
Bang Ardi memilih membudidayakan ikan hias jenis laga (sebutan di film animasi upin & ipin) karena ikan jenis ini merupakan ikan hias yang tangguh, ikan ini mampu bertahan lama, sekitar satu hingga dua minggu di dalam plastik yang tertutup rapat tanpa makanan. Hingga ikan ini bisa melalui perjalanan meskipun perjalanan jauh ke luar negeri.
Maka banyak pencinta ikan hias memilih untuk membudidayakan jenis ikan ini, termasuk suamiku.
Selain pemeliharaannya yang mudah, mulai dari makanannya yang mudah didapatkan, dan angka kerugian pun kecil, juga membriade atau mengawinkannya pun mudah sekali dan juga tidak memakan tempat. Hanya butuh tempat atau wadah plastik yang berukuran delapan puluh kali enam pulun CM saja, dengan ketinggian dua puluh CM. Dan bisa disusun bertingkat.
Dan setelah menetas, untuk pembesarannya, harus dipisahkan dari indukannya, karena kalau tidak indukannya akan memakan anaknya sendiri. Suami ku membesarkannya di kolam kolam yang ia buat di halaman sekitar rumah seluas dua meter kali dua meter, yang bawahnya di alasi terpal, dan malam bagian atasnya juga di tutup dengan terpal.
Ikan laga yang tak bisa berkelompok, karena nalurinya yang teritorial yang didapat dari sifat genetik. Memiliki kepentingan bersaing untuk hidup. Bahkan dengan saudaranya sendiri. Ikan laga muncul sifat teritorialnya saat umur lebih kurang satu setengah bulan, masa emas pertumbuhan dimana perkembangan organ luar seperti sirip siripnya sudah melebar sedikit demi sedikit. Pada masa itu nutrisi yang dibutuhkan banyak untuk memenuhi metabolismenya yang cepat yang berhubungan dengan tubuh kecil yang dimiliki ikan laga. Maka dari itu persaingan terjadi. Untuk itu ikan laga yang sudah berusia lebih dari satu setengah bulan, harus dipisahkan. Agar besarnya merata. Dan angka kematianpun kecil. Untuk memisahkannya bisa di dalam plastik bening yang digantung saja atau di dalam botol kecil, ikan sudah bisa untuk berkembang dengan bagus.
[Berapa lagi panennya bos? Saya butuh lima puluh ekor sebulan lagi bos. Ke Singapura.]
Begitulan komentar seseakun dipostingan suamiku beberapa menit yang lalu. Akupun membacakannya dengan suara lantang.
Mendengar itu semua suami juga kaget bercampur bahagia.
Suamiku sengaja membudidayakan jenis jenis yang lagi trend sekarang ini, salah satunya ikan laga jenis avatar cooper. Dan banyak lagi jenis lainnya.
Untuk pengiriman ke luar negeri juga ada bebera yang harus diperhatikan agar ikan selamat sampai tujuan.
Sehari sebelum pengiriman ikan harus dipuasakan terlebih dahulu agar isi perutnya kosong, sehingga terhindari dari kotorannya selama perjalanan yang bisa mencemari air dan mengakibatkan kematian pada ikan.
Untuk perbandingan air dan oksigen adalah satu bagian air dan tiga bagian oksigen, usahakan oksigen lebih banyak dari air. Air cukup untuk ikan bisa berenang saja, tidak perlu banyak.
Berikutnya packing dengan baik, dan jangan lupa urus surat karantina ke Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) setempat dengan membawa sampel ikan yang akan di kirim.
Suamiku mempromosikan ikan ikannya, tak lupa ia menampilkan foto foto dan vidio ikan yang meliuk liuk berenang. Dengan caption "dicari tuan barunya, menghitung hari menuju panen. Berminat silahkan tinggalkan jejak!"
Suami sengaja mempromosikan di group komunitas tersebut agar dipertemukan dengan pembeli pembeli dari luar negeri.
"Yah, dimana hp nya? Biar bunda balas ya. Mana tau jodoh ini,"
"Di kamar bund, di atas nakas."
Akupun berlari kecil menuju kamar untuk mengambil benda pipih milik suami.
