
Bibir mereka kembali bertemu, cukup lama bibir keduanya bertaut, saling mengecap. Entah sejak kapan yang jelas kini keduanya sudah sama-sama polos dengan tubuh Awan yang mengunci tubuh sang Istri.
Shika memejamkan matanya, dia menggigit bibirnya kuat-kuat karena tubuhnya bereaksi dengan sentuhan-sentuhan panas yang diberikan Awan malam ini.
Bibir Awan meninggalkan kecupan liar tanda cinta yang menandakan Shika adalah miliknya seorang. Pendingin ruangan tidak mampu menurunkan hawa panas dari dua insan yang sedang memadu kasih.
"Kak, pelan-pelan!" lirih Shika ketika Awan sudah siap melakukan penyatuan.
Awan tersenyum, ia mengangguk pelan dan dengan perlahan benda itu memasuki tubuhnya. Dicengkramnya lengan Awan kuat-kuat, Shika membuka matanya.
Awan menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh Shika, Awan memperhatikan ekspresi wajah dari wanita yang berada dibawah tubuhnya.
"Sakit?" Shika mengangguk pelan.
Gimana ngga sakit sayang, sempit gini. Kamu benar-benar menjaga dan merawatnya, ditambah milikku yang sangat mengembang. Awan terkekeh dalam hati.
Shika masih terlihat menggigit bibirnya menahan kesakitan, ia menarik nafasnya perlahan hingga terlihat tenang.
Manik mata mereka beradu dengan jarak yang sangat dekat, tatapan berkabut dengan deru nafas memburu. Keduanya tampak begitu sangat menikmati momen penyatuan mereka ini.
"I Love You My Wife, My First Love."
Awan tidak bisa menahan diri lagi, ia merasakan jepitan-jepitan yang luar biasa dari dalam sana. Has rat Awan yang semakin menggebu membuat gairahnya semakin tinggi dan semakin hebat. Sambil mengecup, mengesap bibir Shika ia menggerakkan tubuhnya.
Shika yang sebelumnya merasakan kesakitan karena benda besar dan keras itu, kini seluruh tubuhnya sudah menegang kala merasakan kenikmatan yang tiada tara yang di lakukan suaminya.
Hal nikmat yang membuat dia mulai menggerakkan pinggulnya hingga Awan semakin keenakan karena banana besar miliknya ini begitu dimanjakan.
"Sayang, kamu enak banget!"
Awan benar-benar merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan, malam ini ia telah menjadi lelaki seutuhnya. Keperjakaan yang selama ini di jaga di lepas oleh wanita yang telah mencuri dan mengisi hatinya selama bertahun-tahun lamanya.
"Kakak juga!"
Awan tersenyum dan kembali memacu tubuhnya memberikan kenikmatan pada wanita yang sangat dicintainya ini. Awan semakin aktif bergerak, Shika memejamkan matanya dan mulai mendesah.
Begitu pun Awan, ia benar-benar menikmati pijatan-pijatan lembut yang luar biasa dari dalam milik sang istri. Awan mulai gencar melakukan serangan-serangan kebagian-bagian sensitif didalam tubuh sang istri, mereka terus saling bergesekan memberikan sensasi diantara keduanya. Maka akan terjadi rasa nikmat dan rasa geli yang teramat sangat yang membuat mereka terus mengerang dan melenguh.
Suasana kamar yang temaram, dengan wangi aroma terapi yang menenangkan semakin membuat pasangan pengantin baru itu larut dalam buaian cinta yang penuh kenikmatan.
Dan malam ini, mereka menyatu dengan cukup panas. Awan menyentuh tubuh sang Istri inci demi inci tak satu pun luput dari kecupannya hingga pekikan penuh nikmat itu meluncur dari mulut wanita itu. Awan tersenyum penuh arti, ia kembali memagut bibir sang Istri guna membawa mereka menuju puncak yang begitu indah dan nikmat.
Awan menjatuhkan tubuhnya keatas tubuh sang istri ketika semuanya selesai, dipeluknya erat-erat tubuh itu seolah tak ingin Shika pergi darinya. Awan ingin Shika selalu berada disisi nya.
__ADS_1
Nafas masih tidak beraturan, peluh membanjiri dan membuat tubuh mereka berdua terasa begitu panas dan terlihat mengkilap. Mata pengantin baru itu terpejam menikmati sisa-sisa surga dunia yang baru saja mereka teguk dan nikmati bersama.
"Kak, berat. Ngga bisa nafas!" rengek manja Shika.
