BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
iri


__ADS_3

"Apa kalian lihat apa yang terjadi tadi, astaga naga ular naga berkepala naga, bahkan Rani sampai menangis histeris karena tak menemukan brayen." ucap David


Membuat semua kembali tertawa, sementara Need wajahnya sudah memerah karena malu, apalagi ketiga orang yang gak ada akhlak terus mengodanya


"Need bangkit dari tempat duduknya dengan perasaan kesal, aku akan melihat bagaman kalian akan berelasi ketika putri kalian di dekati seorang pria ." ucap Need


Membuat David dan desalan terdiam, begitupun Lewis


Ayolah kau jangan marah sekarang minum dulu jus, agar kau bisa lebih tenang." rayu Lewis


Membuat need kembali duduk dan meminum jus seperti yang di sarankan Lewis

__ADS_1


Waktu terus berlalu semua keluarga telah kembali ke kediaman mereka masing-masing


Need yang sudah berada di kamar masih sangat kesal pada Brayen karena Brayen, Rani tak meliriknya sama sekali, biasanya Rani akan bahagia melihatnya bahkan setiap akan tidur Rani akan tidur di pelukan Need


Need masuk ke kamar ke dua putrinya yang tampak kelahan karena bermain, need mencium kedua putrinya sebelum keluar dari kamar


Di dalam kamar tampak Eni sudah menunggunya dengan wajah kesal, Need masuk dengan perasanan was-was melihat wajah masam istrnya


"Sayang bukan begitu hanya aku sangat mencintai putri kita, aku hanya tak Ingin seorang pria seperti Brayen akan mempengaruhi masa depannya." ucapan need membuat Eni langsung menatap Need dengan tatapan yang sulit di artikan


"Astaga need apa kau sudah gila Brayen baru berumur enam tahun, Bagaman bisa dia menghancurkan masa depan putri kita yang baru berumur satu tahun." ucap Eni tersulut emosi akibat pembuatan dan perkatan suaminya yang menurut eni sangat tak berfaedah

__ADS_1


"Tapi kalau mereka bersama terus kan bisa berbahaya, bisa-bisa Brayen membawa lari putri kita saat usianya sudah sembilan belas tahun dan mengajaknya menikah." ucap Need dengan menggebu-gebu, karena Brayen pernah berkata dia akan menikahi Rani di saat dia berusia sembilan belas tahun


" Astaga need di mana akal sehatmu, apa kau pikir Brayen yang baik dan tampan itu akan melakukan hal tersebut, kau memang sudah Tidak bisa di tolong lagi, kalau dalam waktu dekat kau tak meminta maaf pada Brayen atas perbuatanmu padanya, maka silahkan tidur di kamar tamu sampe satu bulan." putus Eni yang yang tak habis pikir dengan suaminya


Need terbelalak mendengar perkatan Eni, "sayang aku tak salah, dia yang ingin merebut putriku dariku." ucap Need, tapi Eni melangkah menuju kamar mandi tak menghiraukan perkataan need sama sekali


"Dasar setan kuadrat, ada dia aku dalam masalah tak ada dia aku pun dalam Maslah, kenapa semua masalah yang menyebabkan penderitaan padaku selalu berasal darinya ."ucap Need


Need langsung duduk di tepi ranjang sambil berpikir keras


"Belum jadi mentuku saja dia sudah di bela oleh semua orang apalagi kalau jadi menantu, bisa-bisa aku menjadi mertua yang terzolimi seperti di drama ikan terbang." ucap Need yang merasa semua permasalahan di hidupnya berawal dari Brayen

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2