Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Kehilangan Yang Sama


__ADS_3

"Mas, mas. " panggil Anisah saat sedang menonton televisi bersama Bagas.


"Ada apa? "


"Kok, kayak aneh ya. "


"Aneh kenapa? "


"Kandungan saya Mas."


"Anak kita kenapa? "


"Seperti nya, ada yang salah. "


"Kamu merasakan apa? "


"Nggak gerak, nggak ada respon dari siang. "


"Mungkin perasaan kamu saja."


"Nggak Mas, benar. "


"Jangan buat Mas panik. "


"Mas, saya merasakan nya. "


"Ok, sekarang kamu tenang. Jangan berpikir yang macam - macam dulu, kita ke dokter sekarang. Cek kandungan anak kita, apakah baik - baik saja atau ada masalah. "


"Iya Mas, kita ke rumah sakit. "


"Iya, kita ke rumah sakit. "


****


"Baik, Abi ke rumah sakit sekarang."ucap Abi nasir mematikan ponsel nya.


" Ada apa Abi? " tanya Meidina.


"Sahara, Anisah masuk rumah sakit. Ada masalah pada kandungan nya, dan dokter akan segera melakukan tindakan. "


"Inalilahi wainnailaihi rojiun, terus bagaimana kondisi Anisah sama calon bayi nya? " tanya Meidina panik.


"Kita sama - sama kesana sekarang. "


"Iya Abi, kita kesana sekarang. "


****


"Mohon maaf Pak Bu, saya di USG, bayi dalam kandungan istri Bapak meninggal dalam kandungan atau di kenal dengan istilah Stillbirth. " ucap dokter Estela, dokter kandungan yang memeriksa Anisah.


"Nggak dok, pasti dokter salah. " ucap Anisah.


"Maaf Bu. "


Hiks.. hiks.. hiks..


"Mas..!!! hiks.. hiks.. "


"Mas, tidak bisa berkata - kata lagi. " ucap Bagas.


"Pak, untuk segera pengangkatan janin, dalam kandungan nya. Saya minta, bapak ke bagian administrasi untuk tanda tangan persetujuan nya. "


"Baik dok, saya akan kesana. "


"Mas, ini pasti salah. kita pindah rumah sakit, ini pasti salah. "


"Mas ingin nya begitu, tapi Allah berkehendak lain. Ikhlas ya sayang, ikhlas. "


"Hiks... hiks... nggak Mas, ini pasti mimpi. Hiks.. hiks.. hiks.. "


"Ini bukan mimpi, ini nyata. "

__ADS_1


****


"Bagaimana Bagas? " tanya Abi Mulia.


"Anak kami, meninggal dalam kandungan." jawab Bagas sedih.


"Inalilahi wainnailaihi rojiun. " ucap Meidina dan Abi Mulia.


"Saya harus, tanda tangan persetujuan untuk mengangkat janin nya. "


"Sekarang Anisah dimana? "tanya Meidina.


"Dia sudah di bawa ke ruang operasi. "


"Yang sabar Bang. "


"Makasih."


****


Bagas duduk disamping Abi Mulia, Alif dan Mumtadz pun datang, langsung menghampiri adik nya.


"Kak." ucap Bagas memeluk tubuh Bagas.


"Sabar ya. " ucap Alif.


****


"Kamu kenapa Radit? "tanya Ibu Mira.


"Nggak apa - apa Bund. " ucap Radit


"Jangan bohong, katakan sama Bunda. "


"Ternyata Meidina, memiliki masa lalu yang tidak enak. "


"Masa lalu bagaimana? "


"Apa kamu mencintai Meidina? "


"Iya Bund, tapi dia tidak mencintai saya. Karena dia merasa kalau dirinya itu, tidak pantas. Karena masa lalu, yang tidak enak. "


"Kalau kamu sayang, dan cinta sama dia. Jangan lihat, dari masa lalu nya. Mau gimana - gimana, itu bagian masa lalu nya. Kamu apa mau, membawa dia ke masa lalu? tidak kan. Kamu akan bawa dia, ke masa depan. "


"Apa Ayah sama Bunda, akan merestui, kalau saya sama Meidina bersatu? "


"Ayah sama Ibu akan merestui kalian berdua, dan orang terlihat suci juga belum tentu mereka benar - benar suci. "


"Makasih Bunda, makasih. "


"Apa Meidina, juga menolak bukan alasan itu saja kan? dia suka tidak sama kamu? "


*****


"Anisah, sabar ya. " ucap Meidina.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Anak saya, hiks.. hiks.. anak saya. " ucap Anisah terisak.


Bagas memeluk tubuh istri nya, yang terus menangis. Bahkan Mumtaz pun, ikut menenangkan adik ipar nya.


