
Perkelahian dua orang mahasiswa yang menyita perhatian warga sivitas jurusan Teknik Arsitektur itu akan menimbulkan gosip baru lagi. Setelah diinterogasi oleh Pak Ridwan, akhirnya terungkap apa penyebab kedua teman baik itu bertengkar yang tak lain soal masalah asmara dan perempuan. Untung saja Pak Ridwan yang ternyata cukup bijaksana itu tidak memberikan hukuman untuk keduanya. Hanya memberi sedikit wejangan anti galau, meskipun dia sendiri masih betah melajang.
Mereka didamaikan segera secara kekeluargaan. Namun, benih dendam masih bersemayam di hati Yoga. Ia tak terima jika akhirnya ada laki-laki lain yang bisa dekat dengan Diandra. Sialnya laki-laki itu adalah temannya sendiri.
Bukannya turut bahagia dan mendukung hubungan temannya, Yoga justru memiliki keinginan lain bagi mereka.
"Hei kamu yang namanya Sekar kan?" tanyanya pada adik kelasnya yang memiliki gigi gingsul.
Ia mendapati Sekar sedang duduk melamun sendiri di kantin belakang kampus. Gadis itu terperangah. Ada Yoga dengan wajah biru lebam menghampirinya.
"Iyo, Mas. Apa iku?" jawabnya dengan logat Jawa medok.
"Boleh ngomong sebentar? Ada yang mau aku bahas soal Aydan."
"Aydan?!"
Tanpa basa basi lagi, Yoga langsung duduk di bangku sebelah Sekar. Membicarakan tentang temannya, Aydan dan juga Diandra.
Kening Sekar mengernyit tak yakin dengan apa yang dibahasnya. Ia ragu dan khawatir, tapi Yoga berusaha meyakinkan. Bahkan mengiming-imingi sebuah hubungan baru dengan Aydan. Lelaki yang mampu menarik hatinya karena baginya mirip dengan vokalis band asal Yogakarta itu apakah bisa menjadi miliknya?
Rayuan dan hasutan Yoga nyatanya mampu menggoyahkan iman Sekar. Meskipun jauh di dalam hatinya ada perasaan tidak tega. Sayangnya, hal itu ia tepis jauh-jauh demi keinginannya menjauhkan Aydan dan Diandra juga.
***
"Ouw!!!" Aydan merintih perih saat jari Andra menyentuh wajahnya yang biru lebam dan bengkak.
"Eh maaf, Mas. Sakit banget ya?" Andra tampak sedih melihat luka-luka di wajah seniornya yang telah membelanya.
Setelah diobati di klinik kesehatan, mereka berdua segera pulang ke kos-kosan Aydan. Keduanya duduk di ruang tamu.
"Nanti juga sembuh kok," jawabnya seraya tersenyum.
Walaupun lelaki itu terlihat kuat, ternyata tak mampu membuat hati Andra tenang. Ia merasa sangat bersalah. Seandainya ia bisa mencegah perkelahian itu, mungkin wajah manis itu tidak akan rusak.
"Aku sudah deg-degan takut Mas Aydan bakal diskors sama Pak Ridwan," ungkapnya masih khawatir.
"Alhamdulillah ternyata enggak kan? Justru karena kejadian itu jadi terbongkar semuanya dan namamu bersih lagi." Kembali tangan kekar itu mengacak rambut Andra.
"Jangan suka ngacak rambutku dong, Mas! Jadi gak rapih," protesnya sambil menyisiri rambut panjangnya dengan jari jemari. Aydan malah nyengir.
"Tapi aku suka," dalihnya.
"Tapi aku enggak." Andra manyun yang justru makin membuat pemuda itu gemas padanya.
"Kalau sama orangnya suka enggak?" Wajah lebam itu condong ke depan. Ke wajah Andra yang masih cemberut. Manik mata Aydan menatapnya. Seketika itu juga hati Andra dibuat berdebar. Ia tertegun.
