Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Menyadarkan Mu


__ADS_3

Meidina berhenti di depan pesantren, dimana kemarin Meidina bertemu dengan Bagas. Meidina diam berdiri di depan pintu pesantren. Sebuah motor berhenti tepat, di samping nya, Meidina melihat Anisah menghampiri nya.


"Mei, kamu sedang apa? " Tanya Anisah.


"Anisah, kamu. " Jawab Meidina kaget.


"Kamu, cari siapa? "


"Nggak cari siapa - siapa, seperti nya saya salah alamat. " Ucap Meidina langsung berjalan ke arah motor nya.


"Mei, masuk yuk, mau ikut melihat saya Qiroah? "


"Qiro ah? "


"Iya, bulan depan, saya akan mengikuti MTQ tingkat internasional, disini saya berlatih nya, di bimbing sama Umi Aminah, istri kyai Nasir."


"Hmm.. saya. "


"Udah yuk, syal kamu bisa di jadikan kerudung. "


Meidina berjalan masuk, ke dalam sebuah rumah. Meidina melihat deratan photo Bagas dan bersama lelaki yang mirip dengan wajah nya.


"Assalamu'alaikum Umi. "


"Walaikumsalam." Ucap Umi Aminah, sambil mengusap kepala Anisah yang bersalaman dengan mencium punggung tangan nya.


"Umi, kenal kan ini teman kuliah Anisah, namanya Meidina. "


"Meidina." Ucap Meidina sambil bersalaman.


"Umi ini, hafidz Qur'an juga, Umi juga beberapa kali juara MTQ, sama tingkat internasional. "


Meidina hanya tersenyum, ke arah kedua nya, saat Anisah akan mulai Qiro ah, Bagas datang. Meidina dan Bagas saling adu pandang, namun segera pandangan Bagas alihkan, Anisah tersenyum ke arah Bagas, dan Bagas membalas senyuman Anisah.


"Mas." Sapa Anisah.


"Gimana Dek, bulan depan siap? " Tanya Bagas.


"Insya Allah siap. " Jawab Anisah.


Meidina dan Bagas, mendengar kan Anisah melantunkan ayat suci Al - Qur'an, hati Meidina tenang saat mendengarkan suara Anisah yang sedang mengaji. Bagas hanya terus menundukkan kepala nya, tidak berani menatap Meidina, yang duduk berhadapan dengan nya.


**


"Sudah bagus, semoga bisa mengharumkan negara kita di sana, semoga kamu juara. " Ucap Umi Aminah.


"Amin, makasih Umi doa nya. "


"Setelah pulang dari sana, baru fokus mengurus pernikahan kalian. "


Meidina langsung menatap Anisah dan Bagas bergantian, hati nya sakit saat mendengar Bagas dan Anisah akan menikah, namun disisi lain, Meidina sadar, dirinya tidak pantas bersanding dengan Bagas, atau menyukainya.


"Anisah, Umi titip buat Umi sama Abi , Umi masak nasi briyani. "


"Makasih Umi. "


"Yuk, ikut Umi ke dapur. "


"Mei, saya tinggal sebentar. "


"Tapi Anisah. "


"Pintu terbuka lebar, tenang saja, tidak akan ada fitnah. "


"Pak Polisi, ini punya Bapak. " Meidina menyerah kan paper bag yang dibawanya.

__ADS_1


"Iya, makasih. Maaf ya, kalau saya salah kasih."


"Nggak apa - apa Pak. "


Bagas langsung berdiri dan membawa masuk, paper bag yang dari Meidina, dan keluar kembali membawa paper bag yang sama dan menyerah kan nya pada Meidina.


"Ini buat kamu, di buka kalau kamu sudah sampai rumah. "


"Terima kasih. "


"Mei, saya ambil kan buat kamu. Tadi minta sama Umi. " Anisah memberikan nasi briyani dalam box makan.


"Makasih banyak, jadi merepotkan. " Ucap Meidina.


"Nggak apa - apa, biar sama - sama mencicipi. " Ucap Umi Aminah.


Suara Adzan Ashar berkumandang, Bagas, Umi Aminah dan Anisah bersiap - siapa. Sedangkan Meidina merasakan sangat bingung.


"Kita shalat berjamaah di masjid. " Ucap Bagas.


"Yuk Mei. " Ajak Anisah.


"Tapi Anisah saya sedang halangan. " Ucap Meidina bohong


"oh, maaf. "


Bagas sebagai imam shalat Ashar, sedangkan Meidina duduk di sofa tamu sendiri, sambil menunggu mereka selesai shakat.


