Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Kita Saudara


__ADS_3

"Pak ini hasil dari tes DNA nya. " Ucap salah satu pegawai rumah sakit.


"Terima kasih. " Ucap Abi Mulia.


"Sama - sama, permisi. "


Abu Mulia membuka amplop warna putih tersebut, dan membaca hasil dari tes DNA kemarin. Dan tertulis, seratus persen Meidina anka kandung Abi Mulia.


Bagas yang mengantar mertua nya, ikut membaca. Terlihat wajah sedih nya, dan tampak begitu sangat bersalah.


"Selama ini, Sahara hidup tidak pernah bahagia. Semua nya gara - gara Abi, dan Abi kira tidak terjadi seperti ini. "


"Meidina sudah cukup Abi, sudah cukup untuk terus di hakimi. Dia hanya korban, korban dari orang yang membesarkan amarah. "


"Sekarang, dia tinggal dimana? "


"Tinggal di rumah Ilham. " Ucap Bagas.


"Antar Abi kesana. "


****


"Sahara, maafkan Abi nak. Kalau Abi tidak seperti ini, mungkin Umi kamu masih hidup.


" Dan, saya pun tidak terlahir. Anisah juga tidak akan kehilangan Umi nya. "


"Abi sedih, melihat kamu hidup tidak bahagia, Abi harus menebusnya bagaimana, agar kamu bisa bahagia seperti lain nya. Menebus, semua kesalahan Abi. "


"Ini bukan salah Abi, Saya seperti ini sudah di gariskan, kalau hidup saya akan seperti ini. Tapi andai waktu bisa di putar. Saya tidak ingin di lahir kan, mungkin kehidupan nya tidak seperti ini. "


"Kamu kan tinggal sama Abi, membayar waktu yang sudah terbuang banyak. "


Meidina menoleh ke arah Mami Rosa, dan Meidina kembali menatap Abi nya.


"Saya akan tetap tinggal, bersama wanita yang sudah membesarkan saya. Bagaimana juga, dia sudah berjuang untuk saya, hingga tumbuh dewasa. Dia sudah berusaha, untuk menjadi kan saya, wanita yang tidak mengikuti jejak nya, memberikan saya pendidikan tapi saya hancurkan, karena orang itu telah menghancurkan masa depan saya. Dan saya sering, mengatakan dalam hati, saya ingin tidak dilahirkan. Tapi Abi, saya tinggal bersama orang tua angkat saya, saya tetap sayang sama Abi, karena Abi adalah orang tua kandung saya. "


"Terima kasih nak, hanya Abi minta. Tolong kamu jangan pergi lagi, hanya kamu dan Anisah yang abi miliki. "


*****


"Makasih Mei, kamu memilih tinggal sama Mami. "


"Mami, bagaimana juga Mami yang sudah menjaga dan membesarkan Mei. Meidina lebih berat ke Mami, apalagi saat tahu ada orang yang tidak ingin Mei itu hadir di dunia. "


"Mei, bagaimana juga kamu memiliki keluarga, masih memiliki seorang Ayah. Ambil kesempatan ini, jangan sampai kamu hanya menikmati kasih sayang, orang tua sebentar, seperti pada almarhum Umi Sarah. Tinggal Abi kamu, sudah cukup menyudutkan titik masalah nya pada Abi. Ini sudah takdir, takdir yang sudah di gariskan sama yang di atas. "


"Iya Mami, Mei dari awal tidak menyalahkan Abi. "

__ADS_1


*****


"Anak Papah, sudah nggak sabar, ingin cepat keluar. " Ucap Bagas sambil mengusap perut Anisah yang sudah sedikit terlihat.


"Mas, saya sudah memikirkan tentang Meidina. " Ucap Anisah.


"Bagaimana? " Tanya Bagas.


"Saya akan bawa Meidina tinggal bersama Abi. " Jawab Anisah.


"Abi, sudah menemui Mei, tapi dia tidak mau."


