
Meidina memasukkan tumpukan kotak, ke dalam sebuah tempat box besar, dan menaruh nya di atas motor, lalu mengikat nya.
Saat itu ada sebuah tangan yang membantu , mengikat tali ke box besar milik Meidina.
"Maaf, terima kasih. " Ucap Meidina.
"Sama - sama. " Ucap Nya.
Meidina memperhatikan, wajah pria tersebut, dan Meidina tidak mengenal nya.
"Maaf, Bapak siapa ya? "
"Kamu lupa siapa saya? "
Meidina menggeleng kan kepala nya, sambil mengingat siapa pria tersebut yang tiba - tiba membantu nya.
"Saya Daus, Paman Anisah. "
"Oh, maaf. "
"Saya tahu kamu, saat kamu datang ke rumah mengantarkan pesanan Sarah. Kamu tahu kan, Sarah itu siapa? dia istri muda Ayah nya Anisah. "
"Iya, saya baru tahu. "
"Kamu, perempuan malam yang sudah berhijrah? "
"Alhamdulillah."
"Nggak menyangka ya, ternyata hidup kamu itu miris, seandainya dia tahu kamu itu siapa."
"Maksudnya apa ya? saya tidak mengerti. "
"Sudahlah, saya mau pergi. "
"Tunggu."
"Ada apa lagi? "
"Siapa sebenarnya Bapak? "
"Saya kan sudah bilang, saya paman nya Anisah. "
Pak Daus pergi dan masuk kedalam mobil nya, di dalam mobil senyum Pak Daus menjadi berubah, dengan menatap ke arah Meidina seperti ingin menerkam dan mengoyak.
"Toni, kamu masih ingat kan? "
"Hahahahaha ingat bos, nikmat nya saat itu. " Ucap Toni, suruhan Pak Daus, orang yang memper*****sa Meidina.
"Kamu ikuti motor nya, di jalanan yang sepi kamu tabrak dia.Dan kamu pindah ke mobil depan. " Ucap Pak Daus memberikan perintah.
"Siap Bos. "
Saat Meidina mengendarai motor nya, namun dari arah kaca spion nya, melihat sebuah mobil mengikuti nya.
"Itu mobil kenapa mengikuti saya terus? " Ucap Meidina pelan.
Meidina terus mengendarai motor nya, namun saat sudah berada di jalanan sepi, mobil tersebut dengan kecepatan tinggi menabrak motor yang di kendarai Meidina.
Braaaaakkkk
Meidina tersungkur hingga terpelanting, jauh dan darah segar keluar dari tubuh dan sela kaki nya Meidina merintih kesakitan, saat tubuh nya penuh luka
"To - tolong. " Ucap Meidina pelan dan tak berdaya.
Toni keluar dan melihat Meidina tengah merintih kesakitan, darah segar keluar dari kaki nya. Bahkan terlihat pelipis nya pun berdarah.
"Kamu masih ingat saya? "
__ADS_1
Meidina menatap dengan mata yang tidak terlalu jelas, Meidina masih sedikit mengingat , dan Toni menginjak perut Meidina.
"Aaaaaaaa, ka - kamu!!! "
"Hahahahahaha... iya, saya orang yang pertama menikmati tubuh kamu. "
"Si - siapa kamu sebenernya? "
"Sahara, kamu tahu kan siapa saya? " Ucap Toni.
"Si - siapa kamu sebenernya, apa salah saya ? aaaaaaaaaa sakit."
"Saya, dalang di balik semua nya. Saya ingin kamu pergi untuk selama nya. "
"Sa - salah saya apa? " Ucap Meidina yang sudah tidak kuat lagi.
"Kamu tidak salah, tapi Umi kamu yang salah."
"Ma - maksud nya? "
Namun saat akan menyiksa Meidina lebih, ada sebuah mobil datang,Dengan segera Toni, menendang keras perut Meidina hingga kesakitan dan langsung pergi.
Meidina pingsan, saat mobil tersebut datang. Tubuhnya penuh luka, dan darah segar mengalir dari sela kedua kaki nya.
"Korban tabrak lari, kita harus segera bawa ke rumah sakit. "Ucap Pria yang menolong Meidina.
*****
Mami Rosa menunggu Meidina, namun tidak kunjung datang hingga menunjukkan waktu menjelang Ashar.
" Kamu kemana Mei, sampai sekarang belum juga pulang. " Ucap Mami Rosa dengan panik.
"Mami, kayak nya gelisah banget? " Tanya Eva.
"Meidina belum juga pulang. "Jawab Mami Rosa.
