Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Rejeki Halal


__ADS_3

"Kamu buat apa Mei? "


"Saya hanya ingin buat hasil karya saya Mam."


"Kamu buat apa sih? "


"Mami kan tahu, saya suka masak. Saya mau buka catering aja Mam, buat makan saya dan anak saya. "


Mami Rosa, mengusap punggung Meidina. Terlihat Meidina memotret sebuah paket nasi kotak, bahkan beberapa cemilan kue basah dan gorengan yang akan di jual nya.


"Semoga, aja ada pembeli pertama Mam. "


"Amin, kamu jangan menyerah ya, untuk mendapatkan yang halal. "


"Iya Mam, demi anak saya. Bagaimana juga, dia nggak salah. Walau saya tidak mengharapkan hadir, tapi dia adalah teman hidup saya sampai menutup mata. " Ucap Meidina sambil mengusap perut nya.


****


Bagas men scroll ponsel nya, membuka sosial media nya satu persatu membaca setiap postingan.


Bagas melihat akun Meidina memposting sesuatu, Bagas tersenyum saat kata - kata tertulis.


Paket nasi kotak 20k isi Ayam goreng, mie goreng, sambal goreng kentang, dan kerupuk. Risoles mayones 2k , dan aneka gorengan 2k.


"Bayu...!!! " Panggil Bagas.


"Siap komandan, ada yang bisa saya bantu? "


"Kamu berteman dengan akun ini? "


Bayu melihat, akun nama Nona Mei, namun berhijab dan Bayu tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


"Kamu, pesen makanan ke dia, hitung kepala yang ada disini. "


"Kalau tahu, saya yang pesan gimana? "


"Akun kamu kan, nggak pake nama asli. "


"Kalau tahu, yang pesan Polsek sini gimana? "


"Masa dia mau nolak rejeki sih!! "


"Siap Komandan, saya chat ya. Tapi kalau dia nolak, karena Komandan yang pesan, jangan salah kan saya. "


"Nggak ada orang nolak rejeki, bilang buat besok kirim jam 8 pagi. " Ucap Bagas dan


Bayu pun menurut, dan mengirim kan pesan.


Sedangkan Meidina terdiam saat sebuah pesan masuk, karena yang pesan adalah Polsek dimana Bagas bertugas, dan langsung menghubungi Bagas.


"Hallo, Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam, ada apa Mei? Abang sedang sibuk."


"Yang pesan nasi kotak sama aneka gorengan Abang yang suruh? "


"Nggak tuh, kenapa? "


"Ya nggak apa - apa, ini pelanggan pertama. "

__ADS_1


"Oh, kamu buka usaha catering ya. Bagus dong, masakan kamu kan enak. "


"Tapi bukan Abang yang pesan? "


"Mei, saya baru tahu kamu hubungi Abang, kamu tolak ya itu terserah kamu, mungkin ada yang mau syukuran. Padahal kalau kamu tolak, sayang loh. "


"Nggak, saya nggak tolak kok. Hanya saja, sudah menebak itu Abang, mungkin karena kasihan. Abang kan selama ini, melihat saya itu kasihan makan nya suka menolong saya, walau ada cinta, tapi cinta Abang tidak besar seperti saya. "


"Iya, cinta Abang 60 persen pada Anisah, 40 persen nya sama kamu. "


Bagas menutup ponsel nya, dan meresapi setiap perkataan Meidina. Kedua mata Bagas terpejam, lalu mengusap wajah nya dengan kasar.


"Benar Mei, cinta Abang ke kamu hanya 40 persen. "


*****


"Dapat orderan ya, kamu belanja. " Ucap Mami Rosa.


"Alhamdulillah Mam, walau yang pertama pesan itu Polsek Leuwiliang. "


"Ehm.... Bagas lagi. " Ucap Mami Rosa tersenyum.


"Bukan, dia ngaku nya bukan dia. "


"Dia atau bukan, ini rejeki pertama kamu.Yang rajin posting, Mami juga nanti akan sebar jualan kamu. "


"Makasih Mami. "


*****


"Wajah kamu kenapa sayang? " Tanya Bagas.


"Sabar, jangan patah semangat. Kita coba lagi ya, mungkin belum di kasih. "


"Iya Mas, tapi kalau Anisah tidak bisa berikan anak bagaimana? "


"Sayang, apapun itu yang terjadi, Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu. "


"Janji Mas? "


"Janji, itu janji Mas. " Ucap Bagas, lalu Anisah memeluk tubuh Bagas sangat erat.


