Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Kisah Sedih


__ADS_3

Hoek... hoek.. hoek...


Anisah mengeluarkan semua isi perut nya, di dalam kamar mandi. Rasa mulai yang dirinya rasakan, sejak semalam membuat nya tidak nyaman.


Anisah langsung mengambil alat tes kehamilan dan berharap mual nya, adalah buah bahagia kabar hari ini.


Dengan kedua mata terpejam, Anisah memasukan alat tersebut ke dalam cawan. Matanya mengintip hasil dari alat tersebut, senyum nya mengembang saat melihat dia garis merah.


"Mas.....!!! " Teriak Anisah girang.


"Mas...!!! "


Bagas berlari masuk kedalam kamar, dan langsung menghampiri istri nya, yang berteriak dari arah kamar mandi.


"Ada apa? " Tanya Bagas panik.


"Mas." Anisah menunjukkan alat tersebut.


"Yank, Alhamdulillah. " Bagas langsung memeluk istri nya.


"Alhamdulillah Mas, saya hamil. Kita mau jadi orang tua. "


"Akhirnya, doa kita di kabulkan. "


"Iya Mas, Alhamdulillah. "


"Kita harus cek kandungan kamu, ke dokter sekarang. Mas mau tahu, bagaimana kondisi nya. "


"Abi sama Umi harus tahu. "


"Nanti malam, kita kasih tahu ke mereka. Nanti malam kan, ada pengajian rutin bulanan, kita kasih tahu kabar berita bahagia ini. "


"Iya Mas, nanti malam kita kasih tahu. "


****


Anisah dan Bagas berjalan ke arah ruang tunggu, mereka duduk bersama Ibu hamil lain nya, yang sama di temani oleh suami mereka, bahkan ada yang bersama ibu nya.


Saat mereka sedang duduk, Meidina datang, dan ketiga nya saling beradu pandang. Meidina tersenyum, begitu juga kedua nya membalas senyuman mereka.


"Mei, duduk sini. " Ajak Anisah.


Meidina melihat kursi di samping Anisah kosong, tapi Meidina lebih memilih duduk di depan kedua nya.


"Saya, disini saja. "


"Oh, yasudah. " Ucap Anisah.


"Mei, kamu sendirian? " Tanya Anisah, dan Meidina menoleh ke arah nya.


"Iya, biasanya juga sendiri. " Jawab Meidina.


"Mei, saya hamil. "


"Selamat ya, buat kalian berdua. "


"Terima kasih. " Ucap Anisah.


Bagas menatap Meidina, hanya Meidina yang datang sendiri tanpa di temani. Lalu duduk di samping Meidina seorang wanita, yang sedang hamil besar.


"Mba sendirian saja? " Tanya nya.


"Iya, sendirian. " Jawab Meidina.


"Anak pertama? "


"Iya anak pertama. "


"Wah, padahal anak pertama, suami nya mana? "


Meidina hanya diam tidak menjawab, Bagas dan Anisah pun mendengar nya. Kedua tangan Bagas sudah mengepal.


"Su - suami saya jauh. " Ucap Meidina bohong.


"Oh jauh. "

__ADS_1


"Ibu Anisah. " Panggil Suster.


Anisah dan Bagas pun masuk ke dalam ruangan, Meidina menundukkan kepala nya sambil mengusap perut nya.


"Nggak apa - apa ya nak, kamu tanpa seorang Ayah. Bunda akan selalu ada buat kamu, kita sama - sama berjuang. "


****


"Masuk usia satu bulan, selamat bu pak. "


"Alhamdulillah, tapi kandungan istri saya, sehat kan nggak ada masalah? " Ucap Bagas.


"Alhamdulillah, bagus semua. Nanti jangan terlalu capek dan stress, karena hamil muda itu sangat rawan. " Ucap Dokter kandungan.


"Untuk mual nya, bagaimana dok? apa ada obat nya? " Tanya Anisah.


"Ada, nanti saya kasih ya. "


Saat keluar, Meidina masuk. Anisah dan Bagas melemparkan senyum nya, tangan Anisah langsung menggandeng lengan Bagas untuk berjalan ke apotek.


"Kasihan Meidina, hamil pertama tidak ada suami. "


"Iya, pasti pertanyaan wanita tadi, membuat dia sedih. "


"Apa kalau tidak ada saya, Mas akan mengaku sebagai suami nya? "


Bagas hanya diam, dan mengambil secarik kertas resep obat lalu di berikan pada petugas Apotek.


