Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Mencintai nya


__ADS_3

"Kamu bilang apa Mei? tadi katakan lagi. " Ucap Anisah masuk kedalam kamar.


Mami Rosa dan Meidina kaget, saat Anisah mendengar pembicaraan mereka. Anisah terus mendekat dan langsung memegang pundak Meidina, dengan sangat kencang.


"Jangan - jangan, ini ide nakal kamu. Buat menarik perhatian mas Bagas? benar kan, katakan sama saya, kamu jujur Mei. "


"Saya tidak bohong, memang ini rasa saya. Pria yang pernah saya ceritakan sama kamu, itu adalah suami kamu. " Ucap Meidina, dan Anisah langsung melepaskan cengkraman nya.


"Jangan bilang, Mas Bagas sudah tahu kalau kamu suka sama dia. "


"Dia tahu. "


Anisah terdiam, seakan tidak bisa berkata-kata lagi. Tubuh nya lemas, mendengar perkataan Meidina.


"Bang Bagas, membawa saya ke jalan yang benar, dia yang merubah saya. Memang Bang Bagas, perhatian sama saya, tapi tidak tahu dengan hati nya. Memang saya berharap, dia akan membalas cinta saya, tapi semua nya tidak mungkin. Dan saya pun, tidak ada niat untuk merebut suami kamu. "


"Kenapa, saya dari awal tidak sadar. Apa yang di lakukan suami saya, pantas dia sangat khawatir saat di Mesir, kamu masuk ke rumah sakit. Ternyata, mungkin saya yang bodoh. "


*****


"Katakan Mas, kamu jujur sama saya? "


"Iya, Meidina suka sama Mas. Awal tahu dari Ilham, dan dia juga berkata jujur. "


"Dan Mas sadar tidak, apa yang di lakukan sama Mas itu, membuat dia banyak berharap sama Mas. Mas tahu kan, perlakuan seorang pria, apalagi perempuan nya suka dan Mas perhatian, akan membuat gejolak rasa suka sama Mas besar, dan berharap banyak. Mas sadar tidak, dan posisi Mas sekarang. "


"Mas sadar, dan maaf kalau Mas sudah membuat kamu kecewa. Tapi tidak ada niat, Mas mengkhianati kamu. "


"Tapi sikap Mas, itu yang membuat saya bertanda tanya sekarang. Jujur Mas, apa Mas juga mencintai Meidina? jujur Mas, dari pada Mas nggak jujur sama saya. "


Bagas terdiam, dan memalingkan wajah nya ke samping, Anisah memegang wajah Bagas untuk menatap mata nya.


"Katakan, katakan jujur. Mas juga memiliki rasa kan sama dia? "


"Maaf kan Mas. "


Anisah menangis, dan langsung memukul tubuh Bagas, Anisah menjerit dan Bagas langsung memeluk tubuh istri nya.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Jahat kamu Mas, jahat hiks.. hiks.. "


"Maaf kan Mas, maaf kan Mas. "


"Hiks.. hiks.. hiks... kamu jahat Mas, kamu jahat sudah dua kan cinta saya. "


****


"Kamu malam - malam kesini tumben. " Ucap Alif.


"Meidina sedang apa Kak? " Tanya Bagas.


"Tadi habis sama Kak Mumtaz mengaji, seperti nya sudah tidur. " Jawab Alif.


"Oh, ya udah saya pamit. "


"Kamu ada masalah? "

__ADS_1


"Nggak ada. "


"Jujur sama kakak, kamu bicarakan sama kakak. "


"Anisah tahu, kalau saya. " Ucap Bagas terdiam.


"Akhirnya kamu, kamu jujur dengan perasaan kamu. Sakit pasti, terus apa kamu akan melanjutkan rasa kamu dengan Meidina? "


"Kak, terus terang. Pertama saya bertemu dengan dia, ada rasa lebih. Dan saya itu, ingin mengangkat derajat dia. Dan kenapa saya langsung pulang saat tahu, ada kabar tentang dia, saya sakit saat tahu dia di perlakukan seperti ini. "


"Kamu sudah menyakiti hati Anisah. "


"Saya tahu, saya tahu itu. "


Meidina mendengar pembicaraan, Bagas dan Alif, Meidina lalu keluar dan Bagas melihat Meidina berdiri tak jauh dari dia Alif menoleh ke belakang.


