Awan Mengejar Cinta

Awan Mengejar Cinta
24 - Tetap Menanti Dan Mengerti


__ADS_3

SEMBILAN TAHUN KEMUDIAN


Sembilan tahun lamanya


Tetap setia, walau tak tau kau dimana


Aku berjuang demi cinta


Tetap menanti dan mengerti


Aku yakin tak akan ada yang sia-sia


*****


"Papiiiiii....." Teriak bocah laki-laki berusia 5 tahun sambil berlari masuk kedalam rumah, lebih tepatnya 7 bulan lagi genap 5 tahun.


"Zie, jangan teriak-teriak sayang." Ucap seorang pria yang sedang menggendong anak laki-laki yang usianya sama dengan bocah itu.


"Zie, ikut Papi kekantol." Ucap bocah tampan yang bernama Zie. Mata bulat dan pipi chubby sungguh sangat menggemaskan.


"Kantor Zie, kan..tor." Pria itu memperbaiki pengucapan Zie.


"Iya Pi, kan..tor." Ulang Zie mengikuti papinya.


"Nah, pintar." Pria itu mengacak lembut rambut bocah itu.


"Pokoknya Zie, ikut Papi kekantol." Pria dewasa matang itu menghirup udara dan membuang perlahan, ia harus extra sabar menghadapi Zie.


Pria itu sudah lengkap dengan setelan jasnya hendak berangkat kekantor, tapi ia terpaksa menundanya karena harus memberi pengertian pada Zie terlebih dahulu. Ia menurunkan anak laki-laki yang berada dalam gendongannya lalu mendudukkan diatas sofa begitu juga dengan Zie, kemudian ia berjongkok didepan keduanya. Menatap bergantian dua anak laki-laki yang bagai pinang dibelah dua.


"Zie hari ini dirumah aja sama Kak Ken, okey? Papi hari ini banyak kerjaan, sayang. Tidak bisa temenin Zie dikantor." Jelas pria itu dengan pelan dan lembut.


"No... Papi, Zie ikut!"


Mata Zie sudah berkaca-kaca, menatap sang Papi. Ada perasaan tercubit dihati pria itu, jika melihat salah satu dari mereka bersedih.

__ADS_1


"Zie, mau ketemu Daddy, Pi." Rengek Zie, air matanya sudah menganak sungai dipipinya yang Chubby.


"Iya, nanti Papi akan suruh Daddy cepat pulang," Pria itu kehabisan kata-kata membujuk Zie. Sedangkan Ken sang Kakak hanya duduk diam melihat adiknya menangis.


Vin, kenapa lo berikan tugas seberat ini sama gue. Napa juga lo harus cuci otak kedua bocah ini. Lirih pria itu dalam hati.


"Mas..." Sebuah sentuhan lembut menyapa pundaknya, sang istri yang sangat mengerti perasaan suaminya mencoba memberikan semangat. Pria itu menoleh melihat kearah istrinya yang juga ikut berjongkok disampingnya.


"Bawa aja, nanti aku akan nyusul setelah dari sekolah Xena." Ujar sang istri.


Pria itu hanya mengangguk pelan, lalu menyeka air mata di wajah Zie. Memeluk hangat kedua anak laki-laki itu dengan penuh kasih sayang.


"Papi sangat menyayangi kalian, sama seperti Papi menyayangi mommy kalian." Pria itu tidak sanggup menahan tangisannya.


"Papi jangan nangis, Ken dan adik Zie juga sayang sama Papi." Ucap bocah yang bernama Ken. Pria itu melepaskan pelukannya, Ken menghapus air mata sang Papi dengan tangan mungilnya. Memberikan senyum mahalnya pada sang Papi.


"Kak.." Pria itu menoleh, lagi-lagi menarik nafas berat. Saat seorang pria masuk kedalam ramah, berjalan kearahnnya.


"Ray.."


"Hai... jagoan. Mau ikut Papi kekantor atau Pergi sama Papa jalan-jalan?" ajak Ray pada Ken dan Zie.


