
indah meminum jamu tersebut,setelah minum indah bergegas ingin kembali melihat anaknya
"mau kemana." tanyak Desalan,kembali ke tempat anak-anak." ucap indah
"ayo ikut aku David sudah menyediakan sesuatu untuk kita." ucap deslan lalu pergi ke hotel dekat istana yang sudah di sediakan David
indah menatap kamar hotel yang mereka masuki, tiba-tiba hasratnya langsung bangkit,membuatnya sangat bergairah
melihat gelagat istrinya membuat desalan Tersenyum tipis
"sayang kau tau aku sangat.".....belum selesai desalan berucap bibir indah sudah mendarat sempurna di bibir Desalan
desalan yang mendapatkan serangan tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut,desalan langsung membalas ciuman ganas dari indah
sementara di kamar tuan Tris dan ibu Elisa tampak si polos sedang di manjakan oleh ibu Elisa
waktu berlalu dengan cepat pagi telah menjelang di kamar para balita tampak Mereka tidur bersama di sebuah kamar uang sangat luas,bersama para pengasuh mereka sedangkan orang tua mereka,Brayen tersenyum karena semalaman menemani Rani yang tertidur di sampingnya
__ADS_1
sementara para orang tua mereka masih tertidur pulas setelah saling bermanja-manja ria semalaman dengan barang milik suami dan istri masing-masing
Erina yang pertama kali terbangun di dalam pelukan david,Erina segera membersihkan dirinya dan keluar melihat anak-anaknya,Erina sangat terkejut karena semua orang tua mereka tak ada hanya pengasuh yang ada
Erina langsun mengendong Briana yang sedari tadi bermain dengan tangan adiknya Bastian semakin membuat bastian pulas tidur
Eni terbangun ingatannya langsung pada ke dua putrinya,Eni bergegas bangun dan membersihkan diri,lalu menunju ruangan bayi
Eni bernapas lega saat melihat Brayen yang menjaga Rani,pasalnya Rani akan rewal kalau bukan orang yang dia senangi berada di sisinya
sementara Tika dan Lewis masih tertidur pulas tuan Estonia yang datang melihat ke dua cucunya bingung karena kedua orangtu mereka sepertinya belum kembali sejak semalam
tuan Estonia hanya bisa geleng kepala dia tau bagaman anaknya
sementara itu David yang baru terbangun memeriksa di sebelahnya, sepertinya istrinya sudah tak ada,David bangkit dan membersihkan dirinya,setelah itu menyusul sang istri
need terbangun langsung membersihkan tubuhnya dan pergi menyusul Eni ke ruang bayi,matanya terbelalak saat melihat Brayen mengecup pipi Rani dengan sayang
__ADS_1
need langsung berlari mengambil putrinya dari gendongan istrinya dan menatap tajam brayen, karena Berni mencium pipi putrinya
"kurang asam ini setan kuadrat kecil mengunakan kesempatan dalam kesempitan." ucap need dalam garis sambil mencium seluruh wajah putrinya menghilangkan bekas ciuman maut si setan kuadrat
sedangkan Brayen tersenyum devil pada need membuat need semakin kesal saja
"ada apa denganmu kenapa kau mengambil Rani dari gendongan ku,Rani masih bermain bersama Brayen." ucap Eni yang jengkel dengan sifat suaminya.
menyadari tatapan semua orang padanya membuat need menelan silvanya apalagi saat tadi dia mengambil Rani dengan kasar dari tangan istrinya
ibu Elisa mendekat menatap tajam need membuat need menciut, Brayen yang melihat hal tersebut tersenyum miring
"kau ini Tidak di rumah tidak di sini masih saja melakukan hal-hal yang tidak-tidak, biarkan Rani bermain bersama Brayen kau jangan coba mengagu, seharusnya kau berterimakasih karena Brayen yang menjaga Rani semalam sehingga dia tidak rewel dan dari mana saja kalian berdua,meningalakan anak kalian dengan pengasuh." tanyak ibu Elisa
need bingung harus mengatakan apa,tidak munkin dia mengatakan semalam dia bercinta Sampai pagi dengan Eni
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1