Awan Mengejar Cinta

Awan Mengejar Cinta
19 - Bertemu Mantan


__ADS_3

Sakit, itu yang dirasakan Awan saat mendengar pengakuan yang terucap dari mulut Shika tentang perasaan cinta dihatinya. Yang mana rasa cinta itu bukan tertuju padanya, melainkan untuk lelaki dari masa lalunya. Tapi, ia bisa apa? memaksakan kehendaknya, tentu itu salah.


Dia bukan laki-laki breng sek yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Bukan cinta yang didapat malah kebencian Shika, Awan membuang nafas dengan kasar. Kemudian ia meraih ponselnya diatas meja, mencari kontak yang ingin di hubungi. Setelah menemukan kontak yang dicari ia menekan tombol panggilan.


Dua kali panggilan tersambung tetap tidak ada jawaban hingga panggilan ketiga terdengar sapaan lembut dari seberang sana saat panggilan terjawab.


"Hallo, kak!"


"Kamu sibuk?"


"Engga, kenapa kak?"


"Mau makan siang bareng?"


"Hmm... boleh. Dimana?


"Kakak yang jemput."


"Baiklah...."


Setelah menutup panggilan, Awan segera meraih kuncil mobil dan bergegas keluar dari ruangannya menuju parkiran. Awan tidak ingin Shika terlalu lama menunggu.


Dibutik, Shika yang baru selesai menerima telpon dari Awan segera membereskan kertas-kertas gambar desain yang berserakan diatas mejanya. Lalu memperbaiki penampilannya didepan cermin besar yang ada dalam ruang itu.


"Mba...Fe mau makan siang sama kak Awan." Ucap Fe saat Zoya masuk kedalam ruangan dengan membawa beberapa sampel kain di tangannya.


"Cieee... yang mau lunch bareng. PDKT nih ceritanya?" Goda Zoya memainkan alisnya.


"Apaan sih mba, kak Awan itu udah Fe anggap kakak sendiri. Engga ada cia cie cia cie." Sungut Shika dengan cemberut.


"Lebih juga engga apa. Awan kan jomblo, udahlah tampan Dokter Spesialis lagi." Zoya terus saja menggoda calon adik iparnya itu.


Tok tok tok


"Masuk." Sahut Zoya.


"Maaf mba, didepan ada yang nyariin Shika." Ucap Wilda, salah satu karyawan butik.

__ADS_1


"Ah iya, makasih Wil." Ucap Zoya sebelum Wilda menutup pintu kembali.


"Noh, pangeran tampan udah datang." Ucap Zoya mengulum senyum.


Shika mencebik kesal, "Udah ah, Fe pergi dulu mba. Tolong bilang kak Dika, Fe hari ini engga ikut makan siang bareng." Ucap Shika. Mengambil tas kemudian keluar dari ruangan menemui Awan yang sudah menunggunya didepan.


Setelah kepergian Awan dan Shika, seketika keadaan butik heboh. Mereka sedari tadi terus menatap kagum akan ketampanan Awan.


"Gilaaa..cakep bener!!" Ucap karyawan yang bernama Wati.


"Orangnya udah ngilang kemana, wanginya masih disini." Sambung Wilda.


"Cowoknya udah good looking gitu, mana ramah lagi. Waktu senyum, alamaaakk... bikin hidung kembang kempis." Ujar Mona.


"Pasangan serasi yang cewek cantik, yang cowoknya ganteng." Cicit Yuli.


"Ya iyalah serasi, coba kalau sama kamu bagaikan kutub selatan sama kutub utara." Ketus Wati.


"Dimana-mana perumpamaan itu langit dan bumi, bukan kutub utara dan kutub selatan." Sela Wilda.


"Biar beda aja dari yang lain." Jawab Wati.


*****


"Shika....!" Shika yang di panggil menoleh begitu juga dengan Awan. Saat ini mereka berdua telah berada didepan ssebuah cafe untuk makan siang bersama.


