
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
"Masuk." Ucap Bagas langsung mempersilahkan Meidina masuk kedalam kamar hotel yang sudah di pesan oleh Bagas.
"A - abang, ke - kenapa pesan saya? "
"Masalah? Profesional kerja dong. "
"Jadi berani bayar 350 juta, itu Abang. "
"Iya, saya bayar kamu. Sekarang kamu milik saya. "
"Ta - tapi kan, Abang bukan pria yang seperti itu. "
"Kenapa? kamu nggak mau. " Ucap Bagas dengan sering membuang wajah nya kesamping.
Meidina melepaskan blazer nya, dan hanya menyisakan tanktop dengan belahan dada yang terlihat jelas, rok mini, bila sedikit berjongkok akan kelihatan dalaman nya.
"Mau langsung atau kita main - main dulu. " Ucap Meidina duduk berpangku pada Bagas.
Kedua mata Bagas terpejam, dan dalam hati selalu beristighfar, dan tangan pun mengepal.
"Apa Anisah tidak akan cemburu? " Bisik Meidina.
"Ganti pakaian kamu, saya sudah siapkan di atas tempat tidur. "
Meidina tersentak kaget, dan langsung menoleh ke arah Paper bag di atas tempat tidur,Meidina pun bangun dan langsung membuka isi dari paper bag tersebut.
"Gamis."
"Ganti pakaian kamu, mulai sekarang kamu bukan lagi wanita malam. Kamu, ikut saya ke pesantren dan jadi juru masak, kamu kan pintar masak. "
"Apa - apaan ini? "
"Saya ingin kamu bekerja halal, saya akan ajari kamu sholat, dan mengaji. "
Meidina tersenyum dan langsung duduk di tepi tempat tidur, sedangkan Bagas memberikan kerudung pada Meidina.
"Katanya kamu suka sama saya, kalau suka belajar shalat dan mengaji. "
"Maksud nya? "
"Saya ingin, membawa kamu keluar dari dunia hitam, kembali lah pada jalan yang benar. "
"Apa kata suka, menjamin Abang akan membalas cinta saya? "
"Saya tidak akan membalas cinta kamu, karena Anisah calon istri saya. Saya ingin kamu berubah, berubah karena Allah bukan karena saya. Mulai besok kamu ikut saya ke Pesantren. "
"Ta - tapi. "
"Eist nggak boleh bantah, saya sudah bayar kamu kan? "
__ADS_1
"Nggak, saya akan minta Mami kembali kan uang nya. "
"Masalah uang lupakan, kamu mau kan, menjadi wanita yang memiliki harga diri dan derajat? sebelum terlambat, bertaubat lah. "
"Saya kotor. "
"Tidak ada kata terlambat, apa kamu mau, bila nanti mempunyai seorang anak, kamu dangkal agama? kamu nggak akan menjadi seperti ini terus. "Ucap Bagas pada meidina, lalu terdiam.
"Iya, mau. "
"Ikhlas bukan paksaan. "
"Saya ikhlas, saya mau belajar. "
"Sekarang, kamu ganti pakaian kamu, ambil wudhu kita shalat isya, kamu belum shalat isya kan? " Tanya Bagas, dan Meidina menggeleng kan kepala nya.
Bagas mengajari cara mengambil air wudhu pada Meidina, Bagas memberikan tutorial nya, dan Meidina mengikuti nya.
Bagas tersenyum saat melihat Meidina langsung menguasainya, dan kini Bagas meminta Meidina untuk Shalat berjamaah, Bagas menoleh Meidina kini sudah lengkap dengan mengenakan mukena.
"Kamu ikuti gerakan Shalat saya, dan kamu kalau belum hafal surat nya, cukup berniat shalat dalam hati. " Ucap Bagas dan di anggukkan oleh Meidina.
****
"Saya akan mengajari kamu mengaji besok, kita tidak bisa lama - lama disini, takut fitnah. Kamu siap - siap, dan bawa semua pakaian kamu pindah ke pesantren. "
"Ta - tapi. "
"Kamu ingin berubah kan? "
Bagas, terdiam dan membuka sedikit tirai jendela kamar hotel, sedangkan Meidina yang sudah berganti pakaian nya seperti yang di minta Bagas.
