
sementara Erina yang mendengar bahwa Ayahnya sudah sadar bergegas ke tempat ayahnya bersama si kembar
sementara di kediaman Pangerang Ajima, pangeran Ajima nampak sudah lebih baik bahkan sekarang dia sudah bisa duduk
"apa benar kemarin aku mendengar putri dan cucuku mendatangiku,ucap pangeran Ajima walau dia koma tapi dia bisa mendengar suara orang yang ada di sekitarnya
"iya putrimu Erina dan ke dua cucu mu sudah kembali bahkan sekarang Erina sedang mengandung lagi ," ucap ratu dengan wajah berderai air mata bahagia
Erina yang baru saja datang langsung menatap wajah pangeran Ajima
Ajima langsung terperangah melihat wajah cantik putrinya yang sangat mirip mendiang istrinya walaupun ada bagian tertentu yang mirip dengannya
tapi alisnya mengkerut saat melihat dua bocah Tampan dengan wajah bule di belakang Putri Erina
pangeran ajian menatap heran pada ke dua bocah tersebut,dia menengok kesana-kemari untuk mencari cucunya seperti yang di katakan ibunya
itu adalah Brayen dan Brian mereka cucumu anak dari putri Erina
membuat pangeran Ajima langsung terbelalak saat mendengar kedua anak tersebut adalah cucunya
apalagi kedua bocah tersebut tak tampak seperti Erina sama sekali
"apa mereka tak tertukar saat kau melahirkan," sontak ucapa pangeran Ajima membuat semua tertawa yang mereka pikir hanya bercanda
__ADS_1
"kau ini baru sadar sudah bercanda," ucap ratu
membuat pangeran Ajima terdiam
Erina langsung memeluk ayah kandungnya,Ajima langsung menangis
"maafkan ayah karena tak mampu melindungi ibumu dan dirimu ," ucap pangeran Ajima
"tidak ayah sudah berusaha melindungi kami hanya saja, tuhan Sudah menentukan takdirnya harus seperti ini ," ucap Erina dengan air mata yang mengalir
"kau sedang hamil ," ucap pangeran Ajima yang baru menyadari perut putri Erina membuncit
"iya sudah masuk usia tujuh bulan," ucap Erina
pangeran Ajima mengelus perut putri Erina
"dia akan datang saat acara tujuh bulan dan juga hari ulangtahun ibu ," ucap ratu
membuat pangeran Ajima mengaguk mengerti
Brayen,Brian cepat peluk kakek mu kalian tadi yang memeluknya dan mencium pipinya
si kembar dengan wajah datarnya memeluk sang kakek
__ADS_1
pangeran Ajima heran melihat ke dua cucunya yang seperti sangat santai dan wajahnya sangat datar serta seperti orang bule
sementara di kediaman Pangerang Wonda, tepatnya di ruang kerja pangeran Wonda tampak sangat berantakan
setelah mendengar kabar pangeran Ajima Sudja sadar dari komanya membuat pangeran Wonda sangat marah itu berarti tak ada jalan untuknya menduduki tahta yang selama ini dia inginkan
sementara istri pangeran Wonda langsung menenangkan suaminya
"tenanglah sayang kita bisa membunuh mereka dengan mengunakan david,kita akan berkerjasama dengannya dengan menipunya dengan mengatakan kau akan memberikan sebagian wilayah kerajaan benua padanya asalkan dia mau membatu kita membunuh pangeran Ajima dan putri Amera serta ke dua anaknya," ucap istri pangeran wonda
membuat pangeran Wonda sejenak berpikir
pangeran Wonda menelepon Oman yang saat ini sedang berada di apartemen Amera karena mereka sedang mencari cara bertemu david, merek tidak tau kenapa David melarang mereka masuk ke perusahaannya
telepon tuan Oman berdering,tuan Oman langsung mengangkat telepon yang berasal dari pangeran Wonda
ekspresi Oman berubah-ubah saat menerima telepon tersebut
membuat putri Amera menatap bingung pada tuan Oman
Oman langsung terduduk di kursi sofa putri Amera
"ada apa paman kenapa paman terlihat frustasi ," tanyak putri Amera
__ADS_1
"pangeran Ajima telah sadar dari komanya ," ucapa tuan Oman bagaikan petir yang menyambar telinga putri Amera
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya