Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Hargai Dia


__ADS_3

"Mas, kira - kira siapa ya, yang di sukai sama Meidina?" Ucap Anisah saat perjalanan pulang.


"Mana Mas tahu, kenapa kamu nggak tanya." Ucap Bagas sambil menyetir mobil nya.


"Meidina nggak buka, siapa pria yang di sukainya, kalau tahu sih bantu dia untuk dekat , siapa tahu pria itu bisa mengangkat derajat nya Meidina, bisa membimbing nya."


"Kalau pria itu mau menerima, kondisi nya yang sebenarnya, kalau tidak gimana? "


"Benar juga ya Mas, Meidina itu berhak Mas untuk di cintai, bukan untuk di mainkan atau di sakiti. "


"Seandainya kamu tahu, siapa yang di sukai Meidina, kamu pasti akan marah dan menjauhi Meidina. Teman kamu itu mencintai Mas, yang di maksud nya adalah Mas. " Ucapan Bagas dalam hati nya.


*****


"Maaf Ibu cari siapa? " Tanya Lastri.


"Saya mencari Meidina, saya dapat kan alamat nya dari kampus dia kuliah. " Jawab seorang wanita.


"Ini rumah nya, di sebelah saya. Dan itu Meidina nya baru pulang dari warung. " Tunjuk Lastri.


Meidina mendekat, saat melihat Lastri menunjuk ke arah nya, Meidina dengan sopan tersenyum ke arah wanita tersebut.


"Mei, ada yang cari kamu. Mba tinggal ke dalam ya. "


"Oh iya mba Lastri, makasih ya. " Udah Meidina.


"Maaf, Ibu cari saya? Ibu siapa ya? " Tanya Meidina.


"Kenalkan, saya Zahra istri syah dari Frans pemilik PT Global Mandiri. " Jawab Ibu Zahra dengan angkuh, dengan mengulurkan tangan nya, untuk berjabat tangan, dan Meidina membalas nya.


"Masuk Tante. " Ajak Meidina.


Ibu Zahra masuk kedalam rumah Meidina, melihat isi rumah yang kecil dan sederhana, dan terlihat banyak terdapat tas mewah dengan harga yang fantastis bahkan limited edition .


"Frans, sering kesini? "


"Tidak Tante, Om Frans tidak pernah kesini."


"Itu tas di belikan suami saya kan? soalnya kamu nggak akan bakal mampu, beli tas seperti itu. "


"Itu pemberian Om Frans buat saya, tapi ada beberapa saya beli sendiri. "


"Tetap saja, uang nya dari suami saya. "


Meidina hanya diam, dan menundukkan kepala nya, sedangkan Ibu Zahra menatap tajam ke arah Meidina.


"Berapa kali, kamu di tiduri Frans? "

__ADS_1


"Saya tidak menghitung nya. "


"Murah sekali kamu, hanya melebarkan kedua kaki kamu, dan kamu dapat kan semuanya dari para lelak yang tiduri kamu. "


"Saya dapat kabar dari Stella, dia berhasil menghajar wanita yang menjadi biang retak nya rumah tangga saya. Ternyata kamu, begini saja rupanya. Body sih cantik, wajah cantik tapi sayang, murahan dan sampah. Kalau kamu wanita terhormat, saya nggak akan masalah kan dan menerima kamu sebagai Ibu tiri nya Stella, tapi kalau begini nanti dulu lah. " Ucap Ibu Zahra kembali.


"Sekarang saya ada uang 3 milyar, saya kasih kamu cek. Tinggalkan suami saya, dan pergi jauh dari sini, dan kamu jangan kuliah di tempat anak saya. Kamu tidak pantas, kuliah disana, dan saya itu adalah salah satu pemilik yayasan dari tiga nama, Universitas yang kamu sedang tempuh pendidikan. Dengan pihak kampus, sudah di rapat kan, agar kamu di keluarkan." Ucap nya kembali.


"Tolong Tante, jangan keluarkan saya dari universitas, saya hanya ingin belajar. Saya akan jauhi Om Frans, dan uangnya saya tolak, tapi jangan keluarkan saya dari sana. "


"Maaf, tidak bisa. Keputusan sudah bulat, pihak kampus pun setuju, jadi kamu jangan main - main, sama saya dan anak saya. Ini akibat nya, ingat kamu itu sampah nggak pantas kuliah di tempat orang terhormat. Walau kamu pintar, dimana - mana akan pikir dua kali untuk terima kamu. "


Meidina bersujud di kedua kaki Ibu Zahra, namun Ibu Zahra menendang tubuh nya, hingga Meidina terdorong ke belakang.


