Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Mencari Bukti kembali


__ADS_3

"Ada apa Bapak kemari? " Tanya Mami Rosa saat Pak Frans datang ke rumah nya.


"Saya kangen sama Meidina." Jawab Pak Frans.


"Kangen? Setelah menjadi pria bodoh, sekarang bilang kangen sama Meidina. Maaf Meidina tidak ada. "


"Kamu jangan bohong Rosa, apa kamu tidak ingat, kalau usaha kamu bisa besar itu karena saya? "


"Oh.. jadi anda mengungkit nya. Ok saya akan kembali kan modal nya sama Bapak. Mau cash atau transfer? "


"Sombongnya kamu, mentang - mentang sukses menjadi wanita penghibur kelas Kakap, ingat Azab. "


"Saya baru tahu asli anda seperti ini, sok mengingat kan. Kita ini bukan orang yang sok munafik tentang dosa, kita sama - sama pendosa. Dulu, anda itu lebih suka memuja Meidina, bahkan ingin di jadikan istri. Tapi apa, saat Meidina di siksa oleh Stella yang ada Bapak hanya diam, bahkan tidak menanyakan bagaimana kabar atau apa, hanya uang yang penting di mata Pak Frans. "


"Saya cerai dengan Zahra, saya ingin minta maaf pada Meidina, saya ingin kembali padanya. "


"Maaf Meidina tidak ada, dia sudah tidak jadi wanita malam lagi. "


"Dimana dia sekarang? "


"Bapak cari saja, di tempat orang pecandu barang haram. "


"Maksud kamu, Meidina pemakaian sekarang?"


"Iya, kenapa? "


"Masih mau sama Meidina? "


******


"Bagaimana kondisi nya? " Tanya Bagas saat pagi sebelum berangkat menyempatkan untuk mampir ke rumah sakit, dimana tempat rehabilitasi Meidina.


"Dia sedikit demi sedikit berangsur bisa menguasai, tapi masih belum bisa terbebas 100 persen. Setiap hari dia akan merasakan sakau, Bapak tahu gimana dia kalau sedang kambuh. " Ucap Dokter Sinta.


"Dok, kalau dia bangun. Tolong kasih ini buat dia. "


"Kenapa tidak kasih sendiri saja? "


"Dokter saja, bilang saja dari saya. "


"Baik Pak, nanti kalau sudah bangun saya akan kasih ke Meidina. "


"Terima kasih. "


"Sama - sama. "


Meidina pun bangun, saat perawat dan Dokter masuk untuk mengecek kondisi nya, Dokter Sinta menaruh Paper bag yang di Bagas.


"Apa itu Dok? " Tanya Meidina.


"Ada titipan dari orang spesial. " Jawab Dokter Sinta.


"Siapa? "


"Siapa lagi, kalau bukan Pak Polisi tampan yang selalu tidak pernah absen untuk datang kesini. "


"Bang Bagas. "


"Iya." Ucap Dokter Sinta sambil memberikan sebuah suntikan pada Meidina.


"Saya iri loh, melihat kamu di perhatikan sama dia. "


"Dia bukan pacar saya. "

__ADS_1


"Tapi dari cara nya. "


"Dia sudah punya tunangan, bahkan mau menikah. "


"Orang yang sudah menikah bisa saja, mencintai selain pasangan nya, apalagi ini belum menikah sama sekali. Gaya tubuh manusia tidak bisa di bohongi, begitu juga sama kamu. "


Setelah Dokter Sinta pergi, Meidina mengambil Paper bag, dan melihat isi nya. Meidina melihat sebuah box makan berisi nasi goreng, dengan telor berbentuk hati.


Di makan ya, semangat untuk sembuh.


Meidina tersenyum saat melihat sebuah tulisan di secarik kertas, dan langsung saja memakan nya, wajah nya tampak bahagia saat memakan nasi goreng yang di bawakan oleh Bagas.


*****


"Bos, tolong kasih saya, barang nya. " Ucap Roky yang sudah merasakan sangat tersiksa.


"Kamu mau ini? " Ucap Seorang pria dengan menutupi wajah nya dengan masker dan kacamata hitam.


"Tolong berikan pada saya. "


"Katakan dulu, sejak kapan kamu kasih barang ini untuk konsumsi Meidina? "


"Belum lama, hanya baru beberapa minggu."


