Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Cinta Di Atas Cinta


__ADS_3

Bersama Bagas, Meidina datang. Dimana Meidina menatap orang - orang yang sudah, menikmati tubuh nya secara paksa. Terlihat Roky, yang berada di sudut dalam penjara sedang tergeletak lemas. Roky, tersangka yang di pisahkan dari tersangka lain nya, karena kondisi nya yang sedang sakau.


"Mei." Panggil Roky.


"Maafkan saya Mei. "Ucapnya kembali.


Meidina menggepalkan kedua tangan nya, dan menatap beberapa orang yang sudah menjamah nya secara paksa.


"Mati kalian..!! " Bentak Meidina.


"Kalian jahat, walau saya wanita penghibur, penyalur nikmat surga dunia, saya pun masih punya harga diri. Tidak terima dengan perlakuan kalian...!!! "Ucap lantang Meidina.


Aaaaaaaaaaaa


Teriak Meidina dengan menutup kedua telinga nya, dan lalu melemparkan kursi dan barang - barang yang ada di atas meja, penjaga penjara langsung di lempar ke arah mereka.


Braaaakkk


Praaaannngggg


"Stop Mei, stop. " Ucap Bagas langsung menarik tubuh Meidina, untuk di tenangkan.


"Hentikan Mei, jangan kamu habiskan tenaga kamu untuk menghajar mereka. Biar hukum yang akan bertindak , dan satu lagi Tedi, yang otak dalang per********sa sedang dicari dan katanya dia ada di luar negeri. Polisi kita, bekerja sama dengan kepolisian sana. Untuk membantu menangkap nya. " Ucap Bagas.


"Mereka, mereka harus di hukum mati, mereka sudah menyiksa saya. "


"Iya, sekarang kamu tenang, kita ke ruangan teman Abang. Kita pinjam ruangan nya, tenang ya. "


Di dalam rungan, Bagas memberikan minuman pada Meidina, wanita yang kini berhijab dengan tubuh yang gemetar, terus memegang botol mineral nya.


"Semua nya akan berakhir. "


Meidina menatap ke arah Bagas, dengan mata yang berkaca - kaca lalu menundukkan wajah nya.


"Terima kasih. "Ucap Meidina pelan.


" Sama - sama. "


"Sekarang, kamu minum lagi ya. Kamu tenang, jangan takut. Kamu kan tahu, saya akan selalu ada untuk kamu. "


"Abang selalu ada untuk saya, tapi tidak akan pernah bisa saya miliki. "


"Abang hanya, bisa mencintai kamu dengan cara seperti ini. Maaf kan Abang, kalau cinta kita seperti ini saja. "


Meidina tersenyum, dan mengeratkan botol minuman nya, Bagas pun yang duduk di depan nya pun, ikut tersenyum.


*****


Anisah menyambut suami nya, yang dua hari baru saja pulang, Anisah mengikuti langkah Bagas hingga mereka sama - sama berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Bagaimana kasus Meidina? "


"Tinggal satu orang yang, belum tertangkap. Karena dia ada di luar negeri, tapi kepolisian kita sedang mengejar nya. "


"Mas sampai lupa pulang, hanya mengirim pesan. "


Bagas menoleh ke arah Anisah, dan langsung duduk di samping istri nya. Tangan nya menggenggam tangan Anisah, yang kini istri nya hanya diam menatap ke arah cermin.


"Maafkan Mas. "


"Kenapa Mas, tidak menikahi nya saja? " Ucap Anisah dan Bagas melepaskan genggaman tangan nya.


"Maksud kamu? "


"Kalau Mas, ingin menikahi nya saya setuju. Dari pada Mas, seperti ini terus. Mungkin dengan nikah siri, itu lebih baik. "


"Kamu tidak asal bicara kan? dan kamu tahu aturan di Kepolisian tidak boleh memiliki istri dua. "


"Bisa saja Mas, bisa saja. Asal tidak ketahuan, tapi status nya istri siri. "


"Lantas, anak nya nanti? kamu nggak berpikir kalau Mas sama dia punya anak? "Ucap Bagas.


" Kamu jangan asal bicara, untuk Mas Berpoligami. "Ucap Bagas.


