
setelah kepergian ibu Anita,mbak dini kembali ke kamar Deni ,tampak seorang perawat sedang melepaskan infus yang berada di tangan Deni
setelah selesai melepaskan infus Deni, perawatan itu lalu keluar
Deni bersandar di ranjang tempat tidur
,"mbak aku mimpi kemarin masuk asrama yang sangat mengerikan ,aku menangis sambil minta tolong,tapi tak ada yang datang menolongku ," ucap Deni
membuat mbak dini sangat terkejut akan perkataan Deni
apa anak ini lupa akan kejadian tersebut pikir mbak dini
"sekarang tuan Deni istirahat yang banyak dulu jangan terlalu di pikirkan ," ucap mbak dini
Deni hanya mengaguk lalu terlelap kembali
mbak dini langsung menghubungi ibu Anita dan menceritakan yang terjadi
setelah menceritakan semuanya panggil pun terputus
perawatan yang tadi melepaskan infus mendekat ke arah mbak dini
,"maaf mbak ini obat yang harus di minuman di bungkus sudah ada keterangannya," ucap perawat tersebut dan berlalu
__ADS_1
," maaf mbak ,kapan lagi dokter datang untuk melakukan pemulihan pada Deni ," ucap mbak dini
,"dokter akan datang tiga kali seminggu untuk memeriksa kondisi Deni baik di dalam maupun di luar ," ucap perawat tersebut
mani dini menganguk mengerti.
sementara itu di rumah sakit ibu Desi yang terbangun dari pingsannya dua hari yang lalu masih terdiam di tempat tidur tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya
sementara sang suami hanya bisa menatap ibu Desi dengan tatapan yang sulit di artikan
," mengapa kau melihatku kan semua ini ," ucap kekek Deni
ibu Desi masih dengan diamnya
,"maafkan aku aku pikir ini yang terbaik untuk deni," ucap ibu Desi dengan air mata yang mengalir
,"kau memang tak pernah mau mendengarkan perkataanku,bahkan saat ayah Andrew menawarkan sekolah yang baik untuk Deni kau menolaknya dengan sombong, sekarang apa yang akan kau lakukan ," ucap kakek deni
ibu Desi terdiam dia tak mampu lagi berkata
,"sekarang aku ingin kau mengurus sekolah tersebut agar sekolah tersebut tutup bagamana pun caranya atau aku akan meninggalkan mu ," ucap kakek Deni
ibu Desi langsung menatap suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan
__ADS_1
,"apa maksudmu ," ucap ibu Desi
,"aku akan menceraikan dirimu, kau pikir aku tidak tau kau selalu mengunakan Deni agar bisa mengalahkan Anita,kau mengorbankan cucuku hanya demi rasa iri dan ambisi mu," ucap kakek Deni
membuat ibu Desi terdiam dia tak menyangka suaminya akan tega mengancam dirinya dengan perceraian
," sekarang kau tinggal tentukan pilihanmu aku akan menunggu kalau dalam satu bulan sekolah itu belum tutup, aku akan menceraikan mu dan menutup sendiri sekolah tersebut dengan cara apapun," ucap kakek Deni dan berjalan meninggalkan ruangan perawatan ibu Desi
ibu Desi hanya bisa mematung mendengar perkataan suaminya,Desi langsung menutup matanya, mengingat semua ucapan suaminya.
kakek Deni ke makam cucunya
,"maafkan kakek yang selam ini terlalu sibuk bekerja sehingga membuatmu sangat menderita ," ucap kakek Deni seraya bangkit dan meningalakan kuburan Deni
di rumah sakit dokter memeriksa keadan ibu Deni yang menurut merek sudah lebih baik
," besok ibu bisa pulang," ucap dokter tersebut seraya tersenyum
ibu Desi hanya diam tak ada reaksi
,"baiklah selamat siang ," ucap dokter tersebut dan berlalu pergi
," maaf nyonya saya datang terlambat ,"ucap salah satu pelayan yang di panggil menemani ibu Desi di rumah sakit .
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya