Awal Seorang Penulis Terkenal

Awal Seorang Penulis Terkenal
POV Ronal


__ADS_3

Aku Ronal Firmansyah. Tiga belas tahun yang lalu aku menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bernama Indriani Putri.


Tempat tinggal kami yang berbeda kota membuat kami menjalin hubungan jarak jauh. Saat itu aku betul betul serius menjalin hubungan dengan Indri. Menurutku Indri adalah wanita baik baik. Bahkan kaya hati.


Hingga saat aku akan melanjutkan pendidikan kuliah ke ibu kota. Sementara Indri melanjutkan pendidikannya di universitas kotanya.


Saat itu aku diselimuti bimbang yang luar biasa.


Aku bimbang antara memilih pendidikanku atau percintaanku.


Aku yang hobi fotografer dan sejenisnya. Membuat aku berkeinginan kuliah di bidang tersebut. Dan pilihanku jatuh ke universitas terkenal di ibu kota.


Dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Indri.


Saat aku mengutarakan niatku dan memutuskan hubungan dengan Indri. Saat itu Indri terlihat terpuruk sekali. Ia menolak. Tangisan dan air mata menjadi bukti besarnya cinta Indri terhadapku.


Ia menawarkan agar aku kuliah di sini saja. Di sinipun ada universitas sesuai dengan yang aku inginkan. Bujuknya waktu itu. Namun aku lebih memilih yang di ibu kota.


Indri setuju aku tetap melanjutkan pendidikan di ibu kota, tetapi ia berusaha mempertahankan hubungan kami. Sekarang saja kita sudah menjalani hubungan jarak jauh. Kenapa kamu harus memutuskan hubungan hanya karena akan ke ibu kota. Sanggah Indri saat itu. Tanpa memberikan banyak alasan padan Indri. Aku tetap dengan pendirianku.


Ada rasa kasihan juga tapi apa mau dikata.


Jika Indri ingin tau alasannya kenapa aku memutuskannya saat itu. Tapi pertanyaan yang aku harapkan tak kunjung ke luar dari mulutnya. Dan aku pun tetap meninggalkan Indri.


Sejak saat itu kami tak lagi ada hubungan. Sesampai di ibu kota aku coba menghubungi nomornya tetapi tak lagi bisa dihubungi. Entah ia ganti nomor. Entah ia memblokir nomorku. Aku tak tahu.

__ADS_1


Kulihat sosial medianya juga tak lagi aku temukan. Mungkin karena kekecewaannya terhadapku hingga ia memblokir seluruh akses yang bisa menghubungkanku dengannya.


Andai ia tau alasanku saat itu. Mungkin ia tak akan sesakit itu.


Aku tak menerima tawarannya untuk tetap menjalin hubungan meskipun kami dipisahkan oleh jarak yang jauh adalah Indri yang tipikal wanita cemburuan.


Aku berpikiran ia tak akan sanggup menerima kenyataan aku yang nanti di sana pasti akan berhubungan dengan banyak wanita. Karena bidangku sebagai fotografer, kameramen dan sejenisnya. Pasti akan melibatkan wanita.


Dan aku yang tak menerima tawarannya juga agar aku tetap kuliah di sini. Karena menurutku ibu kota adalah pusat kota. Kota besar. Di sana peluang untuk mengembangkan sayap lebih luas.


Melihat Indri yang sangat terpukul karena perpisahan kami. Aku yakin Indri tak akan mudah menerima laki laki lain di hatinya. Berdasarkan keyakinan itu. Aku berjanji dalam hati setelah sukses nanti akan kembali untuk menjalin hubungan kami lagi.


Namun usaha ku sia sia. Setelah tujuh tahun aku di sana. Dan akupun sudah mulai sukses dengan pekerjaanku. Aku pulang untuk menemui Indri. Aku sempat datang ke rumah Indri. Namun apa yang ku dapati. Aku sungguh kecewa ternyata Indri sudah menikah.


Aku kembali ke ibu kota dengan membungkus rapat kekecewaan melihat Indri sudah diperistri oleh laki laki lain.


Dan terbesit niat untuk mengetahui kabar tentang Indri lagi.


Akhirnya hari minggu aku secara sembunyi sembunyi memperhatikan rumah Indri.