"Saya takut, Mas akan pergi meninggalkan saya. Saya takut, Mas akan di ambil dari saya."


Bagas mengecup pucuk kepala Anisah, dan membalas dekapan Anisah dengan sangat erat.


*****


Meidina dengan menggunakan mobil , di bantu para anggota menurunkan beberapa pesanan mereka. Terlihat banyak banyak ibu Bhayangkari sedang duduk, Meidina melihat Bagas dan Anisah berdiri beriringan sambil mengobrol.


"Mei, ini bayar nya. " Ucap Bayu memberikan uang sesuai di nota.


"Oh jadi Bang Bayu ya yang pesan, saya kira. "


"Saya mengadakan syukuran kecil - kecilan, dan kebetulan pas ada kegiatan disini. Biasa pertemuan rutin bulanan, ibu Bhayangkari. "


"Kalau begitu, saya pamit Bang. Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam."

__ADS_1


Dari jauh Anisah melihat Meidina, dan langsung melirik ke arah suami nya. Bagas tahu, kedatangan Meidina namun Bagas tidak ingin menemui nya, karena ada Anisah disamping nya.


****


"Mas, masakan nya kok enak ya. " Ucap Anisah.


"Yang masak itu Meidina. " Ucap Bagas, dan Anisah langsung diam dan menghentikan makan nya.


"Dia sekarang jualan masakan, dia buka catering. Kita berhasil, membuat dia kembali ke jalan yang benar. "Ucap Bagas kembali.


"Yang buat dia berubah itu Mas, bukan saya. "


"Anisah, kamu cukup jangan terus cemburu sama Mei. Mas salah, karena mencintai nya. Tapi kamu harus ingat, Mas ini milik kamu bukan milik Mei, dia mencintai Mas tapi jiwa raga Mas tidak bisa dia miliki. "


****


Meidina pun mendapatkan pesanan kembali, dan Meidina mulai mencatat beberapa pesanan. Dengan menahan pusing, dan mual Meidina tetap semangat.


"Alhamdulillah, buat besok ada yang pesan seratus kotak, lusa nya 200 kotak, besok nya lagi gorengan seratus ribu. Alhamdulillah, ternyata mencari rejeki halal itu mudah, nak kamu jangan takut, mamah kasih makan kamu dengan cara yang halal. " Meidina tersenyum sambil mengusap perut nya.


****


"Bagas, masuk. " Ucap Mami Rosa.


"Meidina nya ada? " Tanya Bagas.


"Ada, biasa sekarang kerja nya di dapur. " Jawab Mami Rosa sambil berjalan ke arah dapur.


"Mei, ada tamu. "


"Siapa Mam? "


"Kamu lihat sendiri. "


Meidina berdiri dan berjalan menuju ruang tamu , Bagas tersenyum ke arah nya dan Meidina membalas senyuman nya.


"Abang belikan kamu susu ibu Hamil. "


"Abang kenapa repot - repot. "


"Abang, ingin anak Abang sehat. "


"Ini anak saya Bang. "


"Anak Abang juga. "


"Anisah tahu, Abang kesini? "


"Anisah nggak tahu. "


"Saya sudah bisa cari uang yang halal Bang, jadi Abang tidak perlu repot - repot. "


"Janji Abang, akan bantu membesarkan anak kamu. Abang akan bertanggung jawab, sampai dia mendapatkan pendidikan yang tinggi. "


"Abang jangan terlalu baik Bang, kalau begini saya semakin cinta sama Abang. Lama - lama, saya sakit Bang, cinta tapi tidak bisa memiliki. "


"Abang tahu, tapi Abang juga nggak mungkin memiliki kamu. Kita salah, dan kita tahu sudah menyakiti hati seseorang. "


"Bang, saya tidak akan menikah dengan pria manapun, saya hanya akan fokus pada anak saya. Dan Abang tahu, pria pertama yang saya cintai dan terakhir adalah Abang. Terima kasih Bang, sudah mengajarkan saya apa itu agama, apa itu cinta. Hanya Abang, yang menghargai saya. Tenang Bang, saya juga tidak akan menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Abang. "

__ADS_1


__ADS_2