
"Santi, kamu panggil Jhoni, tolong dobrak pintu kamar Meidina." ucap Mami Rosa.
"Baik Mami. " ucap Santi, langsung mencari Jhoni.
"Bang Jhoni. " panggil Santi.
"Ada apa? " tanya Jhoni.
"Bang, tolong dobrak pintu kamar Meidina."
"Kenapa? " tanya Jhoni.
"Meidina, tidak keluar kamar dari semalam sampai sore. "
"Baik." ucap Jhoni langsung berjalan ke arah Meidina.
"Jhoni, tolong kamu dobrak pintu kamar nya. Saya khawatir sama dia terjadi sesuatu."
"Baik Mami, saya akan dobrak. "
Jhoni berusaha mendobrak pintu kamar Meidina, dan berhasil di dobrak nya. Mami Rosa langsung masuk ke dalam kamar Mei, dan terlihat sebuah pil berserakan di lantai.
Mami Rosa melihat Meidina, tertidur dengan mengenakan mukena nya, tangan nya dingin bahkan wajahnya sudah pucat.
"Ya Allah Mei, bangun Mei...!! "
****
"Jadi, Meidina pernah tidur sama Edwin? " ucap Ibu Mira.
"Iya Bu, saya lihat rekaman yang berada di laptop pribadi Om Edwin yang di kirim kan oleh Tante Stefani." ucap Radit.
"Ibu nggak menyangka."
"Pantas saja, Edwin melarang kamu menikah dengan Meidina. Ternyata, terjawab juga alasan nya. " ucap Pak Halim.
"Radit nggak bisa berkata apa - apa, Radit bingung harus bagaimana."
"Bagaimana, kalau saudara yang lain nya tahu, kita mau bilang apa. " ucap Ibu Mira.
"Ayah juga, bingung mau gimana nanti akan hadapi nya, bagaimana kalau sampai bocor, Ayah juga bingung."
"Saya tidak masalah, dia pernah tidur dengan pria mana pun, tapi kenapa harus Om Edwin. Dan kenapa Meidina itu tidak bicara jujur. Disini saya kecewa, kecewa berat. "
"Terus, bagaimana dengan pernikahan yang sebentar lagi akan berlangsung."ucap Ibu Mira.
****
Abi Mulia, Anisah dan Bagas langsung meluncur ke rumah sakit. Saat mendapatkan kabar, Meidina di temukan tidak sadarkan diri di dalam kamar nya.
" Bagaimana Meidina? " tanya Abi Mulia, pada Mami Rosa.
__ADS_1
"Di duga Meidina menelan obat tidur, begitu sangat banyak. Dan mengakibatkan dirinya, tidak sadar kan diri. " Jawab Mami Rosa.
"Obat tidur, bagaimana awal nya bisa seperti ini? " ucap Bagas.
"Dia pulang menangis, setelah pergi keluar dengan Radit. " ucap Mami Rosa sambil terisak.
"Radit." ucap Bagas.
Dokter lalu keluar dari ruang ICU, dan langsung menghampiri keluarga Meidina.
"Dokter, bagaimana putri saya? " tanya Abi Mulia.
"Pasien, menelan obat tidur, terlalu banyak. Dan mengakibatkan jantung nya, mendapatkan serangan jantung mendadak. Pasien, tak sadar kan diri setelah mengalami serangan jantung. Dan untung, masih bisa tertolong walau harapan nya tipis." ucap Dokter menjelaskan.
"Ya Allah Mei, hiks.. hiks.. " Mami Rosa langsung berpelukan dengan Anisah.
*****
Buuugghhhh
Buuugghhhh
"Kamu apakan Meidina, hingga dia seperti itu Radit. " bentak Bagas, dengan menghajar tubuh Radit.
"Mei kenapa? " ucap Radit, bertanya sambil memegang perut nya yang sakit, akibat tendangan dari Bagas.
"Gara - gara kamu, Mei berusaha akhiri hidup nya dengan minum beberapa pil tidur. Dia hampir, kehilangan nyawanya. Sekarang dia di rumah sakit. "
"Mei." ucap Radit langsung bangun, namun Bagas mendorong tubuh Radit hingga terjungkal ke belakang.
"Saya ingin menemuinya. "
"Jelaskan, apa yang terjadi antara kamu sama Meidina? " bentak kembali Bagas pada Radit.
"Ternyata, Meidina pernah tidur dengan Om saya, Om Edwin."