"Kenapa? "


"Mei akan tetap tinggal dengan Mami Rosa, yang sudah membesarkan nya.Kamu tahu apa yang di katakan sama Mei? "


"Kalau boleh memilih takdir, dia tidak ingin di lahir kan. "


"Saya mengerti, kenapa dia bicara begitu. "


"Jujur, Mas sakit lihat dia terus menderita, cukup sudah cukup buat dia. Terasa tidak adil, kalau dia seperti itu terus. Dia sudah waktu nya, untuk hidup Bahagia. "


"Jujur Mas, saya tidak membenci Mei, hanya saya takut Mas. " Ucap Anisah menunduk dan semakin terisak.


"Buang pikiran seperti itu, Meidina tidak seperti yang kamu kira. "


"Saya harus minta maaf sama dia. "


*****


"Kalian, carilah pekerjaan yang halal. Mami berhenti, bekerja seperti ini. Kita ini, masih memiliki harapan, dan tidak hanya dari sini kita bisa hidup. Masih ada jalan, untuk menyambung hidup yang halal. "Ucap Mami Rosa.


" Mami, kami ikut Mami saja, karena keluarga kami hanya Mami. " Ucap Eva.


"Benar Mami, kita ini tidak memiliki orang tua. Keluarga kita hanya Mami. " Ucap Wulan, dan di iyakan oleh kelima anak buah Mami Rosa lain nya.


"Mami, saja sedang mencari jalan halal, bagaimana Mami kasih makan kalian? "


"Mami, nggak usah khawatir. Mei kan buka usaha Catering, lumayan kan hasil nya. Kita bisa kerja sama, dari sini kita mulai. " Ucap Meidina.


"Iya betul, saya setuju. " Ucap Icha.


"Iya mau, yang penting kita ikut sama Mami." Ucap Santi.


"Tapi, jangan ikut karena Mami. Kalian berhijrah, atas dasar hati. Alhamdulillah, Mami sudah meninggal pekerjaan setan ini, dan mulai sedikit demi sedikit belajar. "


"Mami sudah cukup luas, menjadi manusia yang hidup tanpa jalan yang benar. "Ucap Mami Rosa.

__ADS_1


" Club nya bagaimana? " Tanya Eva.


"Jalan satu - satu nya, Mami akan jual. Kita juga butuh tempat tinggal, dan modal. " Jawab Mami Rosa.


*****


"Abang bantu jual ya, nanti rencana mau ambil rumah dimana? " Tanya Ilham.


"Mungkin di perumahan biasa, yang ukuran sedang. Kita juga, buat usaha catering. " Jawab Meidina.


"Ok, kita sama - sama bantu jual. Semoga saja, jual cepat ya. "


"Amin, karena hanya ini jalan satu - satunya Bang. Kami tidak mau , merepotkan orang lain. "


****


"Anisah."


Anisah langsung memeluk tubuh Meidina, dan Meidina membalas pelukan nya. Bagas, pun tersenyum melihat pemandangan tersebut.


"Maafkan saya Sahara. " Ucap Anisah.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, kita kan saudara. Kita sama - sama punya salah, kita mulai sekarang bisa saling berbagi cerita, saling membantu. " Ucap Meidina.


"Kalian bisa mengobrol. Mas, mau jalan dulu." Ucap Bagas.


"Iya Mas, makasih ya. "


"Iya, Mei abang pergi dulu. "


"Iya Bang, hati - hati. "


*****


Bagas memilih ke Polsek, memeriksa perkembangan kasus Meidina. Polisi pun masih mencari pelaku, yang selama ini sedang di cari.


"Komandan, berdasarkan info terakhir. Pelaku lari ke negara tetangga, kita juga tidak bisa bergerak begitu saja di sana. Kita harus, bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat . " Ucap Ryan.


"Kirim anggota kita ke sana, buat laporan juga untuk di kirimkan ke pihak kepolisian di negara tersebut. Bagaimana kondisi dia, bawa dia pulang kesini. Hukuman berat, sudah menanti nya. " Ucap Ryan.


"Siap komandan. "


Bagas meremas, sketsa wajah pria yang telah menodai Meidina. Terlihat tampang marah dan kesal, begitu besar pada diri Bagas.


"Kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu Mei kamu, akan keluar dari zona ini. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2