Assalamu'Alaikum Pak Polisi

Assalamu'Alaikum Pak Polisi
Terjadi


__ADS_3

Umi Sarah, duduk termenung di kursi teras rumah suami nya, hanya diam mengingat putri nya yang telah lama hilang. Hati nya sakit, bila mengingat bagaimana cara hilang nya.


"Maafkan Anisah. "Ucap Umi Aminah.


" Mba, kalau anak saya tidak hilang, pasti dia sudah dewasa seperti Anisah. Saya tidak tahu, sekarang masih hidup atau sudah meninggal. Mba Tahu, sebulan setelah Sahara pergi, Anisah lahir. Anisah bagi saya, sebagai pengobat rindu. Saya tulus mba, menyayangi Anisah. Mungkin, Anisah tidak suka karena saya istri kedua Abi nya. "


"Sarah, saya tidak lagi membenci kamu. Kita sama - sama, mencintai pria yang sama. Suami kita sudah berlaku adil, kamu bukan saya anggap musuh, tapi saudara. Kamu pun, mengerti dimana posisi suami kita, dan begitu saya sebaliknya. "


"Jujur mba, setiap hari saya rindu Sahara hingga tangisan saya ini, air mata tidak keluar. Karena sudah kering. Saya sekalu berdoa, bila Sahara masih hidup, lindungi dia di kala hujan badai, lindungi dia siang dan malam. Semoga Sahara, berada di orang yang tepat. Bila sudah meninggal, temukan saya dengan dia di akhirat nanti atau malam nya. "


*****


Hoek... hoek... hoek..


Meidina berlari masuk kedalam kamar mandi, memuntahkan semua isi nya. Meidina terus muntah, hingga Mami Rosa berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Mei, kamu sakit? " Tanya Mami Rosa sambil memijat tengkuk leher nya.


Hoek... hoek.. hoek...


Meidina terlihat sangat lemas hingga berpegangan pada dinding kamar mandi. Mami Rosa memapah dirinya, hingga masuk kedalam kamar.


"Mei, kita ke Dokter yuk? "


"Mam, Mei telat satu bulan. "


"Kok bisa? "


Meidina terisak sambil memegang perut nya hingga menangis histeris, Mami Rosa langsung memeluk tubuh Meidina.


Hiks... hiks...


"Saya nggak mau Mam, nggak mau anak ini lahir, hiks.. hiks.. nggak mau Mam...!!! "


"Tenang Mei, tenang. "


Aaaaaaaarrrrggggghhhh


"Saya nggak mau Mam, nggak mau.. hiks.. hiks.. hiks..saya nggak mau anak ini lahir. "


*****


"Alhamdulillah, jadi anak kalian sudah lahir. " Ucap Bagas.


"Iya, lahiran sama Bidan. Sekarang sudah ada di rumah. " Ucap Ilham.


"Nanti saya sama Anisah kesana. "


"Di tunggu ya. "


"Eh iya, anak kalian laki - laki atau perempuan? "


"Laki - laki. "


"Ok.kalau gitu, nanti kami ke sana. " Ucap. Bagas menutup ponsel nya.


"Siapa yang lahiran? "


"Lastri, anak nya laki - laki. "


"Alhamdulillah, kita tengok yuk. "


"Boleh, nanti beli perlengkapan bayi aja ya. "


"Seandainya, saya langsung hamil Mas. "

__ADS_1


"Doakan aja, semoga cepat hamil. "


****


"Mei, buka pintu nya dong. " Ucap Eva.


"Mei, kita masuk ya. Kita hibur kamu Mei, kamu buka dong pintu kamar nya. " Ucap Wulan.


"Mami takut, terjadi sesuatu. " Ucap Mami Rosa.


"Bang Jhoni. " Panggil Eva.


"Kenapa Ev? "


"Naik ke atas, intip Mei lagi apa? " Ucap Eva.


"Benar, kamu intip. " Ucap Mami Rosa.


Jhoni mengambil kursi, dan mengintip melalui celah angin - angin kamar. Terlihat Meidina dengan rambut tergerai, seprei yang acak - acak an, bahkan berserakan alat make up nya.


Meidina duduk di depan jendela kamar nya, sambil tangan nya memegang sebuah gunting.


"Gawat Mami. " Ucap Jhony turun dari kursi.


"Gawat kenapa? " Tanya Mami Rosa panik.


