Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Kisah Sempurna


__ADS_3

"Mei, ini ada sesuatu buat kamu." ucap Mami Rosa memberikan sebuah cincin pada Meidina.


"Apa ini Mami? " tanya Meidina melihat sebuah cincin berliontin baru zamrud.


"Ini cincin, Mami yang di berikan oleh Almarhum suami Mami. Dia memberikan, saat melamar Mami."


"Nggak Mami, ini kenang - kenangan dari dia. Mami simpan saja."


"Tidak, Mami sengaja, ingin memberikan nya pada orang yang, menemani hari tua Mami. Kamu, kamu yang menemani Mami selama ini. Hanya kamu, keluarga Mami. Tolong kamu pakai, dan selalu ingat Mami, suka duka kita sama - sama. "


Meidina memeluk tubuh Mami Rosa, terdengar Mami Rosa terisak, Meidina mengusap pelan punggung Mami Rosa.


"Mami, terima kasih, sudah merawat Mei hingga sekarang. Bagi Mei, Mami tetap lah orang tua Mei, walau bukan terlahir dari rahim Mami. "


"Makasih sayang, terima kasih. " ucap Mami Rosa melepas kan pelukan Mei.


"Sekarang, kamu siap - siap, sebentar lagi calon suami kamu datang. Rapihkan Make up nya, gara - gara Mami kamu jadi berantakan."


"Mami sih, bikin Mei ingin nangis."


"Maafkan Mami."


Saat Mami Rosa pergi, Meidina membetulkan Make up nya, terlihat cantik dengan kebaya putih pengantin, hijab yang menutupi kepala nya, terhias sebuah mahkota dan melati. Pintu terbuka, Bagas masuk dengan tersenyum.


"Abang." ucap Meidina membalikkan tubuh nya.

__ADS_1


"Mei, selamat ya, akhirnya kamu menemukan hari bahagia juga."


"Abang." ucap Meidina, Bagas mendekati nya.


"Abang lega sekarang, kamu jatuh di pelukan pria yang tepat. Abang, ikut merasakan sangat bahagia. "


"Abang, makasih ya. Sudah membawa Mei berhijrah sekarang. Tak ada Abang, mungkin Mei, tidak akan seperti ini."


"Mei, Abang sayang sama Mei, tapi sekarang rasa sayang itu telah berubah, sayang pada saudara. Abang akan tetap selalu ada untuk Mei, kapan pun, Abang akan selalu siap disaat Mei ingin lari dari masalah. Tangisan Mei, akan abang tampung, dan akan Abang jadikan sandaran untuk kamu. Jangan pernah, berfikir kamu sendiri, Abang akan selalu ada buat Mei. "


Ceklek


"Pak Radit sudah sampai. " ucap Anisah, dan melihat Bagas sedang berjongkok di depan Meidina.


"Yuk, Abang antar kamu. "


Radit yang sudah duduk di depan Meja untuk proses akad Nikah. Melihat Meidina datang,bersama dengan Bagas.


"Radit, saya serahkan Meidina pada kamu. Jaga dia, sayangi dia , cintai dia. Jangan kamu sakiti dia. "


"Saya akan menjaga dan mencintai Meidina, hingga nafas ini berakhir. "


Bagas dan Radit tersenyum, Bagas meraih tangan Anisah, dan lalu duduk bersama nya. Untuk menyaksikan proses akad nikah.


Radit mengucapkan janji suci pernikahan, terlihat sangat khidmat. Saat kata Sah, terlihat tampak bahagia kedua membelai. Bagas dari jauh tersenyum, dengan menggenggam erat tangan Anisah.

__ADS_1


Radit mencium kening Meidina, terlihat tampak begitu sangat bahagia. Abi Mulia begitu sangat senang, melihat putri nya kini telah menemukan pelabuhan terakhir.


Mami Rosa tak henti berkaca - kaca, hingga meneteskan air mata nya, melihat putri angkat nya, kini telah menikah.


"Sayang, kita sekarang resmi menjadi suami istri. " bisik Bagas.


"Akhirnya menyandang status Nyonya Radit."


Radit tersenyum lalu, mengecup kening Meidina, dan berpelukan erat. Semua keluarga tampak begitu sangat bahagia, akhir cerita cinta yang penuh dengan lika liku, kini bersatu dalam satu ikatan suci.


****


Radit mencium bibir Meidina , saat mereka kini berada di dalam kamar pengantin mereka. Setiap lengkuk tubuh, tak terlewat, hingga Meidina mendorong pelan tubuh suami nya.


"Kenapa sayang? " tanya Radit saat sedang mode on


Meidina meneteskan air mata nya, dan Radit begitu sangat panik. Di usap air mata yang membasahi kedua pipi nya.


"Kenapa? "


"Saya, baru merasakan pria yang memperlakukan saya, begitu sangat lembut dan penuh kasih sayang. Ini pertama saya rasakan, walau Abang merasakan nya, kalau saya bukan.. "


"Sssstttt.. jangan pernah bicara lagi, kita sekarang sudah membuka lembaran baru." Bagas langsung kembali mencium bibir Meidina, dan kini mereka hanyut dalam lautan cinta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2