Awan Mengejar Cinta

Awan Mengejar Cinta
22 - Kebahagiaan Dan Kesedihan


__ADS_3

Ray meninggalkan hotel, tempat dimana Kevin akan melamar adiknya. ia pamit pada Afnan dengan alasan panggilan darurat dari ramah sakit. Walaupun Afnan tau itu hanya akal-akalan Ray saja agar bisa pergi dari tempat itu, ia tidak keberatan.


Masih dengan kemeja yang dipakainya tadi hanya jas saja yang sudah terlepas, ujung tangannya digulung sampai kesiku. Disinilah Ray sekarang, dirumah sahabatnya.


Awan awalnya sangat terkejut dengan kedatangan Ray yang tiba-tiba, tapi setelah melihat Ray hanya diam. Awan tidak banyak bertanya dan membiarkan sahabatnya itu melakukan apa yang di inginkan.


"Jika ada pria yang lebih mencintai Feshika, apa yang akan lo lakukan?" Ray memecahkan suasana hening diantara mereka, Awan menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan dari Ray.


"Tergantung!" jawab Awan santai sambil memasukan sate padang dalam mulutnya.


"Tergantung, apa pria itu kebahagiaan Shika atau bukan! jika 'iya' maka gue akan mencintainya dalam diam dan jika 'tidak' gue akan terus mengejarnya dengan cara gue sendiri." lanjut Awan lagi.


"Ada apa? sampai kusut banget tampang lo, kayak baju belum disetrika." Selidik Awan, Ray hanya melihatnya dengan tatapan kosong.


"Ray..."


"Dokter Rayendra!" panggil Awan dengan suara tinggi.


"Hah! apa?"


Awan mendengus dengan reaksi sejawatnya itu, tidak biasanya Ray seperti itu. Awan merasa ada yang disembunyikannya, ia menyingkirkan makanan didepannya. Selera makannya mendadak hilang, meneguk air mineral lalu melihat Ray dengan tatapan mengintimidasi.


"Ada apa Ray, lo lagi ada masalah?"


Ray menggeleng lemah, mengusap wajahnya dengan kasar. Ia bingung harus memulai dari mana mengatakan pada Awan, sungguh hatinya tidak tega. Ray merasa takdir sedang mempermainkan sahabatnya itu, ia berada dalam posisi yang sulit.


"Gue harap apapun yang gue katakan, lo harus kuat. Sebelum hati lo hancur hati gue udah lebih dulu hancur!" ujar Ray dengan mata sendu dan terluka.


Ray menghirup udara dan melepaskan, lidahnya sangat berat untuk berkat. "Malam ini Kevin melamar Fe...!" Ray menjeda kata-katanya, melihat reaksi Awan.

__ADS_1


"Jika Fe menerima, mereka akan langsung tunangan malam ini juga. Kevin sudah mempersiapkan semuanya." Lanjut Ray, ia sangat hati-hati dalam memilih kata. Tidak ingin ada kata atau ucapan yang membuat Awan semakin terluka.


"Seharusnya lo ngga disini!"


Dingin, dingin yang dirasakan Ray saat kalimat itu keluar dari mulut Awan. Lelaki bertubuh atletis itu beranjak dari tempat duduknya, melangkah menuju pinggir kolam renang. Kedua tangan ia masukan kedalam kantong hoody yang dipakainya.


"Gue tau, lo sangat mencintai adik gue. Karena itu gue pergi dari sana. Satu kali Fe tersenyum, satu kali juga lo terluka. Gue ngga suka diposisi ini, kalau bisa kalian bunuh aja gue. Gue lebih ikhlas, dari pada gue harus melihat kebahagiaan dan kesedihan dalam waktu yang sama." Luruh sudah air mata yang ditahannya.


