Awan Mengejar Cinta

Awan Mengejar Cinta
14 - Engga Dapat Gadis Janda pun Jadi


__ADS_3

"Masih memikirkan lelaki yang bernama Arya itu?" tanya Kevin sambil menyuapi es krim vanily rasa dark choco dengan taburan crunch ditambah saus blueberry kedalam mulut Shika.


Mereka saat ini berada dikedai es krim yang menjadi tujuan awal datang kesana sebelum akhirnya bertemu Arya. Kedai es krim yang menjadi tempat favorit Shika sejak dulu, saat menjadi pramugari pun kala ada kesempatan Shika akan datang kesana sekedar mengenang kebersamaannya dengan Kevin. Sosok laki-laki yang sekarang ada dihadapannya.


"Mengatakan kebenaran itu sepertinya sangat kejam, kak!" ucap Shika lesu. Ia masih memikirkan bagaimana wajah itu berubah pias, raut kecewa terlihat disana. Shika bisa merasakan bagaimana sakitnya dikhianati karena dia sendiri pernah berada diposisi Arya saat ini.


"Kamu sudah melakukan yang terbaik. Doakan aja dia bisa melewati semua ini."


"Semoga saja, kak."


"Habiskan es krimnya, kakak akan mengantarmu kembali ke butik."


*****


Setelah menghubungi sejawatnya untuk menggantikan prakteknya dirumah sakit, Arya lebih memilih pulang ke apartemennya. Pikirannya benar-benar kacau, ia butuh waktu sendiri saat ini.


Tunangan kakak selingkuh!


Mereka pernah ke gep sama Shika sedang berhubungan badan di apartemen Evan.


Arya langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sofa begitu ia masuk kedalam unit miliknya, ia menghela nafasnya pelan. Lelaki itu memejamkan kedua matanya, ucapan Shika terus saja terngiang didalam pikirannya. Beberapa saat yang lalu saat Shika memberitahukan tentang Safira, tunangannya!


Ia berharap semua itu hanya mimpi, apa yang didengarnya salah. Tapi, melihat kejujuran dari tatapan mata Shika saat ia bicara dan juga saat gadis itu menyebut Evan sebagai mantan kekasihnya, jantungnya terasa dihujam beribu anak panah.


"Sesakit inikah rasanya dikhianati? apa sehancur ini yang dirasakan Shika saat melihat langsung laki-laki itu berbagi peluh dengan wanita lain? dan mirisnya wanita itu adalah tunangannya. Tapi, kenapa Shika terlihat biasa saja? apa dia sudah melupakan kejadian dan laki-laki itu? jika jawabannya, 'iya' apa semudah itu?" Arya terus saja bicara dan bertanya dengan diri sendiri.


Jangan sampai gegara si Sapi, konslet ya babang😌


Sedangkan dirumah sakit, Ray meletakkan ponselnya diatas meja kerjanya setelah mendapat telfon dari sang adik yang menceritakan semua kejadian di mall dimana dia mengungkapkan kebenaran tentang Safira kepada Arya. Disaat bersamaan Awan masuk kedalam ruangan Ray dengan raut wajah cemas.


"Ada apa?"


"Arya... Gue dapat kabar Arya mendadak minta Dokter Dani menggantikan prakteknya."


Ray menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar.

__ADS_1


Awan mengerutkan keningnya, "Apa yang terjadi, Ray?"


"Shika..." Lirih Ray.


"Apa yang terjadi dengan, Shika?" tanya Awan panik.


"Shika bertemu Arya di mall saat jam makan siang tadi, tapi sebelumnya ia sempat melihat Safira sedang berciuman dengan lelaki paruh baya di parkiran mall. Shika mengatakan tentang Safira pada Arya dan yang bikin gue kaget itu adik gue punya mantan. Adik gue pernah disakitin, gue benar-benar engga berguna sebagai kakak. Gue biarin adik gue dikecewain sama laki-laki brengsek itu." Jelas Ray sembari mengusap kasar wajahnya.


"Gue tau soal itu!" ucap Awan santai.


"Lo tau? bagaimana bisa?" menatap horor Awan.


"Lo, ingat waktu Shika ajak gue ketemuan?" Ray tampak berpikir sejenak kemudian mengangguk pelan.