Awan tersenyum, segera bangkit menarik perlahan miliknya dari dalam sana. Menjatuhkan tubuhnya disisi Shika, menarik tubuh wanita itu masuk kedalam pelukannya. Kembali ia memberi sebuah kecupan penuh cinta di pucuk kepala sang istri.
"Makasih sayang, Love You."
Awan membelai punggung istrinya yang polos, wanita itu sudah terlelap tidur setelah penyatuan dan pelepasan has rat mereka berdua. Sungguh malam ini ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa, wanita yang dicintainya kini benar-benar menjadi milik nya.
Shika menggeliat kecil, Awan menghentikan belaiannya lalu merengkuh sang istri kedalam pelukannya. Dikecupnya kepala wanita itu dengan lembut dan mereka berbagi kehangatan didalam selimut yang sama.
Rasa kantuk mulai menyerang, perlahan mata Awan terpejam menyusul sang istri kealam mimpi. Keduanya tertidur pulas setelah pertempuran panjang yang melelahkan demi mencapai puncak yang luar biasa indahnya.
*****
Shika menggeliat, tangannya terulur meraba sisi tempat tidur yang ditempati Awan. Kedua mata bermanik coklat itu perlahan terbuka, tidak menemukan sosok yang dicarinya. Tubuh telanjangnya lemas bahkan bergerak saja Shika rasanya tidak sanggup.
"Aakkh... Aku seperti perawan saja kalau seperti ini." Shika menghela nafas pelan.
Shika menggigit kecil bibirnya kala teringat adegan demi adegan yang mereka lakukan semalam, Awan menggempurnya tanpa ampun. Tubuhnya terasa remuk redam.
Ini bukan yang pertama, tapi sungguh sakit. Aahh...aku melupakan ukurannya. Batin Shika.
"Oh, astagaa naga... otakku jadi mesum!"
"Udah bangun, sayang?" tanya Awan yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
Shika menahan rasa gugupnya saat laki-laki itu memandangnya sambil tersenyum, huaaa... malunya setengah mampos saat mengingat laki-laki itu telah melihat dan menikmati tubuhnya.
"Masih sakit?" tanya Awan lagi sambil melangkah mendekati tempat tidur dimana sang istri berada.
"Sedikit," gumam Shika sembari mengangguk.
"Maaf, sayang. Udah membuatmu tidak nyaman dan kelelahan." Mengelus pipi wanita itu lalu mengecup sekilas bibirnya.
"Soalnya, kamu bikin nagih!" bisik Awan tepat ditelinga Shika yang masih menggulung tubuhnya dengan selimut.
Blusshh
Apa-apaan dia, aakkhh.... aku benar-benar mau menghilang. Pekik Shika dalam hati.
Awan mengulum senyum melihat wajah sang istri bersemu merah, jarinya menyentuh lembut bibirnya sang istri.
__ADS_1
"Bibir ini bahkan masih sama manisnya seperti saat pertama kali kakak sentuh"
Shika menautkan kedua alisnya, ucapan lelaki didepannya ini membuat ia bingung.
"Kamu ingat pertama kali kita tidur bareng?" tanya Awan mengerti akan ke bingungan wanitanya.
"Jadi Kakak udah cium aku? cemek-cemek aku juga?" tanya Shika balik dengan mata melotot.
"Just a kiss."
"Iiiihhh... Kakak jahat, curi ciuman pertama aku." Shika merengut, bibirnya mengerucut membuat Awan semakin gemas.
"Bahkan Kakak semalam udah dapat lebih, ngga cuma sekali, berkali-kali malah!" Awan menaik turunkan alisnya dengan senyum menggoda.
"Au ah, awas... mau mandi!"
"Mau mabar?"
"Mabar?"
"Iya, mabar. Mandi bareng."
"Iiihh.... ngga lucu!"
"Emang engga lucu, sayang. Tapi bisa bikin pipi kamu udah kayak tomat merahnya."
"Kak, udah deh jangan godain aku terus!"
"Tapi kamu suka kan?"
"Kaaakkk...!!!"
"Iya sayang..."
❄❄❄❄❄❄❄
Hareudang.....Hareudang....🥵
Panas euyy... maksudnya cuaca disini panas bikin gerah, berharap hujan turun🤣🤣🤣
Satu Bab dulu ya Zheyeng, gegara Awan jadi ternoda🤧 kasian nya otak Aku sudah tidak Perawan🙈
Kak Jingga sepertinya besok harus ke tempat reparasi otak deh🤔
__ADS_1
Aduuuhh, kayaknya ngga boleh makan Banana lagi😒
🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