Awan menghela nafas panjang, mencoba menahan rasa sesak dalam dadanya. Ia sadar hari ini suatu saat pasti akan terjadi, tapi ia tidak menyangka akan secepat ini. Hatinya remuk redam, ia berusaha tegar. Rasanya untuk bernafas aja ia begitu kesulitan, karena setiap hembus yang ia lepaskan membuktikan betapa pedihnya kenyataan.


"Pulanglah, Ray. Gue baik-baik aja." Titah Awan tanpa menoleh kebelakang dimana Ray sedang duduk.


Ray menghela nafas, kemudian dia bangkit dari duduknya. Ia paham saat ini, Awan butuh waktu sendiri. Ray beranjak pergi meninggalkan Awan seorang diri.


Tes


Satu tetes


Tiga tetes


Runtuh pertahanan Awan, ia kalah oleh dirinya sendiri. Tubuhnya ambruk kelantai, badannya berguncang hebat. Mulutnya terbungkam, ia menangis karena tak sanggup menjelaskan seberapa hancur hatinya karena cintanya yang begitu besar pada Shika.


"Shika, kenapa begitu sakit mencintaimu. Kenapa begitu tersiksa menyayangimu, bayangmu semakin dalam, membuat hatiku tercabik secara diam-diam." Lirih Awan dalam tangisnya.


Aku tak mungkin menyesali pertemuan kita, namun yang aku sesalkan kenapa terlalu awal untuk mengenal kata berpisah.


*****


Disini Awan menangis dalam kesendiriannya, berbeda dengan suasana di rooftop sebuah hotel. Senyum bahagia terus terpancar dari wajah pasangan yang beberapa saat yang lalu telah bertukar cincin sebagai bukti mereka telah resmi bertunangan.

__ADS_1


"Selamat, sayang. Sebentar lagi akan menyandang status baru." Ucap Afnan seraya memeluk adiknya.


"Makasih, bang. Abang dari mana baru kelihatan dan kak Ray juga engga liat Fe." Shika membalas pelukan abangnya.


"Ray ada panggilan darurat dari rumah sakit, kamu tau sendiri kan, kakak kamu itu seperti apa."


Afnan beralih pada Kevin yang berdiri disamping adiknya, ia tidak menyangka kisah cinta adiknya akan seperti ini.


"Gue titip adik gue yang manja ini sama lo, awas lo bikin dia nangis lagi. Gue sendiri yang bawa dia pergi jauh dari hidup lo." Ucapnya pada Kevin dengan nada ancaman, dibalas senyuman oleh Kevin.


"Abang!" rengek Shika.


"Tenang abang ipar, adik iparmu ini tidak akan membuat tuan putri bersedih." kata Kevin sukses membuat Afnan bergedik.


"Geli gue, lo panggil abang ipar. Berasa tua banget gue, padahal lebih tua lo."


"Hahahaha....." Kevin tertawa melihat reaksi Afnan. "Lo harus nerima kenyataan, kalau sekarang gue adik ipar lo." Kevin terus saja goda Afnan.


"Serah lo dah!" Afnan meninggalkan keduanya. Kevin masih saja ketawa, padahal Afnan sudah menjauh dari mereka.


"Kakak jahat banget sih, ledekin bang Afnan." Cicit Shika. Kevin tersenyum melihat gadis disampingnya, ia raih tangan Shika mengecup lembut punggung tangan itu.


"Makasih cinta untuk malam yang bahagia ini." Ucap Kevin tanpa membalas apa yang dikatakan Shika padanya. Mereka saling menatap penuh cinta menyelam sampai kedasar hati.


Tak ada satupun kata yang mampu mengungkapkan, betapa bahagianya aku saat ini, saat bersamamu.


❄❄❄❄❄❄❄


Malaamm zheyeng, lunas yaaa double Up hari ini😎

__ADS_1


Awan cup cup cup jangan nangis lagi, Jingga kan jadi ikut sedih, sini sama Jingga aja kita makan ramyeon bareng🤭


Jangan lupa like, komen, Vote ya zheyeng-zheyeng😁


__ADS_2