Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Ada Yang Punya


__ADS_3

"Selamat ya. " Ucap Meidina.


"Makasih, kamu juga semangat buat sembuh." Ucap Anisah.


"Iya, saya juga ingin lepas dari ini semua, apalagi saya juga ketergantungan alkohol juga."


"Oh iya, minggu depan kami nikah, kamu bisa hadir nggak ya? "


"Saya masih tahap pemulihan, mungkin tidak bisa. "


"Oh, minta doa nya saja. "


"Iya, makasih. "


"Ehm... ini ada sesuatu dari saya, waktu itu saya ingat sama kamu. Ini sebuah tasbih, luangkan waktu setelah shalat. Kamu jangan tinggal kan Shalat ya. "


"Iya, makasih sudah menjadi bagian dari hidup saya, makasih kamu dan Bang Bagas membantu saya keluar dari kehidupan malam saya. "


"Sama - sama, saya ingin tahu. Kamu masih menyukai pria itu? "


Meidina menganggukkan kepala nya, dan Anisah tersenyum dengan memegang tangan Meidina.


"Kalau kamu berubah, pasti dia akan suka sama kamu. Kamu itu cantik, sangat cantik apalagi tertutup rapat seperti ini. "


"Andai dia menerima saya, apa dia akan menerima masa lalu saya, apa dia tidak jijik kalau saya ini adalah barang bekas yang sudah di jamah banyak pria. "


"Orang yang tulus mencintai kamu, pasti tidak akan melihat masa lalu kamu. Dan kamu tahu, cinta yang tulus tidak akan memandang siapa kamu, bagaimana masa lalu nya. Dia akan mencintai kamu tulus karena Allah. Dan kamu pun harus berubah atas dasar cinta karena Allah bukan semata hanya untuk dia."


"Tapi itu semua nya tidak mungkin. "


"Kenapa? "


"Dia akan menikah dengan wanita pilihan orang tua nya, bahkan dia juga mencintai wanita pilihan orang tua nya, dan saya sadar diri, saya hadir baru sekarang, sedangkan dia hadir sudah lama. "


"Kalau begini, kamu harus belajar ikhlas, itu yang paling berat. "


"Saya juga sadar, saya ini mencintai nya sepihak, tapi apa salah nya saya berharap, tapi itu tidak mungkin. "


"Kalau boleh tahu siapa sih, pria yang sudah buat kamu jatuh cinta dan mau berubah seperti sekarang? "


*****


"Bagas, kamu undangan mau berapa? " Tanya Umi Aminah.


"Nggak banyak, paling teman Polisi lain nya itu teman pengajian. " Jawab Bagas.


"Alhamdulillah nya, urusan nikah kantor udah, tanggal di pending karena calon istri kamu itu kan mau lomba, untung nya hanya beberapa hari jarak nya. "


"Iya Umi. "


"Nak, kamu bahagia kan? menikah dengan pilihan Umi sama Abi. "


"Bahagia Umi, kan lihat Bagas cocok sama Anisah. "


"Kak Alif, apa nanti datang dari Mesir? "Tanya Bagas.

__ADS_1


"Datang, sama anak dan istri nya. "


"Kirain nggak bisa hadir. "


"Pasti lah, adik nya menikah masa tidak datang. "


*****


"Kamu kelihatan kurus, tidak segar seperti dulu. " Ucap Mami Rosa.


"Benarkah Mam? "


"Iya, mami senang kamu sudah tidak terlalu ketergantungan, oh iya Pak Frans tanya kamu tuh. Katanya minta balik lagi. "


"Balik lagi, emang nya saya pacar nya dia."


"Mami juga bilang sama dia, waktu Mei di pukul kenapa diam saja, waktu sakit tengok tidak kan. Malah sekarang cerai cari kamu."


"Semua pria sama, tidak ada yang menghargai wanita. Apalagi wanita seperti saya, yang ada hanya di pandang sebelah mata. "


"Kenapa kamu tidak goda Polisi itu, kamu bisa singkirkan calon istri nya. Belum nikah loh, masih ada kesempatan. "


"Nggak Mami, Anisah baik sama saya. "


"Beda nya apa, kamu menyukai calon suaminya, tetap aja saat tahu pasti kecewa apalagi jujur dari sekarang. "


"Biar saya mencintai seperti ini, Bang Bagas sudah tahu, dia tahu saja saya sudah senang."