"Saya tidak niat membeli, saya hanya memancing kamu keluar, kamu nggak akan mau kalau tahu saya klien nya. Kamu suka sama saya, dan saya ingin kamu berubah. "
"Apa Abang juga suka sama saya? bagaimana cara Abang selalu membantu saya."
"Tidak, hanya Anisah yang di hati saya."
"Lantas, kenapa sampai jauh begini? "
"Entahlah, saya tunggu kamu di Pesantren. "
Bagas, langsung memakai jaket nya, dan pergi meninggalkan Meidina di kamar hotel. Sedangkan Meidina masih diam, dengan apa yang di lakukan Bagas merubah nya.
*****
"Hahahhahahah... Mei, sejak kapan kamu insaf? " Ledek Wulan.
"Astaga, kamu tadi berangkat berpakaian seksi, sekarang tertutup semua. " Ucap Eva.
Meidina duduk di sofa, sedangkan yang lain nya pun ikut tertawa, bahkan beberapa pria yang sedang jajan pun ikut tertawa.
"Saya, seperti kerbau yang di tusuk hidung nya, mau mengikuti apa kata dia. "
__ADS_1
"Maksud nya? " Tanya Eva.
"Pria yang memesan saya itu, Pak Kapolsek yang kemarin terjun langsung membantu menangani kasus saya. " Jawab Meidina.
"Serius? terus. " Ucap Wulan.
"Dia bayar ke Mami, untuk merubah saya. "
"Jangan - jangan , tuh cowok suka sama kamu. Nggak mungkin nggak suka. "Ucap Eva.
" Dia udah punya tunangan, bulan depan mereka menikah. "
"Kamu yang suka duluan kan? Kalau kata saya sih, ini tuh kesempatan. "
"Dia tahu, tapi secara logika nggak mungkin dia suka sama saya, kamu kan tahu, saya ini wanita malam. Dan dia meminta saya meninggal kan dunia hitam ini, besok di suruh datang ke pesantren belajar mengaji, shalat dan saya kerja disana jadi juru masak."
"Juru Masak? " Ucap Eva dan Wulan serentak.
"Iya, juru Masak. "
"Dia tahu kamu suka masak, dari siapa? " Ucap Wulan.
"Dari mba Lastri atau Bang Ilham."
"Kamu serius? kalau ini memang ada hati kecil kamu mau mengikuti nya, kalau tujuan nya baik, ikuti saja. Kamu kan suka sama dia, siapa tahu dia akan sedikit demi sedikit membalas cinta kamu. " Ucap Eva.
"Benar, mungkin dia yang mengangkat derajat kamu. atau dia yang menyelamatkan kamu dari dunia hitam ini, kelak akan ada pangeran yang tulus menerima kamu apa adanya, mungkin dia, atau orang baik seperti dia. " Ucap Wulan.
******
Anisah tersenyum saat melihat Meidina datang, Meidina terdiam saat Anisah pun ada di lingkungan pesantren.
"Alhamdulillah, kamu datang juga. " Ucap Anisah dan di senyumin oleh Meidina.
Bagas menatap Meidina begitu sangat berbeda, pakaian yang rapih dan tertutup dengan hijab di kenakan nya. Bagas langsung membuang wajah nya, dan duduk sedikit menjauh dari Anisah dan Meidina.
"Kamu cantik, kamu terlihat anggun di saat aurat kamu tertutup. Apa kamu akan seperti ini terus? "
"Insya Allah, saya akan memakai nya terus."
"Alhamdulillah, Bang lihat. Meidina cantik ya." Ucap Anisah dan di senyumin oleh Bagas.
Anisah mengajari Meidina mengaji, belajar dari awal mengenal huruf hijaiyah. Bagas hanya memperhatikan mereka berdua.
*****
"Kamu membawa dia kemari, dan kamu ingin merubah nya itu tanggung jawab kamu. Tapi ingat, Abi dan Umi tidak ingin di balik semua ini karena ada rasa suka kamu terhadap dia." Ucap Abi Nasril.
"Benar Nak, kamu jangan kecewakan keluarga Anisah, kamu sudah menyetujui perjodohan ini. " Ucap Umi Aminah.
"Saya paham, Abi, Umi. "
"Apalagi, dia menyukai kamu. Cara kamu membawa nya, pasti dia menganggap kamu membalas cinta nya. Dia mau berubah, karena hati dia atau karena kamu? " Ucap Abi Nasir
__ADS_1
.
.