Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Cukup Saya Yang Tahu


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang? " Tanya Bagas.


"Mas, kenceng banget. " Jawab Anisah.


"Istirahat ya, jangan kuliah lagi. "


"Hari ini ada kuis. "


"Ikut susulan saja, dari pada kenapa - napa."


"Ya sudah, saya ijin dulu. "


"Iya, kalau kamu mau ambil cuti juga nggak apa - apa. "


"Sayang, tinggal terakhir nya saja. "


"Lagian, Mas juga nggak masalah kalau kamu mau cuti atau berhenti, dan setelah lulus kuliah juga, mas nggak harus kamu buat kerja, dengan istilah sayang ijazah, nggak malah Mas berharap nya kamu di rumah saja."


"Kalau itu yang mau Mas, saya harus mau. "


"Kalau nurut, hari ini ijin saja."


"Iya Mas, nih lagi mau kirim pesan."


"Nanti, jangan masak lagi. Kita pesen saja, mau makan apa? "


"Mau makan, gulai ikan patin. "


"Ok, Mas pesan kan."


*****


Meidina menjajakan makanan nya, di pinggiran jalan bersama pedagang kaki lima. Sepanjang 3 kilometer, di khusus kan untuk para pedagang hingga pukul 12 siang.


"Risoles gorengannya nya bu, pak, mba , mas. " Ucap Meidina.


"Ada gorengan juga, pisang goreng, tempe mendoan, bala - bala, tahu isi, mau pakai saos, sambal kacang, dan cabai rawit juga ada. "


"Mei."


"Umi."


"Kamu jualan disini? "


"Iya Umi, lagi sepi jualan online nya. Jadi buka lapak disini. "


"Masih banyak ya? "Tanya Umi Sarah.


"Iya Umi, belum ada yang beli."


"Yaudah, Umi pesen macam - macam jualan kamu, 20 ribuan. "


"Baik Umi. "


Meidina memasukan apa yang di minta Umi Sarah, kedalam sebuah kotak. Dan memasukan dua macam sambal dan cabai rawit.


"Ini Umi. "


"Makasih ya Mei. "


"Sama - sama. "


"Kalau begitu, Umi pamit. Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


"Eh, wanita malam turun derajat ya. "


"Stella, kamu kok sudah keluar dari penjara? "


"Kenapa? kaget ya. Eh tunggu, kamu hamil? bapak nya mana? "


Sehingga menimbulkan reaksi para pedagang di samping Meidina, dan para pembeli.

__ADS_1


"Kamu insaf, jangan - jangan kamu hamil nggak tahu siapa bapak nya, dan tiba - tiba pakai hijab. "


Plaaaaakkk


Stella kaget, saat tamparan keras mengenai wajah nya, hingga semua orang melihat nya.


"Kamu hina anak saya, jangan kurang ajar kamu ya. Mengatakan anak saya, hamil tanpa suami. Jaga mulut kamu. " Bentak Umi Sarah.


"Si - siapa kamu? "


"Saya ibu nya, sekali lagi kamu bilang seperti itu. Saya jebloskan kamu ke penjara, pergi sana. " Bentak kembali Umi Sarah, lalu Stella pun pergi dengan memegang pipi nya yang sakit akibat tamparan Umi Sarah.


"Mei, kamu nggak apa - apa? "


"Nggak apa - apa Umi. "


"Siapa dia? "


"Dia, anak dari salah satu mantan pelanggan saya. "


*****


"Sakit dok, saya sekarang sering ngeluh sakit, saya takut janin saya kenapa - napa. "


"Nggak apa - apa, janin nya sehat kok. Tapi nanti, saat melahirkan harus cesar, kita angkat kista nya kalau memang, selama pakai obat tidak ada perubahan. "


"Selama saya konsumsi, memang agak mengurangi sakit, tapi kadang sakit sekali."


"Ibu rutin ya, setiap bulan atau perdua minggu sekali chek up. "


"Iya dok. "


"Saya tuliskan resep nya obat nya dulu, ini saya kasih yang lebih bagus nya lagi. Dan beli nya di luar, harga nya lumayan mahal. "


"Nggak apa - apa dok, terima kasih. "


*****


"Total obat nya 500 ribu rupiah. "


Braaakkk


"Maaf, maaf. " Meidina langsung mengambil plastik yang berisi obatnya.


"Mei."


"Bang Ilham, mau beli obat untuk siapa? " Tanya Meidina.