"Apa..!! "
"Karena itu, dan saya ingin dia jujur saja. Gimana rasanya, saat melihat wanita yang saya cintai, tidur dengan Om saya, adik dari Ayah saya. Tidak masalah, dia tidur dengan pria mana pun tapi saat tahu, Om saya pernah tidur dengan nya juga. Saya, saya sesak dada ini. "
"Meidina ingin bahagia, dia tidak pernah merasakan kebahagiaan. Dia memilih kamu, karena kamu dan keluarga kamu, mau menerima nya. Dia tadi nya ragu, dan keraguan ini, terjawab sudah."
"Ijinkan saya bertemu dengan Meidina."
*****
Radit menangis, saat melihat Meidina tertidur, dan tampak tenang. Tangan nya, terasa begitu dingin bak mayat hidup.
"Mei, maafkan Abang. Bukan berarti, Abang ingin melepaskan kamu. Abang, jujur. " ucap Radit menarik nafas nya pelan.
"Abang jujur, hanya ingin kamu bicara langsung di depan Abang, kalau kamu memang pernah tidur dengan Om saya. Kamu cerita, dan Abang juga tidak masalah kan itu. Maaf, kalau membuat kamu seperti ini. Maafkan Abang, maafkan Abang Mei, tolong kamu bangun, katanya kamu ingin bulan madu, di bukit cinta. Abang akan bawa kamu kesana, kamu bangun ya Mei, Abang ingin kamu bawakan makan siang lagi, untuk Abang. "
__ADS_1
Anisah terisak sembari memeluk tubuh Bagas, Mami Rosa pun menangis. Bahkan Abi Mulia hanya bisa menatap diam namun hati nya menangis.
"Bangun Mei, bangun. Abang minta maaf, Abang tidak akan pernah lagi ingin tahu masa lalu kamu. Maafkan Abang, maafkan Mei, hiks.. hiks.. hiks.. "
****
Saat Mami Rosa, menaruh pakaian kotor milik Meidina kedalam tote bag, tak sengaja merogoh saku celana Meidina, saat setelah menggantikan pakaian Meidina, yang di bantu oleh perawat. Dengan model, pakaian kancing depan, sehingga dengan mudah, di lepas.
"Apa ini? " ucap Mami Rosa membuka selembar kertas dan bertuliskan tangan Meidina.
"Untuk Bagas. "
Mami Rosa, langsung memasukan ke dalam tas nya, dan berganti dengan Abi Mulia yang berjaga, sebentar lagi datang.
****
Bagas membuka selembar kertas, dari Mami Rosa, yang menemui nya langsung di Polsek, di mana Bagas Dinas.
^^^Untuk Bang Bagas^^^
Abang,
Entah saat baca surat dari saya, tubuh saya ini, masih berpijak di bumi atau sudah tertidur lama. Maafkan Meidina, kalau Mei ambil jalan ini.
Abang,
Mei, bahagia bisa mencintai dia ,pria yang mau menerima Mei, dengan kondisi seperti ini.
Abang,
Mei, ingin bahagia. Merasakan kebahagiaan itu, walau hanya sebentar. Mei, dapatkan kebahagiaan itu, walau sebentar dari pria yang benar - benar tulus mencintai Mei.
Abang tahu kan, saya tidak bisa memiliki Abang, tapi Mei hampir memiliki Bang Radit. Berharap, Bang Radit pria terakhir di hidup Mei. Saya tahu, Bang Radit kecewa, ini yang Mei takut, kenapa Mei menutup hati.
Bang,
Katakan pada dia, Mei sayang sama Bang Radit, maaf kalau sudah membuat Bang Radit kecewa, tapi memang itu benar.
Katakan juga padanya Abang Radit, sudah menaikan derajat Mei, sebagai wanita terhormat. Cinta, dan kasih sayang nya, Mei tidak bisa balas dalam waktu lama.
Mei, takut Bang Radit kecewa, Mei memilih jalan ini, agar tidak ada masalah dalam keluarga nya. Ini akhir, kisah cinta Mei, akan Mei tutup selama nya...!!!
^^^Meidina^^^
Hiks.. hiks..
"Mei, kamu jangan pergi Mei, hiks.. hiks. . " ucap Bagas, langsung pergi meninggalkan ruangan nya, untuk menemui Meidina di rumah sakit.
Radit masih memegang tangan Mei, tangan yang tidak bergerak, bahkan hanya bunyi alat medis yang berbunyi menandakan detak jantung Meidina masih berdetak.
.
__ADS_1
.
.