***


" Kandungan nya sehat bu, tapi seperti nya ada masalah. "


"Masalah apa dok? "


"Ada kista, besar bu. "


"Apa harus di angkat? "


"Nanti kalau melahirkan, cesar bu. Kista nya harus di angkat. "


"Mungkin ibu nggak merasakan, apa pas saat haid suka sakit? "


"Iya, saya pikir itu sakit biasa. Tapi saat awal USG, nggak ada? "


"Mungkin masih kecil, terakhir USG kapan? "


"Waktu usia 1 bln, sekarang masuk 3 bulan."


"Pernah sakit juga? "


"Pernah, sakit tapi karena saya bawa gerak kadang sakit nya saya lupa. Saya pikir karena sedang hamil, sakit gitu. "


"Sama - sama di obati ya, mudah - mudah an dengan obat bisa hilang, tanpa harus operasi."


"Iya dok, tapi anak saya nggak apa - apa kan? "


"Nggak apa - apa, sehat. Tapi ibu nya yang nggak sehat. "


*****


"Mei, kamu banyak sekali obat nya? " Tanya Mami Rosa.


"Namanya juga orang hamil, banyak lah. " Jawab Meidina.


Lalu sebuah ponsel Meidina berdering dan melihat pesan masuk, Meidina langsung menelepon customer nya.


"Assalamu'alaikum, selamat sore. "


"Walaikumsalam." Balas nya dari seberang.


"Maaf ibu, untuk hari apa? tadi ibu pesan gorengan nya? "


"Nanti malam bisa, antar ke alamat rumah saya di jalan Palm no 10."


"Oh bisa bu, bisa. Mau pesan berapa? "

__ADS_1


"Pakai sambal sama cabe ya, jam 7 malam sudah harus sampai. "


"Sekarang pukul 4 sore, insyaallah Bu, bada maghrib saya antar, mungkin tepat jam 7 saya sampai. "


"Ok, saya pesen 300 ribu ya. "


"Siap bu, saya siapkan sekarang. "


"Makasih, saya bayar di tempat. "


"Iya bu, nggak apa - apa. "


Meidina menutup telepon nya, dan mengucap syukur lalu segara masuk kedalam dapur.


"Mami bantu ya. "


"Boleh Mam. "


"Alhamdulillah, kamu setiap hari ada saja yang pesan. "


"Rejeki si dede Mam. "


*****


"Selamat nak. " Ucap Umi Salmah.


"Salmah, akhirnya kita punya cucu. " Ucap Umi Aminah.


"Alhamdulillah, nanti rumah kita bakal ramai, setiap datang pasti dengar suara tangis nya bahkan celotehan kata - kata lucu. " Ucap Umi Salmah.


Umi Sarah nya tersenyum melihat kedua nya bahagia, Anisah pun tak henti tersenyum begitu juga dengan suami nya.


"Selamat Anisah. " Ucap Umi Sarah.


"Makasih Umi. "


"Seandainya, anak Umi masih ada. Pasti sudah menikah seperti kamu. "


Umi Aminah dan Umi Salmah tersenyum sendu, bahkan Bagas pun tak berani menatap kesedihan mertua nya.


"Sarah, anak yang di kandung Anisah juga sama itu cucu kamu. " Ucap. Umi Salmah.


"Iya, saya senang mendengar nya. "


*****


"Umi Sarah, anak nya bisa hilang itu bagaimana? " Tanya Bagas.


"Kata Umi sih, saat umur satu bulan. Waktu sedang bermain di halaman rumah, Sahara nangis minta susu di tinggal sebentar ambil botol susu nya yang sudah di buat lupa, di bawa. Eh pas ke depan sudah nggak ada. "


"Siapa yang culik anak nya? "


"Nggak tahu. "


"Kok aneh, apa Abi punya musuh? "


"Nggak ada kok, Abi nggak punya musuh."


"Mas juga merasakan bagaimana hati Umi, apa pencarian masih sampai sekarang? "


"Masih, Umi masih mencari nya. Begitu juga Abi, tapi tidak tahu harus cari kemana. "


Alif dan istri serta anak nya datang, bersama adik dari Umi Sarah, Daus. Pria yang di kenal pendiam dan temperamen itu, datang ke tanah air setelah lama tinggal di luar negeri, bekerja di salah satu perusahaan minyak.


"Om Daus, ya Allah Om. Kapan datang? " Tanya Anisah langsung bersalaman dengan nya.


"Om datang sama mertua kamu, om mampir ke Mesir, mereka sebentar lagi sampai. " Ucap Daus.


"Loh, kok saya nggak di kasih tahu Kak, kalau Abi Umi pulang. " Ucap Bagas.


"Kejutan." Ucap Alif


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2