Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Apa Dia Sahara


__ADS_3

Umi Sarah menunggu pesanan nya, hampir Jam 7 malam belum juga datang. Daus sang adik langsung menghampiri, kakak nya.


"Sudah Isya, waktu nya shalat. Adzan sudah berkumandang. "


"Kakak sedang menunggu pesanan, belum juga datang. Acara nya kan, setelah shalat isya. "


"Lain kali, jangan pesan lagi kalau tipe nya seperti ini. Tidak profesional kerja. "


"Kakak yang salah, mendadak pesan nya. Tadi nya mau masak, saat buka sosial media ada catering menu lengkap harga miring. "


"Buat apa harga miring, kalau hasilnya mengecewakan. "


"Ya sudah, kita shalat isya dulu. "


Mobil yang di kemudikan Meidina, berhenti tepat di alamat yang di maksud. Pintu pagar terbuka lebar, dengan banyak kendaraan yang terparkir di depan rumah nya.


Meidina berjalan masuk, dan mengetuk pintu namun tidak ada orang yang datang.


"Assalamu'alaikum." Meidina mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum." Ucap Meidina kembali.


"Walaikumsalam." Ucap Umi Sarah sambil merapikan hijab besar nya.


Umi Sarah tiba - tiba, berdiri mematung saat melihat Meidina di depan nya. Meidina tersenyum ke arah, Umi Sarah.


"Bu, maaf saya terlambat. Itu pesanan nya, ada di mobil saya angkat dulu ya. " Ucap Meidina.


"Iya, ada laki - laki nanti suruh bantu kamu." Ucap Umi Sarah.


Bagas datang bersama Anisah, Bagas dan Meidina beradu pandang. Dan Meidina menganggukkan kepala nya, lalu berjalan ke luar.


"Bagas, tolong ambil pesanan nya. " Perintah Umi Sarah.


"Baik Umi. "


Meidina menurunkan satu persatu kotak yang sudah terikat secara, di tumpuk. Bagas lalu membantu nya, Meidina tersenyum saat Bagas datang begitu juga Bagas.


"Seharusnya kamu bawa teman, bantu untuk urusan begini. Kamu sedang hamil, bahaya takut terjadi kenapa - napa. "


"Saya tidak punya teman Bang, hanya Abang dan Anisah teman saya. "


Bagas tersenyum dan pergi sambil membawa pesanan mertua nya. Meidina ikut membantu membawa nya ke dalam.


"Mei kamu disini? " Tanya Mumtaz.


"Saya antar pesanan. " Jawab Meidina.


"Kamu buka, usaha catering? "


"Alhamdulillah mba. "


"Ini Meidina? " Tanya Umi Aminah.


"Umi, kayak nggak ketemu satu tahun. " Jawab Meidina sambil mencium punggung tangan nya.


Umi Aminah melihat, tubuh Meidina berisi dan sedikit menonjol di perut nya. Meidina tahu, arah pandangan Umi Aminah.


"Umi, mba saya ke dapur dulu. "


Umi Sarah, tersenyum dengan sambil menatap ke arah Meidina. Hati seorang Umi Sarah, merasakan sangat begitu dekat, dengan Meidina yang masih mengangkut box berisi aneka gorengan.


"Kamu kenapa? " Tanya Umi Salmah.

__ADS_1


"Mba, coba perhatikan punggung tangan wanita itu. " Tunjuk Umi Sarah pada Meidina, dan Umi Salmah memperhatikan punggung tangan kiri Meidina, terdapat tanda hitam.


"Ada tanda hitam, kenapa? "


"Persis, milik Sahara. "


"Sarah, yang mirip itu banyak loh. Namanya, Meidina dia itu yang di bawa sama anak kita dan Bagas. Meidina, wanita malam yang hijrah. "


"Wanita malam!!! "


"Iya, dia mantan wanita malam. "


***


"Ini uang nya . " Ucap Umi Sarah.


"Terima kasih. " Ucap Meidina dengan nafas yang naik turun.


"Kamu capek ya? "


"Maklum Bu, saya sedang hamil. "


"Oh sedang Hamil, dapat berapa bulan? "


"Sudah tiga bulan. "


"Kok, kenapa tidak sama suami nya. Malah sendirian, seharusnya di bantu sama suami nya. "


"Dia nggak punya suami Umi. " Ucap Anisah datang.


Meidina tertunduk, sambil mengusap perut nya, dan Umi Aminah pun datang menghampiri mereka.


"Apa, hamil..!!! "


"Maksudnya? " Tanya Umi Sarah.


