
"Om yang ini deh bagus. " Ucap Meidina sambil memilih lingerie.
"Ambil yang banyak, khusus buat di pakai sama Om. " Ucap Pak Frans sambil berbisik.
"Ok deh Om. " Meidina mengambil beberapa lingerie dan pakaian dalam lain nya.
Setelah selesai memilih, Pak Frans membayar nya dan pergi ke toko lain nya. Meidina menarik tangan Pak Frans ke sebuah toko perhiasan, sebuah cincin permata membuat Meidina tergiur meminta Pak Frans membelikan nya. Dan dengan mudah Pak Frans mengabulkan keinginan Meidina.
"Yang ini harga nya berapa Mba? " Tanya Meidina.
"Cincin permata asli, dengan mas 24 karat, berat 5 gram harga 45 juta. " Jawab pelayan toko perhiasan.
"Om, hanya 45 juta. "
"Bungkus mba. "Ucap Pak Frans.
" Makasih, om baik deh. " Ucap Meidina sambil memeluk tubuh Pak Frans.
"Sama - sama, habis ini kita kemana? "
"Pulang."
"Masa pulang, puasin om dulu deh. "
"Kita pulang ke Apartemen? "
"Iya, kita kesana. "
Sedangkan Stella, Meli dan Susan terus mengikuti Pak Frans dan Meidina, Stella sudah di bakar api amarah, ingin melabrak nya namun kedua sahabat nya melarang nya.
"Lihat, dia sudah menggoda Papi saya. Hubungan Papi dan Mami renggang itu gara - gara si Meidina, ini tidak boleh di biarkan." Ucap Stella.
"Sabar Stella, jangan disini. Kita ikuti mereka, jangan sampai kita kehilangan jejak yuk. " Ucap Meli.
"Benar yuk Stella. " Ucap susan.
*****
Meidina dan Pak Frans kini sedang berjalan di dalam sebuah Apartemen, Meidina dengan manja menggandeng lengan Pak Frans.
Tak di ketahui kedua nya, Stella dan kedua sahabat nya mengikuti nya. Bahkan adegan di depan pintu lift melihat Meidina berciuman dengan Papi nya, membuat Stella ingin menampar nya.
"Sabar Stella. " Ucap Meli.
"Kalian ini, sabar - sabar saja. Saya ingin mereka akhiri semua nya. Saya nggak rela, Papi berhubungan dengan Sampah seperti dia, apalagi Meidina sudah memoroti uang Papi saya.
" Papi...!!! " Panggil dengan suara pantang, Stella langsung mendekati Meidina dan Pak Frans.
"Stella." Ucap Meidina kaget.
"Stella." Ucap Pak Frans.
Plaaaaakkk
"Dasar murahan, ternyata kamu wanita simpanan Papi saya. Kamu itu kurang ajar, dasar sampah. "
Aaaaaaa
Stella menjambak rambut Meidina dan mendorong dengan kasar hingga punggung nya membentur sebuah pot besar di depan pintu masuk, kediaman Pak Frans.
__ADS_1
"Stella jangan nak, jangan. " Ucap Pak Frans, karena Stella kalap menendang perut Meidina hingga membenturkan kepala Meidina ke sebuah pot di samping nya.
"Saya nggak rela, keluarga saya hancur gara - gara sampah seperti kamu. "
"Stella cukup nak, jangan. Ini salah Papi bukan salah Meidina. "
"Papi, Papi mau jadikan dia istri hah... seperti yang Mami selalu bilang, kurang apa Mami Papi. Hiks.. hiks.. Papi malah berselingkuh dengan pe******cur seperti dia. "
"Papi mencintai Meidina, Papi ingin dia jadi Mami tiri kamu. "
"Nggak Papi, saya nggak mau. Kalau sampai terjadi . Saya akan hajar dia, ingat kamu Mei, sekali lagi kamu ganggu keluarga saya, nggak ada ampun buat kamu. Cuih..." Stella meludahi wajah Meidina yang terdapat darah mengalir dari dahi nya hingga merasakan punggung yang sangat sakit, akibat hantaman yang di lakukan Stella.
"Saya hanya memenuhi keinginan Papi kamu, yang mungkin tidak di dapat dari Mami kamu. Jangan salah kan saya sepenuh nya, salah kan Papi kamu, saya hanya mencari sesuap nasi walau ini salah. "Ucap Meidina.