Setelah menemukan benda yang ku cari, aku segera menuju kembali ke dapur.
"Balas apa nih yah?" Hp sudah digenggaman dan bersiap membalas.
__ADS_1
"Balas, dua puluh lima hari lagi gan, untuk harga bisa dibicarakan melalui inbox!"
Akupun segera mengetik yang diucapkan suami. Dan segera mengirim.
Setengah jam setelah balasan komentar yang aku kirim tadi. Tapi tak kunjung ada balasannya. Suamiku pun sudah selesai menggoreng kue, dan ia menyimpan kue dengan rapi di ruang tengah.
"Yah kok belum dibalasnya ya?"
"Mungkin sudah tidur bund, sudah malam ini." Ucap suami.
"Ah iya ya, kita tunggu besok saja."
Kami pun bersiap untuk tidur.
***
Tertidur hanya tiga jam saja, kami sudah kembali dibangunkan oleh bunyi alarm yang sudah aku stel untuk setiap harinya. Ternyata sudah jam tiga saja. Kami selalu tidur lebih akhir dan bangun lebih awal, untuk membungkus kue. Tapi setelah aku pulang sekolah kami selalu menyempatkan diri untuk tidur siang, walaupun hanya sebentar.
Setelah membangunkan suami dan aku segera membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan sholat dua rakaat terlebih dahulu, begitu juga dengan suamiku.
Setelah itu aku dan suami kembali berkutat di ruang tengah, membungkus kue kue untuk dijadikan rupiah, agar bisa menyambung hidup dari hari ke harinya.
Hari ini kami membungkus dua ratus kue untuk mengisi kue yang di warung kak Indah dan bu Nani, karena sudah waktunya setelah seminggu yang lalu kami isi. Dan empat kilo gram untuk aku bawa ke sekolah.
Tepat adzan shubuh kami sudah selesai membungkus semua kue.
"Bund, ayah sholat ke masjid ya."
"Iya yah,"
Suami berlalu keluar, sementara aku langsung ke kamar mandi.
Setelah menunaikan perintah_Nya kami kembali melakukan aktivitas untuk bersiap siap ke sekolah.
***
Setelah mengantarkan aku ke sekolah, suami pun pergi mengantarkan kue ke warung kak Indah dan bun Nani.
Setelah itu ternyata suami sudah chatt dengan orang yang mengomentari postingannya semalam.
__ADS_1
[Gimana bos, jadi partaian untuk lima puluh ekor berapa? Jangan kasih harga mahal bos, kita satu negara lho!]
[20SGD saja, tapi ongkir agan yang bayar ya! Owh agan dari Indonesia juga ya?"]
[Iya, Wah, beneran ini dengan harga segitu?"]
[Benar gan, itung itung cari langganan, saya juga peternak baru. Si agan ini jodoh pertama lho.]
[Ok deal dengan harga segitu ya, jadi kapan bisa dikirim?]
[Dua puluh lima hari lagi gimana gan? Sekarang size nya masih s+. Tapi warnanya udah ngejreng, dah mantap bangat gan.]
[Ok deh, silahkan kirim nomor rekening ke whatsaap 0813xxxx9093!]
[Deal gan. Nanti dijapri nomor rekeningnya. Kalau mau jenis lain, masih banyak lo gan dengan saya nanti sekalian dikirim vidionya, mana tau berminat lagi.]
[Ok bos, boleh juga, berikan yang bagus ya bos, biar nanti jadi langganan.]
[Ok gan.]
***
Diperjalanan pulang sekolah Ardi menceritakan tentang chattnya dengan orang singapura tersebut.
"Bund, bunda tau gak. Orang yang mengomentari postingan ayah semalam, sudah chatt ayah loh tadi."
"Terus apa katanya yah?" Akupun antusias.
"Dia pesan lima puluh ekor dengan harga satu ekornya 20SGD."
"Berapa rupiah tuh yah? 20SGD?"
"Sekitaran dua ratusan ribu rupiah."
"Ha? Apa yah?"
***
Ikan hias jenis laga, yang sering dikenal dengan ikan C-u-p-*-n-g
__ADS_1