Buuugghhh


" Maaf..!! "


Meidina mengangkat kepala nya, dan mata seorang pria yang menabrak nya menatap tajam ke arah nya, Meidina langsung berjalan ke luar.


Daus menatap penuh kesal, ke arah Meidina yang langsung masuk kedalam mobil nya. Umi Sarah, berjalan mencoba keluar menghampiri Meidina namun mobil yang di kendarai Meidina telah pergi.


****


"Katakan Bagas, ada masalah apa sama Meidina? " Tanya Umi Aminah saat semua keluarga berkumpul, dan acara akan segera di mulai.


"Dia di culik, korban pem******saan." Ucap Bagas.


"Jadi yang di katakan, oleh Anisah itu benar. " Ucap Umi Aminah.


Entah mengapa, hati Umi Sarah sangat begitu sakit, bahkan suami nya pun memperhatikan nya dari jauh, karena istri mudanya lebih banyak diam dan tampak begitu sangat sedih.


Meidina sampai di rumah nya, rasa sakit sangat terasa dan langsung duduk di sofa panjang dengan kedua kaki nya di naikan di atas sofa.


Terlihat wajah lelah nya, hingga tak terasa dirinya mengantuk.


*****


"Bagas."


"Umi, kenapa nggak bilang kalau mau kesini?" Ucap Bagas sambil mencium punggung tangan Umi Sarah, saat datang ke Polsek.

__ADS_1


"Umi, maaf mengganggu. Begini, Umi ingin tahu tentang Meidina. "


"Meidina!! "


"Katanya, kamu yang bawa dia untuk hijrah. Bisa ceritakan? "


"Maaf, kenapa Umi sangat tertarik pada Mei? "


"Nggak, bukan maksud kenapa - napa, hanya saja Umi seperti dekat dengan dia. "


"Meidina itu perempuan malam Umi, saya dan Anisah yang bawa dia untuk kembali ke jalan yang benar. "


"Orang tua nya? "


"Dia di asuh oleh seorang wanita malam juga, cara dia mengasuhnya itu seperti anak sendiri, namanya Mami Rosa. Dia ingin, Mei tidak mengikuti jejak nya tapi sesuatu terjadi saat dia duduk di bangku SMP. Seorang pria yang tidak bertanggung jawab memper*****sa nya. Hingga dia akhirnya terjun di dunia malam, mencari pelaku yang menodai nya. " Ucap Bagas menjelaskan.


"Tapi Umi, dia itu sebenarnya adalah anak yang di buang oleh orang tua nya, 23 tahun yang lalu. "


"Dua puluh tiga tahun yang lalu!!! "


****


"Saya yakin, saya yakin, Meidina itu Sahara. " Ucap Umi Sarah.


"Abi, tidak salah lagi. Perasaan seorang ibu, memang kuat. Tanda hitam, di punggung tangan nya itu, adalah memang benar dia Sahara. "


"Jangan dulu yakin, dia anak kita yang hilang. Siapa tahu, bukan dia. " Ucap Abi Mulia.


"Tapi saya yakin, dia adalah Sahara. Anak kita yang yang hilang. "


*****


"Mei, kamu kenapa tiduran terus? " Tanya Mami Rosa.


"Mami, ini jam berapa? " Tanya kembali Meidina.


"Setelah shalat Dzuhur kamu, tiduran terus. Kamu sakit? kamu capek ya? "


"Nggak kok, hanya capek biasa Mam. Tahu kan kemarin orderan banyak, sekarang sedang kosong. "


"Kamu makan, Mami lihat dari pagi kamu tiduran terus. "


Meidina bangun, sambil memegang perut nya, dan berjalan ke arah dapur. Mami Rosa memperhatikan Meidina dari jauh, dan langsung berjalan mendekati nya.


"Kandungan kamu, ada masalah? "


"Nggak Mam, nggak apa - apa. Lapar, saja jadi pegang perut. "


"Kamu jangan bohong. "


"Nggak Mam, saya nggak bohong. "


*****


"Anak itu, kenapa bisa sampai ke sini? "


"Maaf bos, saya tidak tahu. Dan setelah kejadian tersebut, saya tidak pernah lagi menampakkan di depan nya. "


"Kamu harus, berbuat sesuatu. Jangan sampai dia hadir, dalam kehidupan keluarga saya. "


"Baik Bos, saya akan menyingkirkan jauh - jauh dia. "


"Kenapa, dulu tidak saya habisi saja. "

__ADS_1


.


.


__ADS_2