
"Bang, kantor polisi banyak cewek cantik dan seksi dalam rangka acara apa sih? " Tanya Bowo.
"Mereka kan teman - teman nya si Meidina." Jawab Ilham.
"Oh.. pantas saja, kayak nya mata langsung fresh gitu lihat nya. "
"Dasar gatel kamu. "
"Hahahaha.. gratis Bang, kalau colek nanti kan bayar. "
"Hus, kalau ngomong. Dengar komandan kita langsung kena hukuman tahu. "
Bagas berjalan mendekati kedua anak buah nya, dan langsung menepuk punggung kedua nya.
"Bicara apa tadi? " Ucap Bagas.
"Siap salah Komandan. " Ucap kedua nya.
"Mata kalian pasti lagi sakit kan, di rumah ada yang lebih cantik. " Sindir Bagas.
"Bukan saya, tapi Bowo. " Ucap Ilham.
"Kok Saya sih Bang. "
"Kan kamu, yang bilang, memandang gratis, colek bayar. "
"Iya, tapi kan bercanda. "
"Sudah, saya hanya ingin kalian berdua cari informasi tentang Pak Mario, Steven anak nya dan dua orang pemakaian yang kemarin tertangkap. " Perintah Bagas.
"Siap komandan, kami akan laksanakan perintah komandan. " Ucap Ilham.
"Saya yakin, masih banyak sesuatu yang di sembunyikan mereka. "
*****
"Mei, nggak ada kamu, Club sepi. " Ucap Wulan.
"Kenapa? " Tanya Meidina.
"Kamu kan, yang jadi maskot Club, pelanggan kamu, sekarang nggak datang. " Jawab Wulan.
"Benar, saat mereka tahu kejadian nya, mereka ingin mencabik - cabik tuh si steven." Ucap Eva.
"Kamu kan pernah di booking sama dia, apa dia kasar? "
"Kasar saat di kasur, dia menyiksa dulu sebelum akhirnya di duduki oleh dia. "
"Pantas, memperlakukan saya seperti itu."
"Kalau kamu tahu, Om Mario itu memiliki penyimpangan juga. " Bisik Eva.
"Maksud nya? "
"Pernah pakai si Siska, katanya lebih suka berfantasi melihat orang melakukan. hubungan, katanya lebih bergairah. "
"Serius? "
"Serius."
*****
"Ini buat kamu. "
Meidina menerima minuman dingin dan roti isi daging, yang di belikan sengaja oleh Bagas untuk Meidina.
__ADS_1
"Bapak baik banget sih sama saya? "
"kamu jangan ke geer an, karena saya kasihan saja lihat kamu. "
"Tapi makasih loh Pak. "
"Iya, makan tuh, nanti sih kalau sudah sampai lapas, kamu tidak akan bertemu sama saya lagi. "
Meidina hanya tersenyum sendu dan memakan pemberian dari Bagas, sedang kan Bagas melirik sekilas lalu mengalihkan kembali pandangan nya.
*****
"Ngaku kamu. " Bentak Ilham pada seorang pria.
"Saya tidak tahu Pak, sumpah saya tidak tahu." Ucap nya.
"Ngaku tidak...!!! Kalau tidak saya tembak kepala kamu. " Bentak Ilham kembali.
"Sumpah Pak, benar saya tidak tahu. "
"Kamu lebih baik mengaku, kalau kamu mengaku kami akan melepaskan kamu. " Ucap Bayu.
"Tapi saya tidak tahu, sumpah. "
"Toni, keluar kan teman nya. " Perintah Bayu.
Masuk seorang pria, yang pernah di penjara bersama Odi, pria yang terjaring saat Razia di Club Casablanca.
"Ini teman kamu kan? " Tanya Bayu.
"Benar, Adi teman saya. " Jawab nya.
"Kamu kenapa di bawa kesini? " Tanya Bayu kembali.
"Saya tidak tahu. " Jawab Adi.
"Saya tidak tahu. "
Braaaakkkk
Ilham menggebrak meja, hingga para anggota lain yang berada di ruangan terkaget mendengar suara gebrakan meja.
"Kalian kalau tidak mau jujur, penjara sudah terbuka lebar. " Ucap Ilham.
"Jujur, kalau tidak saya pukul. " Ancam Ilham.
Bagas pun masuk, dan langsung mengambil kursi dan duduk di depan mereka berdua, dan melemparkan beberapa photo dan artikel.
