
pangeran Wonda dan tuan Ameru melihat ke arah Joe gorila yang lebih besar dua kali lipat dari jena,membuat ke dua pria tersebut langsung pingsan bersama
para pengawal David langsung kecewa dengan yang terjadi karena ke empatnya Sudah pingsan duluan sebelum merasakan kincir Anging Joe
para pengawal David dan pawang Joe langsun ke lokasi untuk mengamankan ke empat orang tersebut yang pingsan tak berdaya di dalam gua Joe yang terkenal sangat kejam di hanya akan baik pada Jena dan keluarga David saja serta pawangnya
Joe melihat ke empat orang tersebut di bawa keluar dari guanya hanya mendengus sebal,padahal dia berniat bermain kincir angin dengan keempat orang tersebut
pangeran Wonda,tuan Ameru Rusdi dan tuan Oman langsung di kembalikan ke ruang perawatan
saat siuman mereka berteriak histeris karena sangat takut bahkan mereka berempat tak berani turun dari ranjang perawatan karena sangat takut
sedangkan kakek tua di sebelah mereka hanya memandang sinis ke empat orang tersebut yang tak mendengarkan perkatannya
"kualat kan gak dengar yang lebih tua," ucap kakek tua tersebut
membuat mereka semua mengalihkan pandangannya pada sang kakek,yang sedang santai sambil bermain game di ponselnya
__ADS_1
"kau....kau...kenapa tak mengatakan bahwa ada raksasa di markas ini," ucap pangeran Wonda yang melihat Joe bagai raksasa begitupun dengan yang lain
orang tua tersebut melihat keempat orang tersebut,dengan tatapan sinis
"emang situ siapa,anak bukan,cucu bukan,emang situ oke," ucap kakek tua tersebut
membuat pangeran Wonda terdiam
saat pengantaran makanan kakek tersebut mendapatkan makanan enak seperti biasa,kali ini Rusdi juga mendapat makan enak seperti sang kakek tua
"kau kenapa kau bisa memiliki makan enak,"tanyak pangeran Wonda
"tentu saja karena aku membayarnya,ayah ayo kita makan bersama ," ajak Rusdi pada sang ayah
tuan Ameru bergegas ke ranjang puteranya
" enak saja kalian makan enak sedangkan kami hanya bubur putih,kalian harus membaginya dengan kami, karena karena kalian aku kehilangan cincin ku yang berharga," ucap pangeran Wonda tak terima karena Rusdy dan tuan Ameru makan enak
__ADS_1
"Tidak mau ini hanya cukup untuk dua orang lagipula kan kau juga makan harga cincin yang kau berikan pada si kakek tua, seharusnya kalian meminta pada si kakek tua," ucap Rusdi
pangeran Wonda dan tuan Oman melirik Kakek tua tersebut lalu mata mereka menatap makanan kakek tua tersebut
kakek tua tersebut Tersenyum sinis menundukkan sedikit wajahnya di makanannya lalu meludahinya satu persatu,membaut yang melihatnya merasa jijik
"apa kalian mau silahkan bergabung untuk makan bersama ku," ucap kakek tua tersebut
pangeran Wonda dan tuan Oman langsung mengeleng apalagi melihat kelakukan si kakek tua yang meludahi makanannya sendiri,Rusdi yang terinspirasi langsung melaksanakan hal yang sama membuat kepalanya langsung di pukul sendok oleh ayahnya,Rusdi lupa kalau dia akan berbagi dengan ayahnya
membuat Rusdi hanya bisa meringis menahan sakit akibat di pukul
"maaf ayah aku khilaf,nanati makan siang semua makanan Rusdi untuk ayah," ucap Rusdi membuat tuan Ameru mengangguk
pangeran wonda, tuan Oman, tuan Ameru terpaksa makan bubur putih tanpa lauk apapun
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1