"Gawat, Mei pegang gunting. " Jawab Jhony.


"Aduh Jhon, kamu dobrak. "


"Iya Jhony, dobrak aja. " Ucap Wulan.


Jhony mendobrak pintu kamar Meidina, hingga akhirnya berhasil setelah mencoba mendobrak nya berkali-kali.


"Mei, lepas gunting nya. Kamu jangan nekat Mei. " Ucap Mami Rosa, berusaha mengambil pelan gunting yang di pegang Meidina.


"Benar Mei, kita besar kan sama - sama Mei. ' Ucap Eva.


" Anak yang tidak tahu, siapa bapak nya. " Ucap Meidina pelan.


"Mei, kamu kuat ya. Jangan kamu tambah dosa, menghilangkan nya. " Ucap Mami Rosa.


"Apa kata orang, kalau saya punya anak tanpa suami. "


"Mei, anak kamu lahir, Mami siap jadi ibu nya."


*****


"Ih.. lucu nya, Mas coba lihat. Lucu ya. " Ucap Anisa terus memperhatikan anak dalam gendongan Lastri.


"Cepat hamil, biar nanti pegang bayi sendiri. Bukan bayi orang lain. "Ucap Lastri.


" Minta doa nya ya, saya juga udah pengen cepet - cepet punya anak. "


"Kamu kuliah nya masih? "


"Masih, kan tinggal 2 semester lagi. "


Bagas dan Ilham memperhatikan kedua nya, Bahas tersenyum melihat istri nya, yang sangat senang dengan anak kecil.


"Kamu kan tahu, Lastri dulu ilfel banget sama saya, sampai sudah nikah juga. Eh.. lama - lama, nyerah juga di kasih enak - enak. " Ucap Ilham.


Bagas tersenyum, dan terus menatap istri nya. Namun seketika, Bagas mengingat Meidina. Karena sudah dua minggu, Bagas tidak menghubungi atau menemuinya.


Suara dering ponsel Ilham berbunyi, Ilham langsung mengangkat nya dan menjauh dari Bagas.

__ADS_1


"Apa? " Ilham tampak kaget dan langsung mematikan telepon nya.


"Bagas."


"Ada apa? "


"Bisa kita keluar sebentar. " Ucap Ilham dan Bagas pun keluar bersama Ilham.


"Ada apa? "


"Meidina."


"Kenapa Meidina? "


"Meidina hamil. "


Bagas membulatkan kedua mata nya, dan seakan tidak percaya, apa yang terjadi pada Meidina.


"Kata siapa? "


"Mami Rosa. "


"Jujur, saya tidak bisa berkata apa - apa. " Ucap Bagas.


"Sama saya juga. "


*****


"Mas, nggak turun? "


"Mas, ada perlu sebentar. Mas mau pergi sama Ilham. "


"Kenapa, tidak tadi saja. Saya tinggal sama mba Lastri? "


"Takut lama sayang, sudah ya mas berangkat lagi. "


"Hati - hati ya Mas. "


Bagas kembali ke rumah Ilham, dan Ilham masuk ke dalam mobil milik Bagas.


"Kamu bilang apa sama Lastri? "


"Saya cerita kan semua nya, tapi saya sudah bilang kalau Anisah tanya katakan saja tidak tahu. "


"Iya, biar saya yang cerita. "


"Kamu kenapa, tidak jujur saja sama Anisah. Bukan nya Anisah itu teman dekat Mei. "


"Cerita nya beda, Anisah tahu Meidina menyukai saya. Curhat Mei itu pada Anisah. Bagaimana juga, Anisah pasti memiliki cemburu yang sangat besar. "


*****


"Meidina mana? " Tanya Ilham.


"Meidina di kamar. " Jawab Mama Rosa.


"Nggak ada. " Ucap Ilham.


Mami Rosa dah Bagas berjalan ke arah Meidina, dan tidak ada Meidina di dalam kamar nya.


"Mungkin di kamar mandi. " Udah Mami Rosa.


Mami Rosa, mencoba mengantuk pintu kamar mandi, namun tidak di jawab. Ilham mencoba mengetuk pintu kamar mandi pun sama tidak ada jawaban. Akhirnya Bagas dan Ilham bersama - sama mendobrak pintu kamar mandi, dengan menendangnya.


Braaakkkk

__ADS_1


"Mei...!!! "


__ADS_2