Terlihat Indri dan Ardi serta dua anaknya sedang bersantai sore di teras rumah.


Tak berapa lama aku memperhatikan sekitaran rumah Indri. Tiba tiba aku menangkap gelagat aneh seorang wanita.


Penampilannya yang cukup mencurigakan. Seperti menyembunyikan sesuatu juga. Sama denganku. Akhirnya karena penasaran akupun menghampirinya. Dan mengajaknya kesuatu cafe.

__ADS_1


Berniat ingin mencari tau sedang apa ia di depan rumah Indri. Hanya berbekal mengancamnya ia akhirnya menurut dengan ajakanku. Dan akhirnya setelah ku interogasi ternyata ia mantan Ardi dan berniat akan merusak hubungan rumah tangga Indri dan Ardi demi membalaskan sebuah dendam di masa lalunya.


Mendengar ceritanya. Entah setan apa yang menghasutku. Akhirnya tanpa ada niat terbesit di hati untuk kembali merebut Indri dari tangan suaminya.


Semenjak pertemuan tak terduga itu kami menyusun rencana untuk menjebak Ardi dan Indri.


Mulai dari Cita yang meminta bantuan ke teman lainnya agar bisa mengajak Ardi untuk menghadiri acara reunian mereka. Temannya pun berhasil menghadirkan Ardi pada acara reunian tersebut. Aku ikut menghadiri reunian itu dengan memperkenalkan diri sebagai sepupu Cita yang bernama Firman. Jebakan demi jebakan mulai kami lancarkan. Salah satunya Cita yang pingsan saat acara reunian tersebut. Posisi mereka yang bersisian. Sudah pasti itu sudah rencana Kami juga. Sehingga tak ada pilihan lain, dengan terpaksa Ardi menggendong Indri. Aku yang sudah siap dengan camera langsung mengabadikan moment itu, untuk dijadikan duri dalam pernikahan Ardi dan Indri.


Aku yang seorang fotografer tak mempunyai kesulitan menjadikan posisi Ardi sulit dalam foto tersebut. Ku edit foto itu. Di foto tersebut terlihat Ardi sedang menggendong Cita dengan mesranya. Teman teman reunian mereka tadi yang sempat berkerumun ku edit. Hanya menyisakan Ardi dan Cita di sebuah kamar.


Dan Segera ku kirim ke nomor whatsapp Indri. Sebelum mengirim aku tak luoa menghapus semua data yang daoat menginformasikan siapa diriku di whatsapp tersebut.


Aku mendapatkan nomor whatsapp pasangan setia tersebut di plang usaha Ardi yang terpasang di depan rumahnya. Saat itu sebelum kami benar benar meninggalkan rumah mereka. Aku menyempatkan diri memoto plang usahanya. Di sana tertera nomor ponsel keduanya.


Berbagai cara kami lakukan. Mulai dari jebakan. Fitnah. Cita yang mengirim chatt mesra ke whatsapp Ardi. Namun tak ada balasan dari Ardi. Hingga kami kembali menjebak. Aku berchatt mesra dengan Cita. Tetapi mengganti nama kontak dengan nama "Bang Ardi Sayang". Setelah chat mesra itu kami screenshot dan aku kirimkan ke whatsapp Indri.


Fitnah yang kami lakukan tak berhenti sampai di situ. Cita langsung datang ke rumah Indri dan Ardi. Hingga Indri dan Cita perang mulut waktu itu. Hingga ia mengatakan Cita wanita murahan.


Hati Cita sakit bangat waktu itu.


Dan juga aku yang mencegat Indri di gerbang sekolahnya. Sementara Cita sudah bersiap dengan camera untuk memoto kami, untuk dikirim ke Ardi.


Kami tak hanya memfitnah Ardi selingkuh, tetapi juga memfitnah Indri yang selingkuh. Rencana yang kami susun begitu rapi. Berakhir dengan segudang malu di sebuah cafe. Ternyata percakapan kami di gerbang sekolah Indri tertangkap oleh CCTV. Kami tak menyangka akan adanya CCTV di sana.


Aku memaki Cita. Menumpahkan letak kesalahan pada Cita yang mudah saja dikecoh oleh Ardi. Hingga aku mengatainya wanita murahan.

__ADS_1


Cita marah luar biasa hingga lima jarinya menempel di pipiku.


__ADS_2