
," maaf sayang jika aku membuatmu khawatir," ucap Erina sambil menatap David
David tersenyum pada Erina
," aku akan selalu khawatir padamu setiap saat sayang ," ucap David
sedang di kamar sebelah tampak para medis sedang memeriksa tuan Wira dengan teliti
Joko yang terus memantau hal tersebut harap-harap cemas akan keadaan sang tuan
,"bagaimana dokter keadan tuan Wira ," ucap Joko
,"keadannya sangat baik dan sepertinya dia menemukan sesuatu yang merespon ingatannya sehingga dia pingsan,tapi hal itu tidak berbahaya ," ucap dokter tersebut
Joko merasa lega atas apa yang di katakan oleh dokter tersebut
,"tapi dok kapan ingatan tuan Wira akan kembali ," ucap Joko
"kita doakan saja semoga ingatannya cepat pulih,dia akan semakin cepat pulih jika memperlihatkan atau mengingatkannya tentang apa yang di lupakannya ," ucap dokter tersebut
Joko hanya mengangguk mengerti
dokternya tersebut langsung pamit meninggalkan kediaman tuan Wira
Erina uang telah membaik langsung menyuruh David kembali membawanya ke ruangan ayahnya
__ADS_1
Erina dan David ke kamar tuan Wira tampak Joko dan Bu Eni berada di sekitar tuan Wira
,"paman bagmana keadaan ayah ," ucap Erina
," dia baik-baik saja hanya sangat bahagia bertemu dengan nona ," ucap Joko
Erina melihat Joko dengan tatapan yang sulit di artikan,sudah lama Erina tak mendengar panggilan tersebut dari paman Joko
,"sebaiknya kita makan dulu ," ucap ibu Eni
mereka semua duduk bersama di meja makan
setelah makan malam mereka semua duduk di ruang tamu
,"begini nona aku akan pergi ke desa untuk mengambil barang-barang tuan dan nyonya di kampung untuk di bawa ke sini,agar dapat mempercepat ingatan tuan kembali ," ucap Joko
,"sekitar dua hari ," nona
Erina hanya mengaguk
,"apa paman sudah bertemu Eni,dia pasti sangat bahagia begitu tau paman masih hidup ," ucap Erina
pak Joko dan ibu Eni. tampak saling memandang
,"kami belum mengatakan pada Eni,kami akan mengatakannya saat tuan Wira sudah mengingat semuanya ," ucap ibu Eni
__ADS_1
Erina terdiam sesaat, sungguh dia berpikir ke dua orang tua Eni seperti mengabdi kepadanya dan bukan sebagai paman dan bibinya seperti yang di katakan ke dua orang tuanya
," tapi paman kita tidak mengetahui pasti kapan ayah akan dapat mengingat semua ini, sebaiknya paman dan ibu secepatnya bertemu Eni,bagaman kalau kita akan mengadakan makan malam bersama aku akan membawa si kembar untuk bertemu kakake mereka ," ucap Erina
membuat Joko tersenyum inilah yang di inginkannya Erina terbuka dan mau menerima satu persatu rahasia yang mereka simpan secara terbuka
,"baiklah nona kita akan makan malam setelah aku pulang dari kampung tempat tinggal tuan dan nyonya dulu ," ucap Joko
Erina mengaguk tersenyum
David merasa lega dengan Susana hati istrnya yang tampak bahagia
jam menunjukan pukul sembilan Erina meliahat tuan Wira setelah itu mereka langsung kembali ke kediaman David
pak Joko dan ibu Eni duduk di ruang tamu berdua
,"apakah Eni akan memahami apa yang kita lakukan jika semua terbongkar,bahwa dia sempat akan kita menjadikannya tumbal untuk menyelamatkan tuan putri," ucap Joko
ibu Eni melihat suaminya
,"Tapan Erina,Eni tak akan pernah ada ,berkat tuan Wira dan istrinya, kita bisa menyelamatkan Eni pada malam itu sebelum si bunuh klan pemberontak," ucap ibu Eni
,"aku tau untung dia memangilmu untuk bersama-sama menjaga putri dengan membawa Eni bersamamu kalau tidak kau juga akan menjadi korban seperti yang lain ," ucap pak Joko
membuat ibu Eni menganguk.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya