Awal Seorang Penulis Terkenal

Awal Seorang Penulis Terkenal
Kedatangan Doni


__ADS_3

Aku yang terbaring di tempat tidur, perlahan membuka mata, ku arahkan pandangan ke segala sisi ruangan, yang ada hanya deretan tempat tidur. Ternyata aku sekarang berada di ruang UKS sekolahku.


Bau minyak kayu putih menyeruak ke indera penciuman, rasanya seluruh tubuhku sudah penuh oleh baluran minyak kayu putih. Mungkin saja teman teman sudah membaluri minyak kayu putih keseluruh tubuhku, disaat aku pingsan tadi.


Aku berusaha untuk duduk, dan mengingat ingat kembali apa yang telah terjadi sampai sampai aku berada di ruangan ini.


Di ruangan sebelah terdengar beberapa orang berbicara, ternyata itu suara teman temanku, perlahan aku memanggil teman yang terdengar berbincang bincang di ruangan UKS.


"Dev..." panggilku yang masih terdengar lemah.


Mendengar panggilanku Devi dan teman lainnya segera menghampiri.


"Kamu sudah sadar?" Tanyanya, terlihat sedikit cemas melihat aku yang sedang berbaring.


"Alhamdulillah, Dev." Jawabku singkat.


"Apa kamu udah enakan?" Tanyanya lagi yang mencemaskan keadaanku.


Seketika aku teringat informasi yang disampaikan kak Mely tentang suamiku melalui telfon tadi.


"Dev, suamiku Dev..." ucap ku kembali cemas.


"Tadi kami sudah menelfon suamimu, katanya dia akan segera kesini." Jawab Dania


"Ha? Benaran Dan?" Tanya ku,


Gimana mungkin suamiku akan kesini, sementara kak Mely tadi mengatakan suamiku dibawa ke kantor polisi. Aku berucap dalam hati saja.


Sepertinya teman temanku di sekolah belum tau tentang apa yang aku dengar dari kak Mely sebelum pingsan tadi.


"Iya Ndri, aku sendiri tadi yang langsung menghubungi suamimu. Saat kamu jatuh pingsan tadi, hp mu juga ikut jatuh. Aku lihat panggilan terakhirmu dari nomer baru. Lalu aku melihat lihat kontakmu dan aku melihat ada nama ayah_Rey&Aihzan, makanya langsung saja aku hubungi. Dan aku katakan kamu pingsan, katanya sih ia akan segera kesini. Memangnya kamu tadi lagi telfonan Ndri?" Setelah menjelaskan ia yang telah menghubungi suamiku, Dania balik bertanya.


Aku tak menjawab lagi ucapan Dania. Berarti panggilan yang sedang berlangsung dengan kak Mely tadi mati di saat hp ku ikut jatuh ke lantai. Syukurlah, berarti orang orang memang tidak tau tentang suamiku yang dibawa ke kantor polisi. Aku bermonolog dalam hati.


Aku meminta air hangat ke Devi, dan setelah meminum sedikit air hangat pemberian Devi, aku kembali merebahkan diri.


Aku kembali pusing, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


Aku sibuk dengan pikiran yang berkecamuk. Memikirkan ini dan itu, memikirkan kalau ada hal jelek yang terjadi dengan suamiku.


Aku takut sekali kalau benar yang dikatakan kak Mely, masalah apa yang membuat suami ku sampai berurusan dengan kantor polisi?


Sembari aku larut dalam pikiran, yang digerogoti berbagai pertanyaan.


"Assalamualaikum." Ucap sesorang sambil mengetuk pintu UKS.

__ADS_1


Aku senang dan bahagia sekali, suara yang aku dengar mengucapkan salam adalah suara suamiku. Walaupun aku tak melihat orangnya langsung, tapi aku yakin sekali itu adalah suamiku.


Aku bahagia, setidaknya suamiku tidak ditahan polisi. Mungkin saja informasi dari kak Mely tadi salah. Bathinku.


Devi yang menjawab salam suami ku. Dan langsung mempersilahkan suamiku masuk.


Suamiku langsung masuk menuju ruangan aku berbaring, sesuai arahan dari Devi.


"Bund, bunda kenapa, kenapa tiba tiba pingsan? Apa yang terasa bund?" Pertanyaan suami bertubi tubi, sambil langsung mengelus elus kepala ini.


Mungkin ia juga cemas karena aku yang tiba tiba pingsan.


Karena sepertinya teman tidak tau permasalahan yang membuat aku tiba tiba pingsan.


