Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Dia Sahara


__ADS_3

"Umi."Sapa Meidina.


" Umi, bawakan bubur untuk kamu. Dan ada beberapa makanan. " Ucap Umi Sarah.


"Umi merepotkan saja, makasih Umi. "


"Sama - sama, ini barang kali kamu mau coba makan, mumpung masih panas. "


Meidina menoleh ke arah Mami Rosa, dan melihat kedua ibu membawakan makanan untuk Meidina.


"Umi, Mami saya makan nya nanti lagi. Masih kenyang. " Ucap Meidina, yang tidak ingin mengecewakan kedua nya.


"Ya sudah, Mami taruh lagi. " Ucap Mami Rosa.


"Kalau begitu Umi, juga taruh lagi ya. " Ucap Umi Sarah.


"Kondisi kamu gimana? " Tanya Umi Sarah.


"Sudah mendingan. " Jawab Meidina.


"Polisi, masih mengusut kasus yang menimpa Meidina. Saya harap, orang tersebut mendapatkan balasan yang setimpal. "Ucap Mami Rosa.


" Benar Mei, mereka itu jahat. Harus di hukum mati. " Ucap Eva.


"Iya, mereka sudah hancur kan masa depan saya, bahkan menghilang nyawa anak saya. "Ucap Meidina.


****


" Boleh saya bicara. " Ucap Umi Sarah, pada Mami Rosa.


"Mau bicara apa? " Tanya Mami Rosa.


"Mba, saya hanya ingin meminta sama mba, apa boleh saya dan Meidina melakukan tes DNA? " Ucap Umi Sarah.


"Tes DNA? "


"Benar, saya merasakan kalau Meidina itu adalah anak saya yang hilang. "


"Apa ada bukti? "


"Tanda lahir nya, di punggung tangan nya. Saya merasakan yakin, Meidina itu adalah Sahara, anak saya yang hilang 23 tahun yang lalu. "


"Kalau benar, kamu ibu nya. Kenapa, kamu buang dia? "


"Saya tidak membuang nya, tapi anak saya di culik. Saya selama ini, mencari anak saya. "


"Kalau bukan, anak kamu gimana? "


"Saya akan tetap menganggap nya anak, tolong ijin kan saya untuk tes DNA. "


"Apa punya photo semasa bayi, anak kamu?"


Sarah membuka tas nya, dan mengambil photo masa kecil Sahara, dan menyerah kan pada Mami Rosa.


"Jadi dia anak kamu? " Ucap Mami Rosa pada Umi Sarah.


"Jadi benar, Meidina itu Sahara. " Ucap Umi Sarah.

__ADS_1


Mami Rosa membuka dompet nya, dan menunjukkan photo dirinya saat menggendong Meidina yang masih kecil.


"Ini Meidina saat baru dua minggu sama saya."


"Alhamdulillah, ya Allah ternyata Meidina itu anak saya. "


"Tapi, Meidina mengikuti jejak saya. "


"Tidak, itu tidak masalah. Bukan salah mba, buka salah anak saya. Malah saya berterima kasih, sudah menjaga anak saya "


****


"Apa Umi, Meidina itu Sahara. " Ucap Abi Mulia.


"Benar Abi, Meidina itu Sahara. Anak kita, dan dari photo yang di cocokan sama mba Rosa itu sama. "


"Kalian, jangan dulu senang, bisa cocokan dengan tes DNA. " Ucap Daus.


"Nggak, dia memang anak kandung saya dan Bang Mulia. Kalau pun tes DNA yakin 100 persen. "Ucap Umi Sarah.


" Apa yang di ucapkan Daus ada benar nya Umi, Abi takut nya menyinggung perasaan Meidina. "


"Baik kita minta lakukan tes DNA. "


*****


"Kalau benar Meidina itu Sahara, firasat Sarah itu memang benar. " Ucap Umi Salmah.


"Ini mungkin jawaban, doa Abi selama ini." Ucap Abi Mulia.


