
setelah pertemuan Anita dan ibu Desi ,sifat ibu Desi semakin baik dia mulai memperhatikan menantu dan calon cucunya
sementara itu di kediaman David tepatnya di dalam kamar David dan Erina sedang berdiskusi
"sayang aku tak bisa melakukan hal itu pada ibu, ucap Erina
"kenapa tak bisa,? tanyak David
"ya iyalah mana munkin aku kau suruh merayu ibu agar memberikan pulau pribadi hadiah pernikahna dari kakek,"
"ayolah sayang pulau itu sangat indah,kau tau mertuamu itu hanya membuat pulau itu menjadi Padang rumput dan dan bunga tak melakukan apapun pada pulau tersebut," ucap David
,"sebenarnya apa yang ingin kau lakukan pada pulau tersebut sehingga kau menyuruhku merayu ibu agar meminjamkan pulau itu untukku mu kau kan bisa membeli pulau lain yang lebih bagus ," ucap Erina sambil melihat David
"apa kau tau pulau ibu berada di antara kerajaan benua dan pulau milik pangeran Wonda," ucapan David sontak membuat Erina langsung menatap David dengan tatapan yang sulit di artikan
"jadi maksudnya kau meminjam pulau milik ibu untuk melakukan sesuatu untuk memancing pangeran Wonda mengunakan pulau milik ibu," ucap Erina
"tepat sekali kau memang istri yang sangat pintar ," ucap David
"kenapa kau tak memintanya sendiri pada ibu,"ucap Erina
__ADS_1
"kau tau ibu menjaga pulau tersebut dengan segenap jiwa raganya bahkan penjagaan pulau tersebut lebih ketat dari penjara ,ayah saja kalau mau ke pulau tersebut harus mendapatkan ijin khusus dari ibu ," ucap David
mata Erina membulat saat mendengar perkataan David tentang pulau pribadi milik ibu mertuanya tersebut
"kalau begitu berati pulau tersebut sangat di jaga oleh ibu,aku takut meminjamnya dari ibu,bagaiman kalua ibu sampai marah," ucap Erina
"ibu tak akan pernah marah kalau kau yang meminjam pulau tersebut," ucap David
"tapi apa alasanku meminjam pulau tersebut," ucap Erina
"kau tak usah Memikirkan alasan apapun,kau cukup berkata,ibu aku ingin meminjam pulau pribadi ibu," ucap David
Erina terdiam sesaat,"baiklah aku akan mengatakan hal tersebut,"ucap erina
setelah diskusi mereka selesai,mereka turun untuk makan, nampak ibu Anita,tuan Andrew dan si kembar sudah berada di posisinya
mereka semua makan dengan lahap,setelah makan mereka duduk di ruang keluarga sementara si kembar kembali ke kamar Mereka
mereka duduk bersama,David mencolek Erina agar mengutarakan keinginannya
"ibu.....," panggil Erina membuat semua melihat ke arah Erina
__ADS_1
ibu Anita tersenyum," ada apa nak ada yang kau inginkan,"ucap ibu Anita sambil tersenyum manis
Erina diam sesaat,meliahat Erina terdiam David langsung menyenggol lengan Erina
"ibu....bolehkan...aku , meminjam sesuatu pada ibu," ucap Erina sedikit gugup
"ibu Anita tersenyum lebar, tentu saja kau boleh meminjam apapun pada ibu," ucap ibu Anita
"aku ingin meminjam pulau pribadi ibu ," ucap Erina
membuat semua orang terdiam dan melihat ke arah Erina
David dan Erina sudah ketar-ketir apalagi Erina dia takut Sang mertua akan marah padanya
"ya ampun...!!! kenapa aku bisa lupa...," ucap ibu Anita dan berlari ke kamarnya untuk mengambil sesuatu
meningalakan tiga orang yang terpaku melihat kelakuan ibu Anita
Erina meremas lengan David karena takut sementara David jantungnya sudah dag Dig dug di buatannya
ibu Anita keluar dengan membawa sesuatu di tangannya sambil berjalan menuju tempat duduknya
__ADS_1
"sayang ibu sampai lupa memberikan sertifikat pulang pribadi ini dan ini adalah kunci masuk ke pulau tersebut, ini adalah hadiah untuk menantu ibu yang cantik yang sudah ibu siapkan jauh-jauh hari," ucap ibu Anita sambil tersenyum memberikan sertifikat dan kunci pulau tersebut
membuat tuan Andrew dan David saling menatap tak percaya atas apa yang mereka lihat saat ini dengan mata kepala mereka sendiri.