"Bagaimana nanti, kalau sudah resmi? "


"Mami, kalau pun kita jadi satu. Keluarga nya juga akan berfikir 1000 kali, dia anak Kyai Mam, sedangkan saya wanita panggilan, wanita malam. Kuliah saja putus, udah nggak ada harapan lagi. "


"Mami itu, orang tua saya. Dan saya tidak akan pernah cari tahu siapa orang tua saya, dimana mereka. Mereka juga, tega membuang saya. "


*****


"Mas, nanti kita bulan madu kemana?" Tanya Anisah, saat Bagas sedang berada di rumah nya.


"Kita kan dapat tiket bulan madu dari Kak Alif untuk menginap satu minggu di hotel yang ada di Mesir. "


"Wah.. Kak Alif kasih kado hadiah pernikahan kita kesana. "


"Iya, kita akan terbang kesana, bersama Umi dan Abi yang akan menetap di sana, setelah pensiun mengelola pesantren."


"Kak Alif baik banget. "


"Anisah."


"Kenapa Mas? "


"Setelah Meidina sembuh, kamu nggak keberatan kan, kalau Meidina ikut tinggal bersama keluarga Mas, maksud nya tinggal di lingkungan pesantren. "


"Bukan nya, dari kemarin sudah tinggal disana."


"Iya sih, takut nya kamu marah. "

__ADS_1


"Ya nggak lah Mas, masa marah. "


****


Meidina duduk diam samping jendela kamar rawat nya, sambil menatap ke luar hujan rintik - rintik, ada setetes air mata membasahi pipi Meidina.


"Hujan, kamu basahi bumi yang kering dengan air mu, seperti sekarang wajah ini yang basah, karena air mata patah hati. Kamu tahu, begini rasanya mencintai sendiri, akibat nya sakit hati karena patah. Kamu tahu, dia itu cinta pertama saya, baru kali ini saya cinta pada seorang pria, yang membawa saya untuk berhijrah. Tapi saya tidak bisa memiliki nya."


*****


"Pak Polisi nggak kesini ya? " Tanya Dokter Sinta.


"Seperti nya, dia nggak akan kesini minggu sekarang. " Jawab Meidina.


"Loh kenapa? "


"Dia kan mau nikah. "


"Oh jadi Pak Polisi mau nikah, pantas nggak kesini. Biasa nya nggak pernah absen."


"Dok, saya keluar kapan ya? "


"Nanti lah kamu kan masih suka sedikit tersiksa, kalau kambuh walau tidak seperti dulu. "


"Dokter, saya lupa, belum menanyakan total biaya rumah sakit. Kalau boleh, tolong minta kan total nya. "


"Pengobatan kamu, sudah ditanggung sama Pak Bagas, dia yang menanggung semua nya sampai kamu sembuh. "


"Bang Bagas. "


"Iya, dia itu perhatian sama kamu. Saya kira, dia itu pacar atau suami ternyata bukan."


"Orang pasti menilai nya, kami itu pacaran padahal kami itu tidak pernah pacaran. "


*****


Bagas melirik ke arah Jam pukul 10 malam, seharian dirinya tidak datang melihat kondisi Meidina.


Bagas segera mengambil kunci motor nya, dengan menggunakan jaket. Abi Nasir langsung menghampiri putra nya, yang sudah berada di atas motor.


"Mau kemana? Kamu kan sudah masa cuti."


"Saya mau keluar dulu. "


"Diam lah di rumah, 3 hari lagi kamu menikah."


"Ada sesuatu, yang harus saya temui Abi, sebentar kok. "


"Hati - hati. " Ucap Abi Nasir langsung mengizinkan.


Bagas dengan kecepatan tinggi, telah sampai di rumah sakit narkotika, Bagas berlari masuk kedalam rumah sakit. Dengan nafas naik turun , Bagas pun kini sampai di depan pintu kamar Meidina.


Di buka nya perlahan, terlihat Meidina sedang mengaji. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2