"Tapi dia sudah ketergantungan? "


"Dia konsumsi tiap hari. "


"Kamu bawakan dia pada saya, dan saya akan kasih kamu gratis. "


"Nggak, lebih baik saya disiksa begini. "


"Hahahahaha... kamu bilang, kamu sahabat Meidina. Tapi kamu menjerumuskan nya, kamu itu itu benar - benar sahabat yang baik ya. "


"Atau kamu ingin saya tembak. " Ucap nya kembali.


"Baik, saya tidak akan berikan kamu. "


"Bos, selama ini saya pakai, dan menjual nya juga. Selama ini mulus dari pantauan Polisi. Tolong, berikan untuk saya. " Ucap Roky terus memohon.


"Katakan dimana dia? "


"Saya tidak tahu. "


"Katakan, atau saya tidak kasih ini untuk kamu. "


"Di - dia di rumah sakit narkotika, dia sedang di rehabilitas disana. "


Pria itu melemparkan barang yang di minta Roky dan dengan segera Roky memakai nya dan merasakan sangat lebih baik. "


*****


Anisah pun pulang, dengan disambut kedua orang tua nya, dengan rasa bangga Anisah menjadi juara pertama dalam lomba MTQ tingkat internasional.


"Assalamu'alaikum Abi, Umi. " Anisah langsung mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


"Alhamdulillah, kamu akhirnya pulang dengan selamat, dan jadi juara. " Ucap Abi Mulia.


"Alhamdulillah, hadiah ini Anisah persembahkan untuk Abi sama Umi. "


"Terima kasih Nak. " Ucap Abi Mulia.


"Sekarang kita pulang yuk, kita rayakan di rumah. Umi sudah masak spesial buat kamu."Ucap Umi Salmah.

__ADS_1


"Makasih Umi, Anisah juga kangen masakan rumah. " Ucap Anisah sambil padangan nya mengedar di seluruh Bandara.


"Kamu cari siapa? " Tanya Umi Salmah.


"Saya cari Mas Bagas, dia nggak ikut jemput?" Jawab Anisah kembali bertanya.


"Kata siapa, nggak ikut jemput. "


Anisah menoleh kebelakang, dan tersenyum ketika calon suami nya berada tepat di depan nya. Sebuah buket bunga di berikan nya, untuk Anisah.


"Makasih Mas. "


"Sama - sama, selamat ya. "


*****


"Jadi dia sekarang sedang dalam tahap pengobatan? "


"Iya, Mas nggak sanggup dek lihat dia tersiksa, kamu pasti pernah dengar kan, bagaimana pecandu itu ingin sembuh dari ketergantungan."


"Dia sudah lama pakai? "


"Belum lama, tapi dosis nya tinggi, dia konsumsi setiap hari, dan sehari nggak pakai dia sakau. "


"Katanya, kalau pecandu kuat ya nggak makan. "


"Mas lihat saat dia sedang sakau, dia mencoba melukai tangan nya sendiri, karena mungkin habis stok dia. "


"Mas nggak cari tahu, siapa yang memberikan barang haram itu untuk Meidina? "


"Mas sedang menyelidiki, siapa dan dari siapa. "


*****


"Mami, ada Polisi ingin merazia tempat ini." Ucap Wulan.


"Ada surat nya? " Tanya Mami Rosa.


"Mami keluar saja. " Jawab Wulan.


Mami Rosa berjalan keluar, dan ada sekitar 10 orang Polisi yang sedang berada di dalam Club milik nya.


"Malam, bisa saya bantu? " Ucap Mami Rosa.


"Bu, kami dari Polsek mengadakan razia gabungan bersama Polres untuk memeriksa pengunjung, yang membawa obat - obat an terlarang. " Ucap Bayu, yang malam ini memimpin Razia gabungan.


"Silahkan, karena seperti kemarin Club saya itu bersih. "


"Terima kasih Bu, untuk kerja sama nya."


Mami Rosa diam, dan mengedarkan pandangan nya, terlihat dari jauh Roky keluar dari kamar mandi, mata Mami Rosa memberikan isyarat pada nya. Roky dengan pelan, berjalan mundur untuk menghindari Polisi.


"Gawat, kalau sampai tahu saya pemakai, bisa di tangkap. " Ucap Roky langsung berlari mencari tempat persembunyian.


Satu persatu, pengunjung di minta cek urine. Dan Polisi pun menemukan beberapa pengunjung yang positif menggunakan obat terlarang.


"Kamu Positif he*****in" Ucap Bayu.


"Saya bukan pemakai. " Elak pria tersebut.


"Ini hasil nya positif. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2