"Umi, Abi tidak akan pernah membandingkan, mereka anak Abi semua. "


"Umi akan sayangi Meidina, kalau dia itu adalah Sahara. Umi juga sadar Abi, kalau Sarah itu adalah cinta pertama Abi, pernikahan kita hanya perjodohan. Tapi Umi, berterima kasih, Abi sudah belajar mencintai Umi, dan Umi juga harus ikhlas membagi cinta. Bagaimana pun, Sarah orang pertama Abi yang cintai. "


"Salmah, Abang akan terus mencintai kamu dan Sarah. Abang berterima kasih, sama kamu, kamu wanita yang kuat dan tegar, dan Abang juga banyak salah sama kamu. Karena sudah menyakiti hati kamu. "


****


"Mba Meidina, sudah boleh pulang. Nanti cek lagi, memastikan bekas operasi kista nya, dan kita USG ulang, mengecek kembali, karena walau sudah operasi kadang masih suka tumbuh lagi. " Ucap Dokter Elisabeth.


"Baik dok, tapi setelah operasi kista, apa saya nanti bisa hamil lagi? " Ucap Meidina.


"Bisa, pasti bisa. Kita sebagai manusia, tak boleh berhenti berdoa dan berusaha. "


"Akhirnya, anak Mami sudah boleh pulang. "


Meidina tersenyum, saat Mami Rosa memeluk nya, dan bahkan pelukan nya begitu sangat erat.


****


"Loh, sus pasien kamar ini mana? " Tanya Bagas.


"Pasien, sudah pulang satu jam yang lalu." Jawab Suster.


"Oh, makasih Sus. " Ucap Bagas langsung meninggal kan rumah sakit.


Bagas, pun lalu mengarahkan mobil nya ke rumah Mami Rosa, namun saat akan menuju ke arah rumah Mami Rosa, jalanan macet merayap. Dan saat menoleh ke kiri, Bagas melihat sosok pria yang menjadi target, yang sudah mencelakai Meidina.

__ADS_1


"Rupa nya, kamu ketemu disini." Ucap Bagas yang akan membuka pintu mobil, namun lampu merah sudah berganti hijau.


Bagas mengejar pria tersebut, namun tertentu saat palang pintu rel kereta apa tertutup, Bagas kehilangan jejak pria yang di kejarnya.


"Aaaaarrrrggghhh sialan..!!! "


*****


Meidina memegang perut nya, saat naik keatas tempat tidur, Mami Rosa membantu nya, dengan menaruh bantal di punggung Meidina.


"Mei."


"Iya Mami. "


"Seandainya, nanti kamu bertemu dengan orang tua kamu. Apa kamu, akan meninggalkan Mami? "


Meidina tersenyum, dengan memegang tangan Mami Rosa.


"Mami, Mei tidak akan meninggal kan Mami. Seandainya, Mei, bertemu dengan orang tua kandung saya. Bagaimana juga, Mami yang sudah merawat saya sejak kecil. Mami lah orang tua Mei. "


"Kalau ternyata, kamu itu korban penculikan, dan sebenarnya mereka itu cari kamu. Apa kamu, akan tetap menerima mereka? "


"Saya akan tetap menerima mereka, tapi saya berat nya ke Mami. Karena, dari kecil saya sama Mami. "


Mami Rosa langsung memeluk tubuh Meidina, Mami Rosa meneteskan air mata nya.


"Mami takut Mei, Mami takut kamu pergi tinggalkan Mami. "


****


"Abang, tahu dari mana? saya sudah keluar dari rumah sakit. "


"Abang tadi kesana, kamu sudah pulang. "


"Dokter sudah boleh kan saya pulang Bang, karena kondisi saya sudah membaik. "


"Mei, tadi Abang bertemu dengan orang yang memper*****sa kamu, tapi saat di kejar sayang nya, Abang kehilangan dia. "


"Apa Abang, sudah menemukan titik terang? " Tanya Meidina.


"Abang belum bisa, menjadikan orang itu sebagai tersangka. Karena masih dalam penyelidikan. "


"Tapi Abang sudah menemukan orang, yang menjadi target polisi kan? "


"Iya, tapi mungkin kamu kaget. "


"Siapa Bang, katakan Bang? "


"Mobil yang menabrak kamu, mobil milik Anisah. "


"Apa Bang...!!! mobil yang menabrak saya, dan sampai saya, kehilangan anak saya karena mobil Anisah yang menabrak saya. Terus siapa pria yang mengendari mobil nya, apa dia suruhan Anisah? apa hubungannya sana Anisah? "


"Kamu, dengarkan penjelasan dari Abang, akan Abang jelaskan. Bagaimana bisa terjadi, dan kamu yang menjadi target sasaran nya. Yang jelas, pelakunya bukan Anisah, tapi orang lain. Anisah, hanya korban yang tidak tahu apa - apa. "


.


.

__ADS_1


__ADS_2