
setelah para ibu-ibu sudah pergi termasuk keluarga David dan need semua pelayan langsung membersihkan rumah
Elisabeth tampak cemas melihat sang mertua yang terbaring lemah tuan edwin langsung datang dan melihat kondisi istrinya
sang dokter yang baru selesai merapikan tasnya langsung melihat ke arah pria yang baru datang
,"dok bagaman keadaan istri saya," ucap tuan edwin
,"kondisi istri tuan cukup stabil untuk saat ini,selain sesak nafas dan hipertensi sepertinya istri Anda sedang stres dan shyok karna mendengar sesuatu sehingga membuatnya jatuh pingsan", ucap sang dokter
membuat tuan edwi binggung pasalnya saat ke kantor istrinya baik-baik saja dan sepertinya hati ini arisan ibu Desi sangat bahagia apalagi sang cucu akan mengikuti ujian masuk sekolah yang paling elit
,"saya sudah memberikan obat tidur pada nyonya agar dia bisa beristirahat dengan baik,"ucap sang dokter
tuan edwin hanya mengangguk mengerti dan langsung memegang tangan sang istri
kalau begitu saya permisi ucap sang dokter dan berlalu bersama pelayan yang mengantarnya keluar
,"sebenarnya apa yang terjadi sampai ibumu bisa pingsan,"ucap tuan edwin sambil melihat ke arah Elisabeth
,"saya juga kurang tau ayah tadi saya ke toilet saat ibu sendang bercerita,setelah kembali saya sudah melihat ibu sudah pingsan dan di angkat ke kamar,"ucap Elisabeth
,"baiklah kau dan Deni keluarlah biasa aku yang menjaga di sini,"ucap tuan edwin sambil memegang tangan sang istri dan mengelus wajahnya
__ADS_1
Elisabeth dan Deni bergegas keluar dari kamar tersebut
sementara David yang menjemput ibu dan istrnya serta si kembar dari rumah Tante Desi,
david merasa agak binggung pasalnya baru kali ini Arisa sangat cepat bahkan ini belum tiga jam mereka di sana dan mereka semua sudah pulang
dia dalam mobil ibu Anita terdiam karna jujur dia merasa bersalah pada Tante desi,karna perkatannya membuat Tante Desi langsung di rawat
,"sebenarnya apa yang terjadi Samapi ibu secepat ini pulang arisan,"ucap David
ibu Anita melihat sang anak Dan menghembuskan nafas kasar
,"Tante desi pingsan," ucap ibu Anita
,"kok bisa Tante Desi pingsang ,apa munkin kurang istirahat,"ucap David
,"sepertinya dia sedang stres karna terlalu banyak berpikir ,"ucap ibu Anita tidak mau membahas masalah tersebut
David hanya mengangguk saat melihat wajah sang ibu
,"kita pulang atau mau ke mana dulu," ucap David
,"aku inggin makan bakso,"ucap Erina
__ADS_1
membuat ibu Anita tersenyum kembali
,"mau makan di mana nak," ?ucap ibu Anita
,"di tenda sana Bu tunjuk Erina di sebuah tenda di pinggir jalan,"
akhirnya David langsung menepikan mobilnya di dekat tenda tersebut yang cukup bersih semua perabotannya cukup bagus
,"ayo turun kita makan,"ucap David pada sang istri
akhirnya mereka semua turun banyak yang melihat mereka apalagi wajah David yang tampan dan si kembar membuat banyak mata yang tak henti melihat mereka
saat sedang asyik makan tiba-tiba suara seorang langsung membuat mereka terkejut
,"oh Sekaran kau sedang santai menghabiskan harta kami yang kau curi sedang kakakmu sedang masuk rumah sakit," ucap ibu Ita saat akan makan bakso matanya tak sengaja melihat erina
,"oh jadi kalian yang sudah menculik anakku pada saat bayi dan meminta tebusan dua puluh miliyar setelah kami bayar kalian pergi membawanya,"ucap ibu Anita mulai aktingnya
ibu Ita sangat terkejut maksud hati ingging mempermalukan Erina dan mendesaknya agar memberikannya uang
,"kalian harus mempertanggung jawabkan pembuatan kalian," ucap ibu Anita dengan air mata yang mengalir
semua orang langsung melihat iba pada ibu Anita yang bercucuran air mata seolah-olah itu benar terjadi dan melihat marah pada ibu ita,nyali ibu Ita langsung menciut melihat wajah orang di sekelilingnya
__ADS_1
hai selamat pagi jangan lupa di like, komen, vote dan hadiahnya biar Arturo tetap semangat