"Yang ikhlas ya, sabar. Anak kalian, sudah berada di surga. " ucap Mumtaz.


Bagas duduk di kursi tunggu pasien, Meidina duduk di samping nya. Bagas terlihat tampak sedih, bahkan Anisah terus menangis hingga di suktikan obat penenang.


"Abang, saya juga merasakan apa yang dirasakan, oleh Anisah. Saya pernah kehilangan, seorang anak. Rasa nya, memang sangat sedih, bahkan rasa kehilangan nya tidak sembuh satu atau dua hari. Sampai sekarang saja, saya itu cukup merasakan kehilangan. Apalagi saya, kehilangan tanpa ada yang menghibur, tak ada suami. Sedangkan Anisah, masih ada suami yang bisa menguatkan. Saya hanya dari orang - orang, yang benar - benar sayang sama saya. Saya merasakan kuat di situ, tapi di sisi lain hati saya menangis.Apa yang dirasakan Anisah, persis dengan saya walau saya lebih sengsara. "


"kamu kuat Mei, tapi tidak dengan Anisah. "


****

__ADS_1


"Meidina ada? "tanya Radit.


" Maaf Pak, Mei sedang di rumah sakit. "ucap Wulan.


"Mei, sakit apa? "


"Bukan Mei, yang sakit. Tapi istri nya, Pak Bagas, calon bayi nya meninggal dunia. "


"Kan masih dalam kandungan? "


"Benar Pak. "


"Rumah sakit mana? "


"Permata Medika. "


"Terima kasih. "


****


Meidina melihat Bagas, begitu tampak sedih. Anisah tak henti menangis, dan Bagas terus menghibur nya. Bahkan Abi Mulia, pun tetap berada di sisi Anisah.


"Kamu beruntung Anisah, disaat seperti ini. Kamu masih bisa, bersama orang yang sayang dan cinta sama kamu. Saya tahu, kamu tidak sekuat Saya, mungkin karena jalan hidup saya seperti ini, menjadikan saya wanita seperti baja. " ucap Meidina pelan, dan menutup pelan pintu kamar rawat.


"Bang Radit. " ucap Meidina saat berbalik badan.


"Mei."


"Abang tahu, dari mana saya disini? "


"Abang ke rumah, kamu tidak ada. "


"Ada apa, Abang kemari? " ucap Meidina berjalan ke arah kursi tunggu dan duduk di kursi tersebut.


"Mei, maafkan Abang ya. Kemarin, Abang pergi gitu saja. "


"Nggak apa - apa Bang, Abang tidak salah kok. Saya paham dan mengerti, saya tidak sakit hati kok. "


"Mei, Abang tetap sayang dan cinta sama kamu. Walau masa lalu, kamu itu tidak enak untuk di ceritakan. Cukup masa lalu itu, kamu simpan rapat - rapat. Dan saya cukup tahu, dan cukup menjadi cerita kita berdua. "


"Saya nggak pantas Bang, dan saya tidak memiliki rasa sama Abang. "


"Kenapa? "


"Karena saya, sengaja tidak ingin jatuh cinta. "


"Mek, bukalah hati kamu untuk Abang, janji Abang akan bahagia kan kamu, akan Abang bahagia kamu bak ratu. "


"Saya tidak butuh itu Bang. "


"Tolong Mei, terima cinta Abang. Kita jalani secara perlahan, kita hadapi semua nya bersama. "


"Bang, apa Abang tidak malu, bila ada yang tahu siapa yang berdiri di samping Abang? kalau ada yang bilang, Pak Radit dapat bekas, sayang perjaka dapat bekas. Kayak nggak ada wanita lain saja, dan masa isytu Kapolsek mantan wanita malam. "


"Siapa yang bilang seperti itu, akan berhadapan dengan Abang. Dan bila Anggota, yang bilang. Akan abang, mutasi dia yang jauh. "


"Abang sekarang bisa bicara begitu, tapi saat kenyataan nya berbeda bagaimana? "


"Mei, saya itu menerima kamu apa ada nya. Berarti saya juga, menerima luka lama, walau itu akan membekas, untuk selama nya. Abang sudah siap, Abang terima."


" Tapi Bang. "


"Abang kasih kamu waktu, Abang tunggu jawaban nya. "


Dari balik pintu,Bagas memperhatikan kedua nya. Lalu Bagas menutup nya kembali,terlihat Anisah sudah mulai tertidur lagi,dan Abi Mulia pun, tertidur saat sedang duduk.


"Dia Mei, dia kebahagiaan kamu. Dia yang akan bawa kamu, naik dari lautan masalah. Dia itu terbaik,Abang senang, kalau kamu sekarang mendapatkan kebahagiaan itu.Terima lah Mei, terima lah Radit,dia itu tulus mencintai kamu. " ucap Bagas dalam hati nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2