" Telepon saja, siapa tahu masih buka lapak."
"Kemana tuh Meidina. "
Ilham dan Bayu datang ke rumah sakit, saat mendengar ada laporan laka lantas. Ilham pun menemui penolong yang ada di tempat kejadian yang sebelum nya anggota lain yang membantu membawa korban ke rumah sakit saat sedang berpatroli.
"Pak, saya hanya menemukan dompet saja, ada sama Pak Polisi yang tadi membantu bawa korban kemari. " Ucap nya.
"Saat kejadian, apa ada yang aneh? " Tanya Ilham.
"Bang, ada bukti CCTV dari rekaman dashboard, ini rekaman nya, dan untuk alamat nya Seno sedang menuju ke alamat tersebut." Ucap Fikri.
"Korban bagaimana? "
" korban sedang hamil, dan keguguran, dan dokter menunggu kabar dari keluarga untuk memberikan tindakan selanjutnya. "
"Korban sudah sadar? "
"Belum."
Ilham berjalan ke arah ruang IGD, dan mata Ilham membulat sempurna saat melihat, Meidina yang menjadi korban tabrak lari.
"Ya Allah Meidina..!!! "
"Abang kenal? "
"Saya kenal, dokter saya kenal dia. " Ucap Ilham.
"Bapak masih keluarga nya? " Tanya Dokter.
"Saya bukan keluarga nya, tapi saya kenal dekat sama dia. Tolong dok, tindakan apa selanjutnya agar Pasien tidak menunggu terlalu lama. "
__ADS_1
"Pak, pasien mengalami keguguran, namun kami menunggu pihak keluarga untuk menjalani operasi. Operasi untuk pengangkatan kista nya, kalau keguguran nya sudah kamu berikan tindakan.
"Saya tanda tangani sekarang, segera berikan tindakan. "
"Baik Pak, saya akan melakukan operasi pengangkatan kista nya." Ucap Dokter.
****
Mami Rosa bersama Eva melangkah cepat, menuju ke arah IGD saat polisi memberikan kabar tentang Meidina ke rumah nya,langsung saja menuju rumah sakit, dan terlihat Ilham dan tiga Anggota Polisi yang sedang duduk tak jauh dari ruang IGD.
"Ilham, gimana Meidina? " Tanya Mami Rosa.
"Mam, Mei kehilangan bayi nya. " Jawab Ilham dengan raut wajahnya yang sedih.
"Astaga, sekarang bagaimana dia? "
"Meidina sedang di operasi, pengangkatan kista, dan tubuh nya luka - luka.Meidina terkena tabrak lari. "
"Meidina, Ya Allah kamu Mei. " Ucap Mami Rosa menangis.
"Bang, ada kabar dari Danil, CCTV sudah di cek, seperti nya korban mengalami percobaan pembunuhan. "
"Maksud nya? "
"Terlihat jelas, dari rekaman ada mobil yang bergerak, Abang bisa lihat nanti di kantor. "
****
Bagas sampai di kantor, setelah mengikuti kegiatan di Polres, terlihat anak buah nya sedang sibuk.
"Ada laporan kejadian terbaru hari ini? " Tanya Bagas.
"Ada Komandan, terjadi laka lantas, siang tadi" Jawab Danil.
"Ada yang mencurigakan? "
"Dari jauh terlihat ada mobil berhenti, tapi segera berangkat saat mobil si penolong datang. Kami curiga, dengan mobil yang bergerak cepat. "
"Plat nomer nya tidak terlihat jelas ya? "
"Tidak Komandan. "
"Coba, cek rekaman CCTV dari simpang lima disana, dengan pukul yang sama. "
"Siap Komandan, ini sedang kami cek. "
Bagas memperhatikan rekaman tersebut, dan tertangkap camera sebuah mobil dengan pergerakan cepat.
"Stop, perbesar gambar nya. " Pinta Bagas.
Bagas mengamati perbesaran gambar tersebut, dan Bagas mencurigai mobil yang seperti Bagas kenal.
****
Mami Rosa mendekati Meidina yang sudah sadar, tubuh nya terlihat sangat lemas, Mami Rosa mencium kening Meidina.
"Mami, kenapa Mei hidup nya menderita seperti ini? "
"Sabar ya Mei, sabar. "
"Kenapa, tidak sekalian saja cabut nyawa Mei."
"Hiks.. hiks.. sabar nak, sabar ya. "
"Kenapa, Mei yang tidak salah , menjadi sasaran nya. "
"Mei, anak Mami yang kuat ya, ada Mami disisi kamu. "
__ADS_1
.
.