"Ingat, kamu sedang berada masalah bersama saya, nyawa kamu akan hilang, bila kamu masih dekati Papi saya. Saya sekarang, malaikat maut kamu, kapan pun itu kamu akan merasakan nya. Camkan... itu. "
"Sudah Stella, kamu pulang sekarang. "
"Papi juga pulang, atau Papi juga mau saya habisi dengan tangan saya. "
"Baik Papi pulang. "
"Om." Ucap pelan Stella sambil merasakan sakit.
"Maaf kan Om, bagaimana juga Om akan pergi bersama Stella. " Pak Frans meninggal Stella sendiri yang kesakitan dan dengan sengaja Meli dan Susan meludahi Meidina.
Hiks.. hiks.. hiks..
Meidina bangun dengan tubuh yang merasakan sangat remuk, hingga berjalan sempoyongan.
Bruuugghhhh
"Meidina."
"Ya Allah Mei, kamu kenapa Mei? " Ucap Ilham panik.
Ilham langsung mengangkat tubuh Meidina keluar dari Apartemen, tubuh lemas nya langsung di bawa masuk kedalam mobil milik Bagas.
"Bang, antar saya ke kontrakan saya yang dulu saja. " Ucap pelan Meidina.
"Kita ke rumah sakit. " Ucap Ilham.
"Nggak usah, nggak apa - apa saya mau istirahat saja. " Ucap Meidina sambil memejamkan kedua mata nya.
Bagas sesekali melirik ke belakang dari kaca spion nya, terlihat Meidina kesakitan, Ilham membantu menekan luka di pelipis Meidina yang masih mengeluarkan darah.
"Yakin, kita pulang saja? " Tanya Bagas.
"Kita pulang saja, sesuai yang di minta Meidina. " Jawab Ilham.
****
"Ya Allah, Mei ini memar biru, ini penganiayaan kamu harus lapor. " Ucap lastri.
"Saya akan lihat dari bukti CCTV. " Ucap Bagas.
"Jangan, ini salah saya. " Ucap Meidina.
"Kenapa Mei? Kita harus tindak kasus ini." Ucap Lastri.
__ADS_1
"Mei, katakan sama Abang, biar Abang tangkap. " Ucap Ilham.
"Jangan, ini saya yang salah. Jangan perpanjang masalah ini. "
Bagas langsung keluar dan pergi , Ilham memanggilnya namun tidak di hiraukan.
"Bang, mau kemana dia? " Tanya Lastri.
"Nggak tahu. "
Aaaawwww
"Sakit mba. "
"Ini sudah pelan. " Ucap Lastri.
Ilham melihat nya ikut nyeri karena lebam yang begitu sangat besar di punggung nya, Lastri istri nya terus mengoles kan salep di punggung nya.
"Kurang ajar sekali, jujur saja Mei sama kami, masalah apa? "
"Saya di labrak sama anak, salah satu pelanggan saya. "
"Meidina, kamu chek in?" Ucap Lastri.
"Iya mba, ternyata anak nya mengikuti kami, dan yang nggak saya percaya, anak nya saya kenal dia teman kuliah saya. "
"Tapi bagaimana juga, dia salah sudah menganiaya kamu. " Ucap Ilham.
"Jangan Bang, jangan. Sudah jangan di perpanjang. "
"Kamu ini bagaimana, kamu babak belur begini. "
"Sudah Ya Bang. "
*****
"Bapak tahu siapa dia? " Tanya Bagas pada security Apartemen dimana Meidina di aniaya.
"Ini Pak Frans pemilik PT Global Mandiri. "
"Global Mandiri ya. "
"Kalau nggak salah, wanita yang di pukul ini, istri nya Pak Frans. "
"Istri."
"Dan ini anak nya, pernah beberapa kali saya lihat dia. "
"Bapak tahu, anak nya ini masih kuliah atau kerja? "
"Seperti nya kuliah, tapi saya tidak tahu dimana nya. "
"Terima kasih Pak. "
Bagas langsung menghubungi seseorang melalui sambungan telepon nya, dan panggilan nya pun tersambung.
"Tolong, kamu cari info tentang anak dari Frans pemilik PT Global Mandiri. Saya tunggu kabar nya secepatnya. "
.
__ADS_1
.
.