Terakhir kali dirinya shalat itu, saat masih duduk bangku sekolah dasar. Dan dirinya pun sampai lupa, bagaimana bacaan niat shalat wajib.


Meidina hanya terus diam, sampai Anisah mengajak nya untuk pulang..


"Kalau begitu Anisah pamit. "


"Dek, biar Mas yang bawa. " Bagas mengambil kresek dari tangan Anisah.


"Umi, makasih ya. Saya pamit juga. " Ucap Meidina.


"Sering main kesini, kalau Anisah kesini lagi."


"Insya Allah Umi. " Ucap Meidina.


**


"Hati - hati Dek. "


"Iya Mas, Mei kamu mau kemana lagi? " Ucap Anisah.


"Saya mau langsung pulang. " Ucap Meidina.


"Hati - hati ya. "


"Iya, kalau begitu saya pamit. "


Bagas menatap sekilas dan membalas senyuman Meidina, hingga motor yang di kendarai Meidina hilang dari pandangan Bagas.


"Mas, itu Mei. Kita sama - sama ajarkan agama pada dia ya. "


"Insya Allah. "


"Dia itu baik Mas hanya jalan nya yang salah."


****


Mei membuka isi dari paper bag tersebut, Meidina melihat sebuah mukena, hati Meidina tersentuh saat apa yang di berikan oleh Bagas.

__ADS_1


"Dua manusia pasangan calon suami istri, memberikan ini pada saya. " Ucap Meidina dengan mata berkaca - kaca.


"Masih ada orang yang mau menyadarkan saya, apa masih bisa saya bertaubat. Saya nggak pantas menerima ini, saya sudah cukup hina di mata nya. "


******


Ceklek


"Hi om. " Sapa Meidina.


"Hallo sayang. " Ucap Pak Edwin langsung menarik pinggang Meidina.


"Kamu cantik sekali, Om suka kamu malam ini. "


"Terima kasih, kalau begitu saya mandi dulu ya. "


"Ok sayang, Om tunggu kamu disini. "


Pak Edwin langsung menuangkan minuman beralkohol di dalam gelas bercampur dengan es, Meidina pun keluar dengan memakai bath robe, sambil membuka ikatan nya dan Pak Edwin langsung meraih tubuh Meidina.


"Ini yang Om suka, kamu itu pintar memuaskan Om. "


Mereka pun saling berciuman, dan tangan mereka saling berselancar, hingga semua nya terlepas dari tubuh mereka yang menutupi nya.


*****


"Mei."


"Om Frans. "


"Hi.. Frans, kita bertemu disini. " Ucap Pak Edwin, terlihat tatapan cemburu Pak Frans pada Meidina dan Pak Edwin.


"Lama tidak bertemu, apa kabar kamu? " ucap Pak Frans.


"Kabar baik, kamu bagaimana? " Tanya kembali Pak Edwin.


"Baik, kita kapan kerja sama proyek lagi. Lama kita tidak kerja sama, setelah saya kalah tender, kita tidak di pertemukan lagi. " Jawab Pak Frans.


"Kontrak perusahaan saya dengan indogiri akan selesai, bagaimana kalau kita join." Ucap Pak Edwin.


"Boleh, saya tunggu kamu di perusahaan saya. "


"Kalau begitu, saya pamit. Ayok sayang. " Ucap Pak Edwin sambil meraih pinggang Meidina.


*****


"Saya minta sama kamu, Meidina itu hanya saya yang bisa pakai dia. Jangan kamu ijinkan pria lain pakai dia. " Ucap Pak Frans marah.


"Maaf kan saya Pak, karena Pak Edwin juga pelanggan juga. " Ucap Mami Rosa.


"Pelanggan, tapi pakai yang lain, jangan pakai Mei. Kamu tahu, kamu ini muc****ri profesional, di luar kamu terlihat bos pemilik Club malam, saya bisa saja laporkan kamu atas tindakan perdagangan manusia. "


"Pak Frans, saya minta maaf. Saya janji setelah ini,Meidina tidak akan di pakai oleh orang lain selain Pak Frans. "


"Awas kalau kamu tidak menepati janji, saya tunggu Meidina di apartemen saya. "


"Baik Pak Frans, Mei akan datang besok setelah pulang kuliah. "


"Saya tunggu, dan nanti saya transfer uang nya. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2