"Buat Mikail, kamu beli obat apa? "


"Buat ibu hamil, sakit panas? "


"Iya, ini mau beli obat. "


"Kalau begitu, saya duluan Bang. "


"Iya, hati - hati. "


"Tin, mba tadi obatnya kurang satu loh ini nggak di masukin. " Ucap salah satu pelayan Apotek.


"Ya ampun, nanti saya kejar. "


"Mau beli apa pak? "


"Obat demam untuk bayi ya. " Ucap Ilham.


"Orang nya sudah jauh. " Ucap pelayan yang mengejar pembeli tadi.


"Ya sudah nanti pasti balik lagi. " Ucap pelayan satu nya lagi.


"Maaf mba, apa itu obat punya wanita berhijab tadi, yang tabrakan dengan saya barusan? " Tanya Ilham.


"Iya Pak, betul. Apa bapak kenal? "

__ADS_1


"Iya biar saya, yang kasih ke dia. "


"Ini pak. "


Ilham membaca obat tersebut, dan menanyakan pada pelayan Apotek.


"Ini obat apa ya? "


"Oh itu buat kista Pak. "


"Kista..!!! "


****


"Makasih Bang, sudah antarkan obat nya. Saya tadi sampai rumah, cari - cari. "


"Kamu sejak kapan kena kista? "


"Abang tahu dari mana, saya kena kista? "


"Dari obat nya. "


"Sejak, hamil saja ketahuan nya. Kalau masih sakit terus, saat melahirkan nanti cesar sekalian di angkat. Ini di obati dulu, tapi agak baikan tidak terlalu sakit banget, walau kadang - kadang. "


"Kamu kok nggak pernah cerita sama Abang atau Lastri. "


"Mami Rosa aja nggak tahu Bang. "


"Kamu sembunyikan sakit kamu."


"Bang, jangan cerita sama Bang Bagas, tolong ya. "


"Bagas kalau tahu pasti khawatir. "


"Bang, saya tidak enak sama Anisah. Bagaimana juga, saya menghormati dia. "


"Kamu kalau punya masalah, atau apa cerita sama Abang. "


"Makasih ya Bang. "


"Mei, kamu itu sudah Abang anggap sebagai adik Abang. Bagaimana juga, masalah kamu adalah masalah Abang. Dan untuk anak kamu, jangan sungkan kamu minta bantuan ke kami. Dan kami sudah anggap anak kamu sebagai, anak kandung Abang sama mba Lastri. "


"Bang Bagas juga bilang begitu, tapi saya masih sanggup biayain dia hingga besar nanti. "


"Mei, masalah kamu itu ke depan nya sangat berat. Kami siap bantu kamu, kami siap suatu saat nanti meluruskan masalah kamu."


"Semoga anak saya mengerti nanti. "


"Mei, kamu itu wanita kuat, wanita hebat. Saya salut sama kamu, apapun itu kami selalu ada buat kamu. "


"Saya hanya berharap, bila suatu saat nanti saya berhenti bernafas, semoga anak saya kuat menghadapi keras nya dunia sendiri. Itu harapan saya Bang, karena dia terlahir tanpa seorang Ayah. "


*****


"Mas, kita beli jajanan di pinggiran itu. Banyak jajanan pasar, sama makanan buat sarapan. " Ajak Anisah.


"Boleh, Mas parkir mobil nya dulu. "


Bagas dan Anisah , berjalan sambil sesekali mampir di setiap lapak, hingga mereka berdua melihat lapak Meidina.


"Mei, kamu jualan disini? " Tanya Anisah.


"Iya, saya jualan disini. Mau beli? ini masih hangat. " Jawab Meidina.


"Boleh, saya beli 30 ribu saja mix ya. " Ucap Anisah.


Sedangkan Bagas hanya diam, dan menatap Meidina yang sedang memasukan beberapa gorengan ke dalam kotak makanan.


Bagas lalu memalingkan wajah nya, saat tak sengaja tatapan kedua nya beradu pandang.


Anisah menyadari nya, dan langsung mengajak Bagas untuk segera pergi, dari lapak Meidina.


"Makasih Mei, kami lanjut jalan ya. " Ucap Anisah setelah membayar nya.

__ADS_1


"Sama - sama Anisah. " Ucap Meidina.


"Kenapa Mas, Masbkasihan ya lihat Meidina sekarang jualan, apalagi lagi sedang hamil. " Sindir Anisah.


__ADS_2