"Bisa kita bicara?" tanya Evan ragu-ragu. Ia tanpa sengaja tadi melihat Shika dan Awan keluar dari butik saat melintasi jalan di depan butik. Kemudian memutuskan mengikuti mereka hingga mobil masuk dan parkir di sebuah cafe.


"Mau bicara apalagi? diantara kita sudah tidak ada yang perlu dibicarakan!"


"Kita bicara di tempat lain, tidak disini?" Evan melirik Awan yang berdiri disamping Shika, Evan hendak memegang lengan Shika dengan cepat Shika menepis tangan kekasihnya tepatnya mantan kekasihnya setelah penghianatannya saat itu.


"Disini atau tidak sama sekali!" Ucap Shika dengan datar.


"Ka, kakak tunggu didalam. Selesaikan secara baik-baik." Ucap Awan yang mengerti akan lirikan Evan lalu meninggalkan keduanya, sebelum itu ia masih sempat mengacak-acak rambut Shika.


Ada rasa marah di hati Evan, melihat perlakuan Awan terhadap Shika. Tangannya mengepal, sekuat hati ia tahan agar tidak membuat keributan.

__ADS_1


"Baiklah, kita bicara disana." Ajak Evan menjauh dari depan cafe.


"Katakan, kamu mau apa lagi?" tanya Shika tanpa basa basi ketika mereka sampai diparkiran mobil.


"Shika, maaf kejadian saat itu aku tidak sengaja melakukannya. Aku dijebak, aku begitu mencintaimu." Evan menarik tubuh Shika.


Shika mendorong tubuh Evan dengan sekuat tenaga, sehingga tubuh Evan mundur beberapa langkah dan terbentur dengan mobil yang terparkir tepat dibelakangnya.


"Tidak sengaja? dijebak?" menarik sebelah alisnya dengan senyum mengejek.


"Kau begitu menikmatinya, kau bilang tidak sengaja?" lanjut Shika lagi menatap jijik pada laki-laki didepannya.


"Shika, aku tidak mau putus darimu. Aku benar-benar mencintaimu, tolong maafkan aku. Aku berkata jujur, perempuan itu mencampurkan sesuatu dalam minumanku."


"Maafkan aku ya, aku janji engga akan buat kamu kecewa lagi. Aku mohon, maafkan aku." imbuh Evan kembali meyakinkan Shika.


"Semudah itu kau meminta maaf?" Shika memicingkan mata menatap Evan tajam.


"Shika, aku mohon... Kita mulai dari awal, beri aku kesempatan sekali lagi." Evan meraih tangan Shika dengan cepat Shika menepis.


"Cukup, Van! aku tidak peduli kamu terima atau tidak, yang penting kita sudah tidak memiliki hubungan apapun. Semua ini karena kesalahanmu." Tegas Shika dengan tatapan tajam.


"Aku akan berusaha dapatin kamu lagi, aku tidak akan pernah rela kamu dengan lelaki lain." Ujar Evan dengan lantang.


"Jangan mimpi kamu, sampai kapan pun aku engga akan pernah kembali sama kamu. Jangan pernah urusin hidup aku paham!" Tegas Shika lalu membalikkan badannya meninggalkan Evan yang masih berdiri di tempatnya. Kesal, marah itu yang Shika rasa saat ini. Setelah menghianati dengan mudahnya minta maaf.


"Arrrghh... breng sek- breng sek! ini semua gara-gara perempuan sia lan itu. Awas kau Safira!!!" teriak Evan menendang-nendang ban mobilnya, menjambak frustasi rambutnya dengan kasar.


"Kau harus membayar mahal, ja lang! aakhh....!" Evan masuk kedalam mobil, menghidupkan mesin lalu menjalankan dengan kecepatan tinggi.


❄❄❄❄❄❄❄


Haiiii... Haiiii ...maaf Yaa, Awan baru up lagi🙏


Mohon doa dan dukungannya semua, biar ide di kepalanya kak Jingga engga hilang timbul tenggelam🤧


Lope lope sebenua Asia buat yang udah BACA, LIKE, KOMEN dan VOTE.

__ADS_1


SALAM SAYANG, PELUK JAUUUUUHHH🤗🤗🤗🤗🤗🤗


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2