Awal Seorang Penulis Terkenal

Awal Seorang Penulis Terkenal
Mood Booster : Silverqueen


__ADS_3

Aku segera menyentuh nama Ronal Firmansyah, setelahnya segera menampilkan profilnya, mataku terbelalak, postingannya lebih banyak dari yang ku lihat lewat facebook asliku.


"Kenapa bisa banyak begini? Padahal sejam yang lalu ku cek, postingannya tak berapa." Batinku. Karena penasaran ku raih ponselku, dan mencari facebook Ronal Firmasyah di menu pencarian melalui akun facebook asliku.


Kembali mataku melebar. Postingannya masih seperti yang ku lihat sejam yang lalu.


Kembali ku raih ponsel yang satu lagi. Ku gandengkan di depan penglihatan. Aku menggeleng sambil tersenyum sinis.


"Postingannya diatur hanya teman yang bisa melihat. Hebat! Sepertinya penyelidikanku tepat. Pasti ada yang disembunyikan."


Ku letakkan ponselku di atas nakas, karena memang aku sekarang lagi di kamar dan duduk di sisi ranjang di depan meja rias.


Aku kembali mengulik ponsel lama, sekarang aku lebih tertarik menyelami akun facebook baruku. Lebih tepatnya mencari informasi melalui facebook Ronal Firmansyah. Aku belum memperhatikan secara teliti postingannya, tapi aku lebih tertarik mengetahui pertemanannya, apakah ia berteman dengan Cita Rahayu.


Segera ku lihat pertemanannya, ku klik menu pencarian temannya, dan segera ku ketik nama Cita Rahayu. Tak berapa lama menampilkan akun akun facebook yang menggunakan nama Cita.


[Cita Diana, Cita Rozalia, Cita Kurnia, Cita Ayu Dewi, begitu banyak nama yang menggunakan nama Cita, tapi dwngan nama akhirnya berbeda. Namun mataku melotot, karena menangkap tulisan Cita Rahayu.]


Jadi mereka berteman di facebook? Gumamku.


Untuk menuntaskan penasaranku aku segera melihat postingan Ronal dan setelahnya berniat melihat postingan Cita. Aku lebih tertarik ke postingan Ronal dulu.


Ku perhatikan dari atas hingga bawah, ku jelajah sampai ke komentar komentar orang orang terhadap postingannya ku baca. Namun belum berapa postingan yang ku kupas. Mataku kembali melotot melihat sebuah postingan, tapi bukan postingan aslinya, melainkan ia ditandai seseorang, aku semakin terkaget bukan kepalang, yang menandainya adalah Cita Rahayu dan postingannya adalah foto mereka berdua saat disuatu cafe.


Aku kaget luar biasa. Aku sulit mencerna dan menerima ini, bagaimana bisa Cita dan Ronal saling kenal?


Ronal adalah mantanku, kami cukup lama menjalin hubungan, namun hubungan itu kandas di tengah jalan, karena Ronal memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Ibu kota dan memutuskan hubungan denganku. Sejak saat itu kami tak lagi menjalin komunikasi ku hapus nomornya dari ponselku. Ku blokir facebook ku yang saat itu berteman dengannya, dan ku buat facebook baru, tanpa meminta pertemanan kepadanya. Yang pasti kami putus hubungan dan komunikasi sejak tiga belas tahun yang lalu.

__ADS_1


Rumit ku mencerna. Aku benar benar tak menyangka mereka saling kenal. Apakah yang membuat ia saling kenal? Padahal aku mengenal Ronal jauh sebelum aku mengenal suami dan Cita mantan suami ini. Entahlah. Kenyataan apalagi yang akan aku terima?


Benarkah ini jebakan mereka? Atau mereka yang menyalakan api perselingkuhan sehingga suami terjerat cinta lamanya. Aku benar benar bingung. Ku hela napas panjang. Ku hempaskan dengan kasar.


Jika mereka menjebak? Untuk apa? Bukankah Ronal yang memutuskan hubungan denganku? Jadi untuk apa ia menjebak? Harusnya aku yang merasa disakiti, diputuskan tanpa masalah, hanya dengan alasan ia akan pindah. Toh jika ia mau hubungan jarak jauh pun bisa saat itu. Padahal selama menjain hubunganpun kami sudah LDR, karena beda kota. Tapi begitulah kenyataannya ia tetap meninggalkanku saat itu.


