
nyonya ambrika sebenarnya sangat kasihan melihat Deni tapi dia tak munkin memasukan Deni ke sekolahnya karna kepintaran Deni di bawah rata-rata saat pertama masuk di sudah mengetes Deni tapi rupanya anak tersebut belum bisa mengikuti level yang dia buat untuk sekolahnya
sangat beda dengan si kembar auranya saat masuk sangat bersinar membuat nyonya ambrika yakin mereka se jenius ayah mereka
setelah melihatnya dengan seksama sepertinya mereka lebih jenius dan lebih pintar dari ayah mereka dan tatapan mata mereka lebih sulit di artikan dari pada tatapan David
nyonya ambrika sungguh penasaran dengan ke dua bocah yang ada di hadapannya tapi dia tidak munkin bicara saat ini di tambah dengan adanya ibu Desi dan Deni membuat nyonya ambrika menahan semua keinginannya untuk menanyai si kembar
sementara di kediaman need,Eni yang baru selesai mandi, langsung mengambil jubah mandinya,dia melihat ranjang yang sudah rapi bahkan suprei dan koper isi pakainya sudah hilang entah kemana
Eni yang kebingungan mencari pakennya,melihat ke sebuah pintu terbuka nampak need yang sudah berpakaian santai keluar
need melihat istrinya kebingungan, langsung mengerti,bajumu sudah berada di ruang ganti ucap need seraya berlalu,Eni langsung masuk ke dalam ruangan yang dia perkirakan ruang ganti di kamar need
__ADS_1
Eni tercengan melihat semua isi lemari need dia memeriksa di setiap lemari, akhirnya dia menemukan paken yang berisi pakean wanita tapi nampaknya semuanya pakain baru walaupun ada sebagian pakennya yang bagus di dalam akhirnya di mengambil salah satu dress rumah warna biru dan memakinya
dia langsung keluar tampak need duduk di sofa kamar mereka sambil melihat ponselnya,need yang kebiasaan jika mengunakan ponsel di dalam kamar akan fokus pada ponselnya tidak sadar bahwa Eni sudah berada di hadapannya
Eni berdehem tapi need masih belum bergeming,maaf aku ingging turun ke bawah ucap Eni pada need, mendengar suara Eni need baru sadar bahwa Eni sedari tadi di hadapannya need mendongak melihat penampilan Eni dari atas sampai ke bawah
need tertegun dia tidak pernah memperhatikan wajah dan tubuh istrinya dari kemarin,ternyata istrinya cantik dan manis dengan tubuh yang montok
Eni yang merasa tidak nyaman di perhatikan, menundukkan wajahnya
need yang tersadar apalagi ini sudah lewat jam makan siang,pasti sang istri kelaparan
need langsung bangkit,ayo turun ucap need bejalan duluan di depan Eni,karna pengaruh jomblo dari lahir dia tidak tau harus bagaman memperlakukan sang istri
__ADS_1
apalagi bersikap romantis dengan memegangi tangan Eni,dia bahkan belum pernah namanya menyukai wanita
Eni hanya tersenyum walaupun suaminya cuek tapi Eni yakin hatinya pasti sangat baik,buktinya dia cukup perhatian dan menghargai Eni,apalah arti kata jika perbuatan tak sejalan.
mereka sudah tiba di ruang makan,ayah dan ibu need nampaknya sudah makan,need duduk seperti biasa Eni melayani need, setelah itu mereka namakan
nampak di ruang keluarga tuan Tris dan istrinya sedang santai,papa tumben pulang makan siang ucap sang istri,papi kangen mama ucap papa Tris merayu sang istri demi makanan penutup
karna sudah tak tahan tuan Tris langsung menarik istrinya ke kamar dengan cara mengendong ala pengantin baru melewati ruang makan,membuat need kesal karna kelakuan orang tuanya
sementara Eni hanya menunduk malu melihat mertuanya yang selalu mesra di mana saja.
aku up yaaa.......maksih sudah dukungan..... jangan lupa terus dukung ya,,,,jangan lupa komen,like,vote dan hadiahnya....salam sejahtera untuk semua
__ADS_1