"Makasih Bang, makasih sudah membalas cinta saya. Tapi saya sadar, saya tidak akan bisa memiliki Abang. Biar kita mencintai sama - sama dalam diam, biar kita sama - sama menutup rapat rasa ini. Saya tahu, Abang mencintai saya, sudah bahagia hati saya terbalas. Terima kasih Bang, terima kasih. "


*****


"Tolong, tolong lepaskan saya, tolong, tolong."


"Mei, bagun Mei, bangun. " Ucap Mumtaz.


"Tolong." Meidina dengan tubuh bergetar dan sedikit demam membuat dia terus meracau.


"Mei, bangun Mei. "


"Abi.... sini dulu. " Panggil Mumtaz.


"Meidina."


"Dia sakit atau sakau lagi? "


"Seperti nya demam Bi, dia kan masih konsumsi obat dari dokter, rasa sakau nya kan perlahan berkurang. Dia sakit, apa kita perlu bawa lagi ke rumah sakit? "


"Kamu hubungi Mami Rosa, kita bawa ke rumah sakit. Tapi jangan hubungi Bagas, Abi tidak mau pernikahan Bagas dan Anisah hancur. "


****


"Kondisi nya masih belum pulih, psikis nya masih terguncang. Dan dia masih dalam pengobatan juga kan? "


"Benar Dok. " ucap Alif


"Seharusnya, kemarin jangan dulu di bawa pulang, jadi pasien harus di rawat dulu disini, sampai benar - benar kondisi dia lebih baik. "


"Baik Dok, terima kasih. " Ucap Alif.


Mami Rosa dan Mumtaz berada di kamar inap Meidina, mata nya masih terpejam, dan masih sering mengucapkan kata tolong.


"Saya takut, takut Meidina menjadi gila. Itu yang saya takut kan, Mei sudah saya anggap seperti anak kandung saya sendiri. "


"Apa pernah, ada yang mencari siapa orang tua Mei? "


"Tidak ada, selama ini tidak ada yang mencari. Saya pun tidak tahu, Meidina anak dari keluarga terhormat atau bukan. Yang jelas, pasti dia anak yang terlahir dari hubungan terlarang.


*****

__ADS_1


"Pulang yuk. " Bagas membukakan pintu mobil untuk istri nya.


"Saya pulang sendiri. " Ucap Anisah meninggalkan Bagas.


Bagas langsung mengejar, dan memegang lengan Anisah. Istri nya langsung melepaskan secara paksa, dan melanjutkan langkah nya.


"Kalau kamu pergi, Mas akan memilih Meidina. "


Anisah berhenti, dan membalikkan tubuh nya, Bagas tersenyum dan langsung menggandeng tangan istri nya.


"Pulang yuk, masa kita marahan terus. Allah saja memaafkan umat nya, masa istri nggak mau maafkan kesalahan suami nya. "


*****


Roky, berdiri di depan kantor polisi, tangan nya gemetar dengan wajah nya yang pucat. Ilham dan Bayu, memperhatikan nya sudah sekitar 30 menit, Roky berdiri tidak bergerak.


"Kita kesana, mencurigakan. " Ucap Ilham dan di ikuti oleh Bayu.


"Ada yang bisa di bantu? " Tanya Bayu.


Roky terdiam dengan tubuh gemetar, sehingga membuat Ilham dan Bayu semakin curiga.


"Kamu mau berbuat jahat ya? " Ucap Ilham.


"Sa - saya. " Ucap Roky terbata.


"Saya apa? " Bentak Ilham.


"Saya mau menyerah kan diri. "


Ilham dan Bayu saling melirik, dan Ilham pun memperhatikan wajah Roky dengan seksama.


"Kamu teman nya Meidina? "


Roky mengangkat wajah nya yang pucat, dan memerah. Tubuh nya bergetar, hingga bibir nya pun bergetar.


"Kamu masuk ikut kami, ceritakan di dalam."


****


"Apa? " Ucap Bagas langsung berdiri saat sedang makan siang bersama istri nya.


"Komandan ke kantor segera, karena dia adalah kunci nya. "


"Baik, saya segera kesana. " Ucap Bagas langsung mematikan ponsel nya.


"Ada apa Mas? "


"Pelaku yang menculik dan mem*****kosa Meidina, sudah di temukan. "


"Setelah tahu, apa Mas sudah setelah ini, tidak membawa nama Meidina ke kehidupan kita lagi? "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2