"Kok malah diam aja sih? Jawab dong! Yah walaupun aku udah tahu jawabannya, tapi aku mau dengar sendiri dari mulutmu," ungkap Aydan dengan mata berbinar-binar.
"Yakin udah tahu jawabannya?"
Aydan mengangguk cepat.
"Ya udah ngapain nanya lagi? Dasar aneh!" hardiknya sambil bangkit dari kursi tamu.
"Iya tapi aku mau dengar sendiri dari mulutmu, Sayang." Aydan mendongak pada Andra yang nampaknya hendak pergi.
"Sayang?!" Gadis itu langsung mendelik.
__ADS_1
"Kenapa? Gak boleh panggil 'sayang'?"
"Ya gak boleh lah."
"Tapi aku kan beneran sayang kamu," protes Aydan. Ia menarik tangan Andra. Tak mau perempuan itu buru-buru pergi.
"Aku takut nanti ada yang marah, Mas."
"Siapa?"
"Pokoknya ada beberapa orang yang gak suka kalau kita dekat. Jadi lebih baik hati-hati," bebernya.
Lelaki itu malah tertawa terbahak-bahak.
"Apanya yang lucu?"
"Ya kamu. Malah mikirin banget perasaan orang lain. Bukannya mikirin perasaanmu sendiri dan perasaanku juga. Gak kasihan dengan nasibku yang masih menggantung ini?"
"Lho katanya udah tahu alasanku apa, tapi kenapa masih bahas soal itu?" Andra mulai kesal. Ia menepis genggaman tangan Aydan. Siap-siap pergi.
"Mau ke mana? Biar aku antar pulang."
"Lebih baik istirahat aja, Mas. Aku cuma mau pergi ke warnet."
"Ke warnetnya nanti aja!" protes Aydan. Ia menyusul Andra yang sudah sampai ke gerbang kos-kosan.
"Gak bisa. Aku ada urusan." Andra tersenyum kecil sebagai salam perpisahan. Lalu dia memberhentikan sebuah mobil angkutan umum di depan kosan itu dan pergi. Aydan menghela napas kecewa.
"Pengen istirahat sih, tapi aku harus pergi juga kalau gini," gumamnya panik. Dengan langkah terburu-buru Aydan mengunci pintu kamarnya dan pergi juga.
***
Ketika akun 'cheeky_tarou' membalas sapaannya, Andra melonjak kegirangan. Sebab sudah dua Minggu ini tidak mengobrol dengannya karena sibuk dengan segudang tugas kuliah dan sibuk juga dengan Aydan belakangan ini.
wah tumben online lagi? ke mana aja kemarin-kemarin?
sibuk sama urusan kuliah dan seniorku.
oh senior yang elo suka itu? kalian sudah jadian?
enggak dan gak akan.
why not?
kan elo udah tau alasan gue apa? gue gak mau punya cowok dulu sampai lulus. gue udah terlanjur janji sama nyokap gue. masa gue harus ingkar sih?
>oh jadi elo berjanji sama nyokap juga. pantesan. terus senior elo itu tau gak?
dia udah tahu tapi soal janji sama nyokap gue juga yang bikin gue berat itu dia gak tahu. yah walaupun dia berharap banget gue mau menjawab perasaannya. seandainya bisa. makanya lebih baik gue tahan diri dulu sampai lulus.
kalau misalkan dia keburu naksir cewek lain lagi, gimana?
Andra terdiam sejenak. Tak terpikirkan sama sekali soal itu.
ya udah mau gimana lagi. walaupun mungkin gue bakalan sedih. toh gue gak bisa melarang dia kan? gue bukan ceweknya juga. jodoh gak akan ke mana.
Menulis kalimat sok bijaksana itu justru terasa menyayat hati Andra. Sejujurnya ia takut hal itu akan terjadi.
