Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Andai Tidak Terjadi


__ADS_3

"Nak, maafkan Abi. "


"Tidak ada yang perlu minta maaf, ini bukan salah Abi atau salah Umi. Hanya orang jahat, yang tidak menginginkan keluarga kita bahagia. " Ucap Meidina.


"Umi kamu, sangat sayang sama kamu, bahkan siang malam tak henti nya, memanjakan doa. Dan terbukti, doa Umi dan terjawab juga , kamu dirawat oleh orang baik. Tapi kini Umi telah tiada, tidak ada lagi yang selalu mendoakan kamu dan Abi, hanya kita yang membalas di dunia. Doakan Umi, " Ucap Abi Mulia.


Anisah, semakin terisak, saat jenazah Umi nya akan di makam kan, berbeda dengan Anisah, Meidina hanya banyak diam. Dan terus menatap jenazah Umi Sarah akan di makam kan. Kedua nya, di makam kan saling bersebelahan, dengan Umi Salmah.


Bagas menoleh ke arah Meidina, sambil memeluk tubuh Anisah. Meidina menatap jenazah Ibu nya sampai masuk kedalam liang lahat.


"Selamat jalan Umi, saya yakin, Umi adalah Umi kandung saya. Walau tanpa tes DNA, Umi adalah orang tua kandung saya. Semoga apa yang terjadi, Allah akan membalas nya, akan dapat ganjaran nya. " Ucap Meidina.


***


"Hiks.. hiks.. Umi, hiks.. hiks.. saya tidak menyangka, kalau Om Daus yang melakukan nya, saya tidak percaya, hiks.. hiks.. hina.. " Ucap Anisah.


"Mas juga sudah curiga kalau dalang nya, adalah Om Daus. Tapi masih ada satu orang yang belum tertangkap, tangan kanan nya Om Daus. " Ucap Bagas.


"Kenapa, Om Daus itu jahat, hiks.. hiks.. padahal, Umi itu sayang sama Om Daus, hiks.. hiks.. "


Saat Bagas masih menenangkan Anisah, Ilham datang bersama para Anggota Polisi lainnya.


"Kami turut berdukacita. " Ucap Ilham.


"Terima, sudah pada hadir. " Ucap Bagas.

__ADS_1


"Ilham, tolong kamu kerahkan anggota,cari pria yang sudah membuat Meidina menderita seumur hidupnya, "


"Siap komandan,kasus akan segera di selesaikan. " Ucap Ilham.


*****,


"Mami sama Meidina, gimana tempat tinggal kalian terbakar? " Tanya wulan.


"Jalan satu - satu, kami cari tempat tinggal." Jawab Mami Rosa, yang kini berada di tempat tinggal Lastri dan Ilham. "


"Mami, sama Meidina disini saja. Rumah ini kan besar, tinggal lah disini. " Ucap Lastri.


"Benar Mam, Mei, dari pada di luar. " Ucap Ilham.


"Tidak, terima kasih. Kami tidak mau merepotkan kalian. Saya sudah banyak merepotkan. " Ucap Meidina.


"Saya akan ajak Mami, pergi jauh dari sini. Hidup saya tidak aman, dan mungkin kehadiran saya tidak di harapkan. Kalau saya tidak, di lahir kan, mungkin Umi masih hidup. Dan tidak terjadi pernikahan, antara Umi dan Abi. "


*****


"Ini semua nya gara - gara Abi, coba kalau Abi tidak menikahi Umi Sarah. Pasti tidak akan mungkin terjadi, semua nya Abi yang salah. " Ucap Anisah marah.


Saat polisi menggeledah kamar yang di tempati Pak Daus, menemukan sebuah Diary, bahwa Pak Daus melakukan hal jahat karena sakit hati, cinta nya pada Umi Sarah tidak terbalas.


"Maafkan Abi nak, kamu itu tidak tahu apa - apa. " Ucap Abi Mulia.

__ADS_1


"Tidak tahu apa - apa, ini semua berawal dari Abi dan Umi Sarah, kalau Abi sudah tahu Om Daus itu mencintai Umi Sarah, kenapa Abi nikahi dia juga. "


"Umi Sarah itu lebih dulu dari Umi kamu, Abi di jodoh kan saat itu, kami saling mencintai, Abi salah karena mendua, tapi Abi juga mencintai Umi kamu. "


*****


Aaaawwwww


Bagas memiringkan tubuh nya, saat luka di punggung nya belum juga kering, Anisah datang membawa obat, untuk di oleskan dan diminum.


"Anisah olesin salep nya dulu. "


"Anisah, Meidina itu saudara kamu, rumah nya terbakar, apa kamu tidak ajak dia untuk tinggal bersama Abi? "


"Hasil tes belum keluar. "


"Meidina itu seratus persen anak Abi kamu. "


Anisah hanya diam, dan terus mengoles pada luka di punggung Bagas.


"Anisah, bagaimana juga dia saudara kamu. Jangan bawa dia, kalau dia penyebab masalah nya, kamu dan Meidina itu tidak tahu apa - apa, ini masalah orang tua kalian. Kasihan Meidina, dia tidak beruntung hidup nya, tidak seperti kamu. "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2