"Engga lama kami disana Safira datang dengan laki-laki itu. Shika bilang kalau itu mantannya yang pernah ia pergoki sedang indehoy di apartemen laki-laki itu dan wanita yang jadi teman ranjangnya kala itu adalah Safira." lanjut Awan lagi.


"Ternyata dunia ini emang sempit banget!" Awan hanya mengedikkan bahunya.


"Sebaiknya nanti kita susul ke apartemennya, gue khawatir engga biasanya Arya seperti ini." ucap Awan kemudian.


*****


Mereka saling pandang setelah mencari keseluruh ruangan tidak menemukan Arya, tidak mungkin Arya pergi sementara mobilnya ada diparkiran. Hingga Ray menangkap siluet dari arah balkon, saat pintu balkon di buka terlihat Arya sangat kacau masih mengenakan pakaian kerja tadi pagi.


"Kenapa, kalian kesini?" tanya Arya dengan suara datar, tanpa mengangkat kepalanya yang ia sembunyikan diantara kedua lengannya diatas lutut.


"Gue sama Awan kesini, karena khawatir sama lo, Ar?"


"Lo kesini pasti karena udah dengar karangan adik lo kan?"


Rahang Ray mengetat mendengar ucapan sahabatnya, ia menarik kerah kemeja Arya. "Jadi lo, nuduh adik gue bohong dan sapi jal lang lo itu benar?" Hardik Ray.


Bugh


Satu pukulan mendarat cantik dipipi sang Dokter Saraf itu. Awan langsung menarik tubuh Ray menjauh, ia tidak mau sampai ada korban.

__ADS_1


"Ray kendalikan emosi lo. Arya sedang kacau, dia engga tau apa yang di ucapan." Ujar Awan berusaha meredakan emosi Ray.


Ray keluar dari apartemen itu berjalan dengan langkah lebar kearah pintu lift. Ia turun ke basemen menuju parkiran, membuka mobilnya lalu mengambil sebuah amplop berwarna coklat dari laci mobil. Ray bergegas kembali ke unit milik Arya, sesampainya disana ia melempar dengan kasar amplop yang dibawanya tadi keatas meja tepat didepan Arya.


"Buka, jika lo anggap adik gue bohong?" ucap Ray dengan suara dingin menatap tajam Arya.


Tangannya terulur mengambil amplop itu, betapa terkejutnya Arya saat mengeluarkan isinya yang berupa foto-foto tunangannya dengan beberapa pria sedang bercumbu, foto saat diclub, dicafefe, dan berbagai tempat lainnya. Tubuhnya seketika lemas, ia merutuki kebodohannya selama ini.


"Jika kau masih tidak percaya, kau bisa liat isi flash itu?"


Lagi-lagi ia dikejutkan adegan panas Safira dengan beberapa pria yang berbeda.


"K-kau mengikutinya?" tanya Arya terbata setelah melihat betapa panasnya permainan Safira dengan lelaki yang menjadi teman ranjangnya.


"Kenapa baru lo tunjukin ke gue sekarang Ray? kenapa bukan dari dulu! "


"Ck,dari dulu lo bilang!!! selama ini apa pernah lo percaya apa yang keluar dari mulut gue sama Awan, engga kan? hanya Safira ja lang lu itu yang selalu maha benar, sama seperti deterjen mereka maha benar."


"Sekarang, pasti kalian ingin menertawakan kebodohan gue selama ini kan? karena telah ditipu mentah-mentah oleh ja lang sialan itu?"


Awan berdecak kesal, "Lo kayak baru kenal kita aja."


"Mending, secepatnya deh lo clear kan masalah ini. Masak lo kalah dari adik gue yang begitu mudah untuk move on!" ledek Ray.


"Semangat....Brooo!!! cewek engga cuma satu. ENGGA DAPAT GADIS, JANDA PUN JADI." Seru Awan.


"GILA...LO!!" mereka tertawa terbahak-bahak.


Maafkan dirimu atas kebutaan yang menempatkanmu di jalan orang-orang yang mengkhianatimu. Terkadang, hati yang baik tidak melihat yang buruk."


❄❄❄❄❄❄❄


Makanya bang, kalau dibilangi kudu denger, jangan ngeyel... Nyeselkan sekarang??


MUP ON BANG MUP ON

__ADS_1


Bang Arya sama Jingga aja sini, dijamin setia sudah tersertifikasi😎


NO HOAKS🤭


__ADS_2