Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Akhirnya Terjawab Juga


__ADS_3

Meidina duduk termenung, saat kepergian Bagas, Mami Rosa datang menghampiri Meidina sambil membawa potongan buah apel.


"Ini Mami bawakan potongan buah, buat kamu. "


"Mami, sebenarnya saya itu siapa? hingga membuat saya itu menjadi sasaran untuk selalu di celakai. "


"Kamu itu. " Ucap Mami Rosa diam.


"Apa Mam, apa Mami tahu sesuatu? saya masih ada hubungan nya dengan Anisah.


" Kamu itu, anak nya Umi. "


Mami Rosa dan Meidina menoleh ke arah, yang tiba - tiba datang, Ibu Sarah berjalan mendekat dengan kedua mata nya berkaca - kaca.


"Sahara, ini Umi nak, Umi kamu. "


Meidina berdiri dengan menatap ke arah Umi Sarah. Meidina seakan tidak percaya, dan Umi Sarah pun mendekat.


"Ini Umi nak, Umi. " Ucap Umi Sarah merentang kan kedua tangan nya.


"Kenapa, hidup Saya, selalu menderita? ada apa di balik semua ini. Kalau tidak ada sesuatu, tidak mungkin saya seperti ini. "


"Kamu hanya korban penculikan nak, Umi sama Abi cari kamu. "


"Kenapa, pria itu mempe*****sa saya dan ingin menghabisi nyawa saya, ada apa sebenarnya? "


"Umi tidak tahu, hanya tahu kamu di culik oleh orang bertanggung jawab. "


"Bukti, yang di berikan oleh Bang Bagas, mobil yang digunakan untuk menabrak saya itu, adalah mobil Anisah. Ada apa sebenarnya, didalam keluarga Umi? sehingga hanya saya yang ingin di lenyap kan. Kenapa tidak dengan Anisah, tapi saya. "


"Demi Allah nak, Umi tidak tahu. "


"Mei, dia umi kandung kamu. Mami tahu, saat dia menunjukkan photo masa kecil kamu. Wajah nya, yang mami punya di dalam photo itu sama persis. Dan Umi kamu, tidak tahu apa - apa. "


"Hidup saya hancur, orang terdekat ingin menghabisi nyawa saya, dan tidak ingin saya hidup. "


"Mei, boleh Umi peluk? "


Meidina berdiri sambil menatap ke arah Umi Sarah, Bagas saat itu kembali lagi sambil membawakan sesuatu untuk Meidina, karena saat datang bertamu, Bagas pergi sebentar.


"Umi menantikan kamu nak, Umi kangen sama kamu. "Ucap Umi Sarah.


" Mei, dia Umi kamu. " Ucap Bagas.


"Abang tahu? " Ucap Meidina.


"Abang tahu, dari ciri - ciri nya. Kamu itu, adalah saudara kandung Anisah. "


"Iya, anak dari istri kedua nya. " Ucap Umi Sarah.


Meidina terisak, dan langsung mendekat ke arah Umi Sarah dan memeluk nya. Umi Sarah semakin terisak, dengan memeluk tubuh Meidina.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Sahara, akhirnya Umi bisa memeluk kamu lagi. "


Hiks.. hiks.. hiks..

__ADS_1


"Mei, selama ini selalu menunggu Umi."


"Maafkan Umi, yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Maafkan Umi nak, maafkan Umi."


Mami Rosa terisak, dan Meidina menoleh ke arah Mami angkat nya Meidina mendekat dan mengusap air mata yang membasahi , kedua pipi nya.


"Mami kenapa menangis? "


"Apa kamu akan pergi, meninggal kan Mami?"


"Tidak Mami, selama nya saya akan tetap dengan Mami. Hanya dengan Mami, tempat ternyaman untuk saat ini dan seterusnya."


"Tapi orang tua kandung kamu, datang. Dan dia menjemput kamu, Mami ikhlas walau berat. "


"Nggak Mami, saya akan tetap bersama Mami. " Ucap Meidina memeluk tubuh Mami Rosa.


"Mba Rosa, saya tidak akan mengambil Sahara dari mba. Kita bisa merawat bersama - sama, saya berterima kasih sama mba, sudah membesarkan anak saya. "


"Tapi saya gagal, saya gagal menjadikan wanita yang baik - baik, saya malah mendukung jalan yang dia ambil."


