BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
mall


__ADS_3

,"sayang jangan menatap ku seperti itu nanati kau jatuh cinta,"ucap desalan


membuat Erina tertawa mendengar ucapa desalan,sambil menggelengkan kepalanya


,"sayang desalan akan menjadi asisten mu sekaligus pengawal mu jadi kemanapun kau pergi kau harus memberitahukan padanya ,"


Erina mengguk mengerti,setelah tadi mendengar suaminya bercerita mengenai sang paman dan bibinya yang terus mencari keberadaannya,membuat Erina was-was apalagi ada si kembar.


setelah berkenalan dengan desalan Erina dan David kembali ke kamarnya sedangkan desalan sudah kembali ke apartemennya


dua Minggu telah berlalu hari ini adalah ujian Deni masuk sekolah nyonya ambrika


Deni datang bersama neneknya,Tante Desi sangat antusias saat ini apalagi dia merasa bahwa cucunya sangat pintar


akhirnya ujian di mulai tapi saat akan ujian tiba-tiba Deni pingsan di ruang ujian membuat semua yang ada di raungan panik


akhirnya Deni di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan karna Deni harus di infus karena kekurangan cairan dan mempunyai penyakit lambung karna sering terlambat makan dan semalam dia tidak sempat makan karna belajar

__ADS_1


hal itu membuat nyonya ambrika geleng-gelang kepala akan perbuatan ibu Desi pada sang cucu,setelah melihat kondisi Deni yang memprihatinkan,nyonya ambrika memberikan kelonggaran pada Deni untuk ujian bulan depan.


karena nyonya ambrika takut saat ini langsung mengatakan bahwa Deni tidak lolos,ibu Desi akan menyiksa Deni lebih parah dari ini.


sedang di rumah keluarga David ibu Anita yang mendengar kabar tersebut nampak shyok,dia berpikir apa yang akan di lakukanya agar Deni bisa terbebas dari belenggu sang nenek dan satu-satunya orang yang dapat membuat keputusan adalah sang ayah mertua


akhirnya ibu Desi tersenyum mengingat idenya yang cukup berlian


sedangkan di tempat lain keluarga Ita tampak frustasi apalagi paman Ita tak dapat membatu ita,dan orang tua Ita juga belum mendapatkan kabar keberadaan Erina dari orang suruhannya


,"ibu bagamana kalau kita ke mall aja sekalian belanja bulanan,"ucap Ita dan di setujui ke dua orang tuanya


Erina sedang berbelanja tas dan sepatu karna besok akan ada arisan keluarga di rumah Tante Desi.


karna keasyikan belanja Erina tak melihat ada enam buah mata yang mengawasi setiap kegiatannya


bagai mendapatkan durian runtuh, membayangkan harta yang akan mereka nikmati membuat ke tiga orang tersebut tak sadar diri.

__ADS_1


,"ayah bukan itu Erina," ucap Ita pada ke dua orang tuanya saat melewati tempat sepatu branded


ke dua orang tua Ita pun melihat ke arah yang di tunjuk sontak mereka terkejut.


,"ayo kita ke sana kita harus memberikan dia perhitungan karna berani bersenang-senang dengan harta tersebut ,"ucap ibu Ita membuat ke dua orang di sebelahnya mengguk


mereka berjalan ke arah Erina dan Alen


,"oh jadi begini kelakuanmu setelah kabur dari rumah," ucap ibu Ita sinis menatap Erina


,"mengunakan uang yang kau curi dari kami untuk bersenang-senang,cepat kembalikan kartu itu," ucap ibu Ita seraya ingging mengambil tas Erina


Erina yang kaget mematung melihat tiga orang yang sudah menghancurkan hidupnya dengan membunuh ke dua orangtuanya dan menyiksanya setiap hari


belum sampai tangan mereka ke tas Erina Dangan sigap Alen langsung menahan tangan wanita Tersebut.


,"siapa Anda berani-beraninya mengatakan hal yang tidak benar itu mulut tolong di kasih sekolah paling tidak lulus SD kalau ngomong gak di saring." ucap Alen pada ibu Ita

__ADS_1


,"siap kamu dia itu anak kami,jadi suka-suka kami mau bilang dan berbuat apa sama dia," ucap ibu Ita menantang alen dengan bertolak pinggang sambil membusungkan dada gaya emak-emak yang lagi di tagih tapi malah mereka yang lebih seram dari si penagih utang.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2