"Jangan sentuh kaki saya, kotor. " Ibu Zahra mengelap kedua kaki nya dengan tissue bahkan menyemprotkan nya dengan sanitizer.


"Maaf, satu takut penyakit nya menular. "


Dari luar, Bagas mengintip saat apa yang terjadi pada Meidina. Hati nya sangat teriris apa yang terjadi pada wanita yang menyukai nya. Bagas langsung pergi, dan menaruh makanan untuk nya.


"Bang Bagas. " Panggil Lastri saat Bagas buru - buru pergi dengan motor nya.


Tamu yang menemui Meidina keluar, dan pergi begitu saja. Lastri langsung membawa masuk, kantong kresek yang diletakkan oleh Bagas di atas kursi.


"Mei." Panggil Lastri, terlihat Meidina menyekat kedua matanya yang terlihat sembab.


"Nggak apa - apa, ada apa mba? "


"Ini Bang Bagas, tadi seperti nya ingin kasih kamu ini, tapi dia pergi begitu saja. "


"Makasih ya mba. "


"Iya, kalau kamu butuh seseorang untuk curhat, mba bisa jadi pendengar setia. "


"Makasih mba, saya hanya ingin sendiri dulu."


*****


"Saya Bagas, kapolsek Leuwiliang. "


"Ada perlu apa Pak? "


"Saya kemari, bukan sebagai seorang polisi. Tapi saya kemari sebagai seorang pria yang menghargai seorang wanita. "


"Maksud nya? "


"Sudah lama, dari kemarin saya ingin bertemu dengan bapak, karena saya anggap bukan masalah saya, tapi makin kesini, terlihat seperti tidak memiliki etika bahkan tidak terlihat orang berpendidikan. "

__ADS_1


"Maksud kamu apa? jangan bertele - tele. "


"Bapak, kenal Meidina kan? "


"Kenapa lagi dia? "


"Bapak katanya cinta sama dia, bahkan tidak ingin melepaskan nya. Sekarang dia sedang terpuruk, apa bapak diam saja? atau hanya anggap Mei itu mainan, jadi tergeletak begitu saja. "


"Bagaimana dia? "


"Bapak tidak ingin melihat nya langsung? "


"Saya akan transfer uang, untuk segala kerugian nya. "


"Bapak anggap, dia bisa di ukur dengan uang dan uang. Dia sudah memberikan kepuasan kan untuk Bapak, kalau bapak berniat baik ingin mengajak nya serius, bukan seperti ini. "


"Dia nya tidak mau, di jadikan istri sama saya, terus saya harus bagaimana? saya hormati dia, tapi dia sudah beberapa kali buat kesalahan. Saya pantas tegas, karena saya bayar dia, saya pantas berbuat sesuka hati saya, karena yang terpenting bayar. Saya memang, klien dia yang spesial, karena hanya saya yang perlakukan dia dengan baik tapi dia tidak menuruti perintah saya, berhak saya hukum, malah hukuman nya di menikmati karena ada rasa kepuasan, salah nya dimana?"


"Tolong hargai dia, bila bapak memang sayang sama Meidina, tengok dia. "


*****


"Tolong buatkan surat penangkapan atas nama Stella Amanda, atas kasus penganiayaan Meidina di apartemen Grand Mediterania . " Perintah Bagas pada anak buah nya.


"Siap komandan. "


"Ini, bukti rekaman CCTV nya, saya ingin kasus ini di naikan, dan langsung jadi akan dia tersangka, dan bawa kedua teman nya juga, mereka juga terlibat. "


"Siap komandan, perintah akan saya laksanakan. "


"Saya bantu kamu, kedua kali nya Mei. Saya tidak ingin melihat kamu, begitu menderita. " Ucap Bagas dalam hati nya.


*****


"Maaf, kami mengeluarkan kamu. Dengan sangat menyesal, kami tidak bisa mempertahankan kamu, padahal kamu adalah Mahasiswi yang berprestasi. " Ucap salah satu bagian Tata Usaha.


"Baik bu, nggak apa - apa, mungkin saya memang harus sampai disini. "


"Maaf kan Ya Mei, sebenarnya kami tidak masalah kamu itu bekerja di sebuah Club sebagai pelayan minuman, selagi kamu masih mentaati aturan disini. Tapi maaf sekali, karena pihak Yayasan meminta kamu di keluar kan."


"Iya Bu, saya paham. Kalau begitu saya pamit."


"Hati - hati Mei. "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2