Saat aku larut dalam pikiran memecahkan teka teki ini. Terdengar deru motor suami. Pertanda mereka sudah pulang dari jalan jalan. Ku akhiri penyelidikan ini. Segera ku simpan ponsel lama. Namun kali ini aku menyembunyikannya agar suami tak ada kesempatan mengutak atiknya. Agar penyelidikan ku aman.


"Bunda! Kami pulang." Ucap Rey dan Aihzan sambil berlari ke arahku. Di kedua tangannya terlihat mereka menggenggam silverqueen. Sesampai di dekatku, mereka berhamburan dan menyerahkan masing masing silverqueen yang ada ditangannya.


"Ini untuk bunda!" Ucap Rey dan Aihzan bersamaan, sembari menjulurkan silverqueen ke arahku.


"Wah, ini untuk bunda? Makasih ya sayang!" Ucapku sambil menerima pemberian mereka dan akupun memeluknya.


Coklat adalah salah satu kesukaanku. "wah lumayan nih, buat mood booster nanti menemani mencari informasi Ronal." Batinku sambil tersenyum.


Saat membalikkan badan menuju luar kamar, di ambang pintu sudah terlihat suami berdiri dengan menenteng kantong besar sambil tersenyum, terlihat manis sekali. Sudah pasti itu belajaan mereka saat jalan jalan keluar tadi.


Suamiku memang seperti itu, sejak sudah sukses dalam usahanya, jika belanja dibiarkan sendiri, ia akan membeli makanan dengan jumlah yang banyak dan mengikuti semua pemintaan anak anak.


Kamipun asyik menikmati makanan sore itu.


***


Saat suami sudah selesai mempersiapkan paket ikannya untuk dikirim besok pagi, ia pun tertidur dengan kantuk yang luar biasa.


Melihat suami dan anak anak yang sudah mendengkur halus, akupun segera mengambil ponsel untuk kembali mencari tahu tentang Ronal.

__ADS_1


Sambil bersender di kepala ranjang, menikmati silverqueen pemberian anak anak tadi, ku mainkan jemari menscroll akun facebook Ronal.


Ku kembali ke postingannya, ternyata banyak postingan Cita yang menandai Ronal, yang menampilkan foto foto mereka. Kubaca komentar salah satu postingan yang ditandai Cita. Ada sesuatu yang menarik perhatianku.


[Wah belum sempurna nih, kalau fotonya belum dipelaminan!] Begitulah salah satu komentar yang ku baca.


Tak ada kata kata, Ronal hanya membalas komentar tersebut dengan emoticon tertawa.


[Jangan kelamaan mikir bro, ntar disambar orang. Ingat usia!] Seseakun tadi kembali berkomentar sambil membubuhkan emoticon ketewa nyengir.


Tak terlihat lagi Ronal membalasnya.


Aku kembali mencerna komentar tersebut. Apa jangan jangan Ronal belum menikah juga? Dan kenapa dari postingan mereka terlihat mereka sering sekali melakukan pertemuan? Jika mereka sering bertemu dan makan bareng. Kenapa Cita masih saja mengganggu suamiku? Benar benar bingung.


Tiba tiba aku teringat untuk membalas pesan Ronal yang mengirim foto suami dengan Cita melalui whatsapp pribadiku.


[Maaf ini siapa?] Balasku hanya sekedar ingin tahu apa pengakuannya.


Ronal terlihat sedang online, sesaat terlihat ia sedang mengetik untuk membalas dan tak berapa lama muncul balasannya.


[Ronal, Ndri kamu apa kabar? Kamu yang sabar ya!] Balas Ronal.


Akupun merangkai kata kata untuk balasannya.


[Oh Kamu. Kabar aku baik. Tapi darimana kamu mendapatkam foto foto itu? Kenapa kamu bisa tau itu suamiku? Bukankah sejak perpisahan itu kita tak pernah ketemu ataupun sekedar komunikasi? Jadi bagaimana bisa kamu tau dengan suamiku???]


Terlihat pesanku sudah centang dua berwarna biru. Namun tak kunjung terlihat ia mengetik untuk membalasnya.

__ADS_1


Ku tunggu beberapa menit, namun tetap hening. Malahan Ronal tak terlihat online lagi.


__ADS_2