"Jangan memikirkan anak dulu, kalau Mas cinta saya ikhlas di madu. "


"Seharusnya, kamu pikir seribu kali kata - kata kamu. Tidak mudah kamu ucapkan, membagi cinta dengan wanita lain, hati harus kuat."


"Tapi Mas, nggak ada pikiran untuk menikahi nya. "


"Kalau tidak mau, tinggalkan dia. Jangan ikut langsung kasus nya, cukup sampai disini."


******


Mei sudah kembali ke rumah. Namun Mei tidak kembali rumah keluarga Bagas, melainkan ke rumah Mami Rosa.


Mei duduk samping jendela kamar nya, sedangkan Mama Rosa merapikan seprei yang akan di tiduri oleh Meidina.


"Mami, sengaja bawa kamu kemari itu. Karena Mami, tidak mau kamu ada di sana. Bagaimana juga, Mami ini adalah keluarga kamu. Rasanya nggak pantas, kamu tinggal disana. Bukan nya apa, kamu sama Bagas saling mencintai, dan istri nya tahu. Mami lebih condong ke perasaan istri nya, maaf kalau Mami lancang. "


"Nggak apa - apa Mami. "


"Sekarang, kamu jangan lah kembali ke dunia malam. Dunia kamu adalah dunia siang, kamu sudah berhijrah. Cukup sampai disini, kamu boleh memilih mau kemana kaki kamu melangkah, tapi bukan kembali ke dunia yang kemarin. "


"Saya tidak punya tujuan Mami, rumah saya hanya disini. Saya capek Mam, capek. "


"Kalau begitu, Mami keluar kamar dulu ya."


Saat keluar kamar, Ilham dan Lastri sudah duduk di sofa. Lastri dengan perut besarnya, sesekali berdiri karena rasa sesak dan capek.

__ADS_1


"Mami, Mei, bagaimana?" Tanya Lastri.


"Dia sekarang, banyak diam. Setelah kejadian itu, mungkin dia teringat kembali bagaimana kejadian pertama sekarang terulang lagi. " Jawab Mami Rosa.


"Semoga, Mei kembali seperti dulu. Ceria dan tidak lagi meneteskan air mata nya. " Ucap Mami Rosa kembali.


"Hanya Bagas, hanya dia yang bisa membuat nya kembali tersenyum. " Ucap Ilham.


"Bang, jangan bawa - bawa dia. Nggak pantas, kita libatkan orang yang sudah menikah. Biar Meidina, hidup seperti ini. Merasakan cinta sendiri itu lebih baik. Lebih baik begini Bang, tidak akan terasa sakit begitu dalam. " Ucap Lastri.


"Benar kata Lastri, jangan bawa - bawa lagi Bagas."


******


"Saya tidak bersalah, kalian akan saya tuntut balik. " Ucap Pak Tedi dengan suara lantang.


"Silahkan tuntut balik, kami tidak takut. " Ucap Bowo.


Bagas datang, dan langsung membuka ikat pinggang nya, di ayunkan ikat pinggang tersebut ke arah nya.


Ceeeetaaaasssss


Aaaaarrrrrggghhh


"Enak kan? "Ucap Bagas, yang mengingat punggung Meidina banyak luka cambuk.


Ceeeeettttaaaaassss


Aaaaaarrrrrggghhh


" Ini kan, yang kamu lakukan pada Meidina, menikmati tapi sambil menyiksa. " Bentak Bagas.


Ceeeeettttaaaaassss


"Hahahahaha... dia pantas dapatkan perlukan seperti itu. "


Buuggghh


Bagas menendang dada Pak Tedi, hingga terdorong ke belakang, Bagas lalu menarik kerah pakaian nya.


"Kamu tahu, apa penyebab nya kalau kamu melakukan nya pada Meidina. Kamu berhadapan dengan saya. Kamu tahu, Meidina itu kekasih saya. "


"Hahahahahah... apa Pak Polisi tidak salah bicara, wanita bekas banyak pria Pak Polisi suka. Jangan - jangan Pak Polisi pernah mencicipi nya. "


Plaaaaakkkk


"Mei tidak serendah itu, dimata saya. "Bentak Bagas.


.

__ADS_1


.


__ADS_2