin terbawa - bawa ya? "


"Bisa jadi. "


******


"Tubuh kamu, masih dengan mudah di sembuh kan dengan cepat, kamu baru beberapa minggu pakai, hanya saja sehari tidak memakai nya, kamu sangat tersiksa. "


"Iya Dok, kenapa saya tidak mati saja, selagi sedang sakau begini.Kenapa saya tetap hidup."


"Apa kamu punya masalah? kenapa kamu coba memakai nya? "


"Banyak Dok, banyak masalah. semua juga tahu masalah nya. "


"Selesai kan satu persatu, pasti kamu bisa. "


"Masalah saya itu, tidak bisa selesai satu persatu dari sekarang, bahkan bertahun - tahun, tambah masalah lagi, ada aja Dok. cara saya salah, iya saya salah. "


*****


"Abang kenapa kemari lagi? " Tanya Meidina langsung duduk di samping Bagas namun tetap dengan ada jarak.


"Kamu mau ini? " Bagas memberikan sebuah jus buah segar.


"Saya belikan kamu di depan. " Ucap Bagas kembali.

__ADS_1


"Makasih."


Meidina minum jus rasa Alpukat, yang di belikan oleh Bagas, Meidina merasa senang, pria yang di sukai datang menjenguk nya.


"Abang minta, kamu semangat ya buat sembuh, kamu udah rusak jangan tambah rusak. "


"Terima kasih Bang, Abang dan Anisah orang yang sangat mendukung saya untuk bisa berubah. "


"Anisah sudah tahu, tadi malam Abang teleponan sama dia. "


"Setelah Anisah pulang, Abang akan menikah. Apa saya masih bisa dekat sama Abang? "


"Kamu boleh dekat sama Abang, hanya sebatas teman. Tidak bisa lebih, maaf kalau Abang tidak bisa membalas cinta kamu. "


Meidina berkaca - kaca, dan meremas gelas plastik yang sudah kosong bekas jus yang dirinya minum.


"Iya Bang, begini saja saya sudah senang. "


*****


Meidina sedang merasakan sakau, tubuh nya terasa sakit, gelisah bahkan mata nya memerah, badan pun menggigil.


Bagas mengintip dari celah pintu, hati nya sakit melihat nya seperti itu. Dokter Sinta pun menjelaskan segala proses yang terjadi pada Meidina.


"Saya nggak sanggup melihat nya tersiksa begitu. "


Bagas menjauh dari pintu kamar rawat Meidina, dan lebih memilih duduk di kursi tunggu pasien.


"Lama - lama, pasien akan terbiasa. "


"Dok, kalau ada apa - apa nanti kabari saya."


*****


"Operasi di setiap tempat hiburan malam, akan di lakukan mulai malam ini, kita tes para pengunjung siapa yang pemakai obat terlarang. Kita cari dan tangkap sindikat nya. " Ucap Bagas memberikan perintah.


"Apa, ini ada hubungan nya sama Meidina? " Tanya Ilham.


"Iya, saya ingin tangkap, siapa yang sudah merusak nya. " Jawab Bagas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2