"Kita mau kemana Pa?" tanya Ken.


Dengan Mata bulat yang persis seperti milik Zie, hanya saja manik mata mereka yang berbeda. Jika Zie berwarna coklat gelap maka Ken coklat terang, jika dilihat sekilas tidak ada yang bisa membedakan keduanya.


"Rahasia," Sahut Ray dengan senyumnya.


Kedua anak itu saling pandang lalu mengangguk dan menjawab bersamaan. "Ikut Papa."


Pria yang setiap pagi dibuat pusing dengan tingkah Ken dan Zie adalah Dika, Ray yang datang tepat waktu membuat Dika bisa bernafas dengan lega. Pasalnya hari ini ia ada rapat dengan beberapa klien diluar kantor, sangat berat jika harus meninggalkan mereka dikantor tanpa pengawasan orang yang bisa di percayanya.


*****


Ray membawa twins bermain di arena permainan disalah satu mall besar milik sang Kakak, jangan heran arena permainan yang belum beroperasi itu dengan kekuatan orang dalam mereka bisa bermain dengan puas tanpa ada gangguan. Karena hanya ada mereka bertiga disana, horang kaya mah bebas.

__ADS_1


Setelah puas bermain mereka bertiga melanjutkan makan siang disebuah resto tak jauh dari sana. Salah satu resto favorit kedua anak laki-laki itu, menu andalan pilihan mereka adalah Aussie Yuu Beef Steak dan salad. Minumnya hanya air mineral, sungguh sangat sehat dan hemat.


Walaupun belum genap 5 tahun mereka sangat mandiri dan begitu rapi saat makan, Ray hanya membantu mengiris kecil-kecil daging stik untuk keduanya. Mereka makan dengan tenang tak ada satupun yang bersuara, jika tidak ingin diceramahin oleh Ken yang tidak suka ada yang berbicara saat makan. Ajaran siapa? tentu saja Daddy dan Papinya.


Melihat Ken dan Zie mulai mengantuk setelah menghabiskan semua makanannya, Ray segera memanggil pelayan dan menyelesaikan pembayaran kemudian menggandeng kedua tangan mungil itu membawa keluar restoran. Saat hendak berjalan kearah mobil, tiba-tiba Ken kebelet ingin buang air kecil.


"Zie, tunggu Papa di mobil ya sayang? Papa Mau antar Kak Ken ke toilet." Ucap Ray pada Zie.


"Zie tunggu disana aja Pa," tunjuk Zie pada sebuah bangku yang ada di taman tak jauh dari Restoran itu.


Ray mengikuti arah yang di tunjuk oleh Zie, kemudian mengangguk. "Okey, Papa antar kesana jangan kemana-mana. Tunggu Papa sama Kak Ken kembali," tegas Ray pada Zie dan hanya dibalas dengan sebuah anggukan oleh Zie. Mengerti akan perintah sang Papa tidak boleh dilanggar.


Disisi lain, seorang pria dewasa baru saja turun dari mobilnya, matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang membuat pria itu seakan merasakan dejavu.


Pria itu terdiam sejenak, ia terus menatap pada anak laki-laki yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Hatinya seakan terpanggil untuk mendekat, tanpa ia komando kakinya melangkah kesana.


Anak laki-laki yang sejak tadi hanya menunduk, mengangkat kepalanya saat melihat sepasang kaki orang dewasa berdiri didepannya. Saat ia mendongak mata mereka saling bertemu.


Deg


Daddy....


❄❄❄❄❄❄❄


Pagiiii.... semuanyaaa... Mana pendukung Awan, harap tunjuk tangan ya, kak Jingga sedang mengabsen😌


Maaaaaaf banget, baru Up🙏


Kak Jingga sedikit kelelahan, bablas tidur semalaman😁✌


Semoga terobati ya dengan up ini


Semangat Kamis kesayangan, semanis senyum kak Jingga 🤭


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2