"Tapi Sahara, sudah kembali ke jalan yang benar, Mba juga bisa mengikuti jejak Meidina."


Mami Rosa semakin terisak, dan mengangguk kan kepala nya, Meidina mengusap punggung Mami Rosa dan memeluk nya dari samping.


"Saya minta, tolong rahasiakan tentang Umi dan Meidina. Karena, bagaimana juga pelaku masih penasaran, Meidina masih hidup. Seperti nya, pelaku memiliki dendam dengan Umi atau Abi. " Ucap Bagas.


"Apa kamu mencurigai seseorang? " Tanya Umi Sarah.


"Ada Umi, tapi saya tidak bisa bilang sekarang. Dari bukti, yang di gunakan adalah mobil milik Anisah. Pelakunya tidak jauh, dari keluarga kita sendiri. "


****


"Iya, sama - sama. "


"Setelah Abang tahu, saya saudara kandung Anisah bagaimana? "


"Jelas siapa keluarga kamu."


"Abang, masih memiliki rasa sama saya? "


Bagas menoleh ke arah Meidina dan tersenyum, lalu menatap lurus ke arah depan, sambil memegang minuman kaleng nya.


"Rasa itu masih ada, tapi akan Abang kubur secara perlahan. "


"Saya memang di takdir kan, seperti ini. Tanpa bisa menikmati, cinta yang benar - benar sepenuh nya, kalau boleh, di berikan ijin sekali saja, walau hanya sehari, Mei mau Bang. "


"Maaf Mei, Abang tidak bisa. "


"Iya, Mei paham Bang. Mei juga menempatkan posisi Mei itu dimana."


"Istri saya sedang hamil Mei, hamil anak saya. Cukup tahu saja, tentang perasaan kita masing - masing, kisah kedua orang tua kamu, jangan terulang dengan kisah kita bertiga. "


*****


"Ini pasti cocok buat Sahara. " Ucap Umi Sarah sambil memilih beberapa gamis.


"Ambil semua nya aja lah. " Ucap Umi Sarah kembali, sambil mengambil beberapa stel gamis dan langsung menuju kasir.

__ADS_1


Umi Sarah melihat Anisah, yang sedang memilih gamis sendirian, dan Umi Sarah menghampiri nya.


"Anisah, kamu sendirian nak? " Sapa Umi Sarah.


"Umi." Ucap Anisah langsung mencium punggung tangan nya.


"Tidak sama Bagas? "


"Tidak Umi, dari kampus langsung kesini."


"Umi juga sedang belanja gamis, habis dari sini kamu mau kemana lagi? "


"Tidak kemana - mana. "


"Kita makan bareng yuk, atau sekedar ngemil."


"Boleh Umi. "


Setelah berbelanja, Umi Sarah dan Anisah, pergi ke salah satu cafe yang ada di dalam mall. Mereka hanya memesan cemilan dan minuman.


"Umi belanja nya banyak. " Ucap Anisah sambil menatap ke arah barang bawaan Umi Sarah.


"Iya, buat Sahara. " Ucap Umi Sarah.


"Sahara? "


"Maksud nya Meidina. "


"Umi ini, masih mengira Meidina itu Sahara."


"Memamg Meidina itu adalah Sahara, suami kamu juga tahu. "


"Mas Bagas tahu, saya istri nya tidak di kasih tahu. Kenapa dengan masalah Meidina, seakan saya tidak boleh tahu. Dan apa sebenarnya yang sedang terjadi, dari mobil yang di pakai Om Daus, malah terekam CCTV, dengan jelas bukti nya yang menabrak Meidina. Apa yang sedang terjadi, kenapa semua nya tentang Meidina, apa benar Meidina itu Sahara? "


"Daus, kamu bilang mobil di pakai Daus? "


"Kenapa Umi? "


"Maaf Anisah, Umi pulang dulu. Assalamu'alaikum. " Ucap Umi Sarah pamit dan langsung segera pergi meninggalkan Anisah.


"Walaikumsalam." Balas Anisah.


*****


"Mas, jujur sama Saya, kamu tahu apa tentang Meidina semua nya, ceritakan sama saya." Ucap Anisah di dalam ruangan Bagas.


"Ceritakan yang mana? "


"Apa Meidina itu Sahara, saudara kandung saya? "


"Kalau benar Sahara, kamu mau apa? "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2