"Odi dan Adi, kaki tangan Pak Mario, bekerja sebagai pengusaja kayu, dan anggota Legislatif. Pernah terlibat kasus korupsi namun terbukti tidak bersalah. Ada beberapa bukti, tapi di permainkan. Wow.. hebat ya, pantas saja kalian juga bisa bebas. Steven putra satu - satu nya, dia seorang mahasiswa jurusan Ekonomi, namun DO karena sebuah kasus pelecehan, tapi bebas. Hebat ya, hukum bisa di permainkan, pantas Meidina membela dirinya karena perlakuan yang tidak senonoh dan seenak nya sendiri. " Ucap Bagas.
"Kalian mau pilih hukuman ringan atau hukum sedang atau hukuman berat? Tinggal pilih saja, non paket. Kalau kalian tidak mengaku juga, Saya akan jebloskan kalian ke hukuman berat, bisa jadi hukuman mati atau seumur hidup. " Ancam Bagas.
"Baik saya mengaku, tapi setelah mengaku tolong kami, karena nyawa kami pasti terancam. " Ucap Odi.
"Benar Pak, kami minta penjagaan."
"Katakan? " Ucap Bagas.
"Orang di balik ini semua, adalah Ibu Meli, kekasih Pak Mario. Dia seorang pengacara, yang selalu memutar balikkan fakta. Sehingga bukti - bukti seperti real bahwa itu sesuai dengan kejadian nya, dia permainkan. " Odi menjelaskan.
"Dan, Bandar serta pengedar juga Steven. " Ucap Adi.
"Apalagi yang kalian tahu? " Tanya Bagas.
"Hanya itu saja. " Ucap Adi.
__ADS_1
"Kalian awasi wanita yang bernama Meli, kita kumpul kan bukti. Kalau sudah berhasil bukti itu terkumpul, kita bisa memasukkan Pak Mario kedalam penjara, bersama Steven dan pengacara nya. "
"Bagaimana dengan Meidina? "
"Dia bisa bebas, karena melindungi dirinya, kita juga bawa korban pelecehan itu, sebagai penguat kalau Steven itu bersalah. "
*****
"Kamu sore banget baru pulang, Umi kira pagi kamu pulang dulu. "
"Banyak yang belum selesaikan Umi. "
Bagas duduk di depan meja makan, dan mengambil piring untuk makan sore nya, karena sejak pagi , perut Bagas belum terisi nasi.
"Keluarga calon istri kamu, bilang sama Abi dan Umi, kalau pernikahan nya di majukan , pengajuan kan sudah." Ucap Umi Aminah.
"Apa kata Abi sama Umi, yang terbaik saja."
"Apa kamu tidak ingin, mengenal dekat lagi sama dia? "
"Kan lewat chat, kita hampir setiap hari. "
"Tapi pertemuan kalian kan, baru sekali, bahkan sering datang ke pesantren kamu nya tidak ada. "
"Umi, saya sudah mantap dan yakin, dia itu calon istri yang solehah. "
"Jadi kamu mau mempercepat pernikahan? "
"Bagaimana dengan dia? "
"Itu keinginan Abi sama Umi nya, entah lah dia nya. "
"Makan nya, kalau Bagas sih hayu saja, tapi calon istri Bagas nya bagaimana? dia juga kan masih kuliah, Bagas nggak pernah melarang dia berhenti kuliah, tapi tetap fokus dan dia pernah bilang mau fokus di MTQ dulu, makan nya di undur beberapa minggu."
"Tapi dia itu penurut loh, misal suruh cepat nikah ya nikah mau. "
******
"Bagaimana nak? " Tanya Umi Salma.
"Apa kata Umi sama Abi saja. " Jawab Anisah.
"Berarti kamu mau, pernikahan nya di segerakan? " Tanya kembali Umi Salmah.
"Insya Allah siap, sesuai rencana kan fokus untuk MTQ dulu baru nikah. " Jawab Anisah.
"Alhamdulillah, Abi kita nanti bicarakan lagi sama keluarga Bagas. "
"Baik kalau anak kita memang setuju, kita cari tanggal yang baik di bulan depan. " Ucap Pak Ustadz Mulia.
"Kalau bulan depan, satu minggu setelah MTQ nikah? " Usul Anisah.
"Serius? " Tanya Pak Ustadz Mulia.
"Anisah kan sedang fokus untuk, perlombaan MTQ tingkat Internasional. Pernikahan sekembalinya dari sana. " Jawab Anisah.
"Kami tidak masalah." Ucap Umi Salmah.
"Terima kasih Umi Abi. "
"Terus tanggal nya? "
"Terserah Abi sama Umi. "
.
__ADS_1
.
.