__ADS_1
well. kamu keliatannya sudah siap dengan resikonya. mudah-mudahan cowok itu tetap setia menunggu elo sampai lulus. kalau enggak, gue siap jadi teman curhat elo lagi dan nemenin gue yang jomblo. hahaha...
ih elo bikin gue khawatir aja. jomblo bukan aib, om. jomblo itu pilihan. hihihi...
ya terserah elo aja deh. kalau elo udah lulus dan masih jomblo juga, gue siap kok jadi cowok lo. hahaha... mau langsung ke KUA juga boleh. btw, gue bukan om elo. gue gak tua-tua amat.
ih apaan sih? Kesannya gue gak laku gitu jadi harus sama elo. pengen tahu muka elo kayak gimana aja gak boleh. gimana gue bakal menimbang-nimbang elo jadi imam gue. hahaha...
ya udah kalau gitu nanti kalau elo udah lulus dan udah kerja kita ketemuan yuk. kita kopdar. gimana? tapi nanti jangan ketawain gue ya setelah liat tampang gue yang pas-pasan ini.
oke siap. duh jadi gak sabar pengen cepat lulus dan ketemu elo. gue siap ngetawain nih. hahaha...
yah tega amat. hiks... dan gue juga siap jatuh hati sama elo.
jangan jatuh hati sama gue. gue itu galak dan suka jutek. gue aja heran kenapa banyak yang mau deketin gue?
gak apa-apa. gue udah terlatih menjinakkan anjing galak kok.
what?! 😤
huahahaha .... marah dia.
Selanjutnya Andra bercerita juga tentang perkelahian itu dan Aydan membelanya sampai wajahnya babak belur. Ia merasa bersalah dan khawatir. Namun, 'cheeky_tarou' tetap menyemangatinya.
itu artinya dia sayang banget sama elo.
iya gue tahu. tapi sayangnya gue gak bisa bikin dia senang. gue gak bisa nerima dia jadi cowok gue. Mudah-mudahan dia bisa ngertiin gue dan mau menunggu sampai gue lulus. kalau dia berpaling ya udah berarti dia gak serius dan mungkin bukan jodoh gue.
ribet amat ya kayaknya hubungan kalian. gue jadi gemas sendiri pengen nyubit hati lo. sumpah.
yeee jangan dong.
Percakapan itu belum berakhir, tapi tiba-tiba pintu bilik warnet terbuka dari luar. Seorang lelaki dan seorang perempuan berdiri di depannya. Keduanya terperanjat saat tahu biliknya sudah ada orang lain.
"Oh, maaf. Kirain kosong," kata si lelaki yang sepertinya seorang mahasiswa juga.
"Sebentar lagi juga gue udah mau kelar. Atau kalau udah gak sabar ya silakan cari bilik lain buat pacaran. Awas yang ketiganya setan," jawab Andra ketus.
"Kok malah nyolot sih? Kamu ada masalah sama kami?" protes si perempuan kesal.
"Dulu gue ada masalah sama cowok elo itu. Hati-hati aja pacaran sama buaya," balas Andra dingin.
Dia segera log out dan melenggang pergi dengan wajah tidak bersahabat.
"Buaya?! Siapa maksudmu? Cowokku? Bilang aja iri," teriaknya.
"Mohon jangan berisik ya!" seru Mas Jo – penjaga warnet dari mejanya.
Pacarnya menyuruhnya diam dan segera mengajaknya masuk bilik paling belakang, tapi si perempuan masih kesal.
"Siapa sih cewek itu? Kok nyebelin banget? Kenal juga enggak. Dasar cewek gila!" umpatnya.
"Sssst sudah jangan berisik! Ayo cepat log in!" titah si lelaki. Ia enggan menjelaskan siapa perempuan yang judes tadi.
Setelah log in, situs Friendster langsung dibuka. Si lelaki sign on sekali lagi. Lalu nama Nathan Gajendra pun muncul di layar sebagai pemilik akun tersebut.
***
__ADS_1