Aku mencoba menyembunyikannya saja dulu. Aku tak berniat membalas masalah tersebut disini.


"Entahlah yah, aku merasa pusing saja tadi, tiba tiba semua gelap. Dan saat aku tersadar, aku sudah terbaring disini saja." Jelasku mencoba menyembunyikan kecemasan.


Sebenarnya aku penasaran sekali ingin menanyakan kebenaran informasi dari kak Mely tadi. Namun aku tahan diri, aku berniat membahas itu nanti di rumah saja.


"Mungkin bunda telat makan dan kecapean saja, terus sekarang udah enakan?" Suami kembali menanyakan keadaanku.


"Udah yah, sekarang udah mendingan, gak pusing lagi." Aku jawab begitu, memang aku sudah tak merasakan apa apa lagi, apalagi setelah melihat suami dihadapanku baik baik saja.


"Owh syukurlah, terus gimana sekarang, bunda mau istirahat di rumah, atau bunda ada jadwal mengajar sekarang?" Tanya suami lagi.


"Aku izin pulang saja yah, lagian aku udah gak ada jadwal mengajar lagi." Jelasku.


Aku yang kebetulan memang mengajar jam pertama dan kedua saja hari ini.


"Owh baiklah, silahkan izin dulu bund!" Suami mengingatkan agar aku meminta izin untuk pulang lebih awal.


Sebelum menuju ruang kantor guru, terlebih dahulu aku mengucapakn terima kasih, dan memberitahu Devi bahwa aku akan pulang saja.


Setelah itu aku segera berjalan dengan perlahan menuju ruang kantor guru.


Aku segera meminta izin untuk pulang saja kewakil kepala sekolah.


Karena aku yang baru sadar dari pingsan, wakil kepala sekolah pun mengizinkan aku untuk pulang lebih awal.


Setelah dapat izin aku langsung mengambil tas dan menuju parkiran, karena suamiku memang sudah menunggu disana. Tadinya ia mau menemaniku meminta izin pulang. Tapi aku yang sudah merasa lebih baik, menyuruhnya menunggu di parkiran saja.


Sebelum berlalu pulang, kami ke sekolahan Rey dulu, karena memang sudah jam pulang Rey.


***

__ADS_1


Diperjalanan pulang aku tak membahas apapun. Namun sesampai di rumah aku langsung meminta suami menemaniku istirahat di kamar, sementara anak anak pergi jajan dengan neneknya.


Penasaran yang sudah sangat memuncak. Tanpa basa basi lagi. Aku langsung menanyakan perihal tadi kepada suamiku.


"Yah, tadi kak Mely yang di sebelah toko kue menelfonku."


Tiba tiba aku melihat raut wajah suami berubah. Ia seakan terkejut dengan yang barusan aku katakan.


"Ada apa kak Mely nelfon bunda?" Tanya nya balik, sepertinya ia penasaran juga.


Aku yang tak menjawab pertanyannya, malah balik bertanya.


"Bukannya ayah sudah tau hal apa yang disampaikan kak Mely kepadaku"?


"Maksud bunda apa?" Ia pun balik bertanya.


Aku yang sudah tak sabar lagi, akhirnya langsung ke pokok permasalahan.


"Tadi kak Mely menelfon, dan mengatakan kalau ayah di bawa ke kantor polisi. Nah karena mendengar itu, aku langsung lemas dan semua gelap, setelahnya aku tak tau apa apa lagi. Kamu berhutang penjelasan padaku." Ucapku mulai emosi.


Terlihat suami kaget mendengar penyebab aku pingsan, dan setelahnya ia mengalihkan pandangan dan menghela napas panjang.


Aku yang sudah dikuasai emosi.


"Ayah, ayo jelaskan!" Teriakku lagi.


"Bunda yang sabar dulu!" Ia masih berusaha tenang.


"Gimana mau sabar, kalau ayah masih saja belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Bentakku.


"Tadi bang Doni datang bund, dan ia..." jelas suami.


Namun belum selesai suami melanjutkan penjelasannya, aku sudah langsung memotongnya.


"Jadi... bang Doni sudah datang kembali?"


***


Wah reader penasaran gak,


Kira kira Doni siapa ya?


Dan kenapa Ardi sampai dibawa ke kantor polisi ya..


Temukan jawabannya dipart berikutnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, hadiah, vote, tinggalkan jejak, dan bila berkenan tekan LOVE ya kak... biar author tambah semangat.


__ADS_2