BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
tumbal


__ADS_3

," maaf sayang jika aku membuatmu khawatir," ucap Erina sambil menatap David


David tersenyum pada Erina


," aku akan selalu khawatir padamu setiap saat sayang ," ucap David


sedang di kamar sebelah tampak para medis sedang memeriksa tuan Wira dengan teliti


Joko yang terus memantau hal tersebut harap-harap cemas akan keadaan sang tuan


,"bagaimana dokter keadan tuan Wira ," ucap Joko


,"keadannya sangat baik dan sepertinya dia menemukan sesuatu yang merespon ingatannya sehingga dia pingsan,tapi hal itu tidak berbahaya ," ucap dokter tersebut


Joko merasa lega atas apa yang di katakan oleh dokter tersebut


,"tapi dok kapan ingatan tuan Wira akan kembali ," ucap Joko


"kita doakan saja semoga ingatannya cepat pulih,dia akan semakin cepat pulih jika memperlihatkan atau mengingatkannya tentang apa yang di lupakannya ," ucap dokter tersebut


Joko hanya mengangguk mengerti


dokternya tersebut langsung pamit meninggalkan kediaman tuan Wira


Erina uang telah membaik langsung menyuruh David kembali membawanya ke ruangan ayahnya

__ADS_1


Erina dan David ke kamar tuan Wira tampak Joko dan Bu Eni berada di sekitar tuan Wira


,"paman bagmana keadaan ayah ," ucap Erina


," dia baik-baik saja hanya sangat bahagia bertemu dengan nona ," ucap Joko


Erina melihat Joko dengan tatapan yang sulit di artikan,sudah lama Erina tak mendengar panggilan tersebut dari paman Joko


,"sebaiknya kita makan dulu ," ucap ibu Eni


mereka semua duduk bersama di meja makan


setelah makan malam mereka semua duduk di ruang tamu


,"begini nona aku akan pergi ke desa untuk mengambil barang-barang tuan dan nyonya di kampung untuk di bawa ke sini,agar dapat mempercepat ingatan tuan kembali ," ucap Joko


,"sekitar dua hari ," nona


Erina hanya mengaguk


,"apa paman sudah bertemu Eni,dia pasti sangat bahagia begitu tau paman masih hidup ," ucap Erina


pak Joko dan ibu Eni. tampak saling memandang


,"kami belum mengatakan pada Eni,kami akan mengatakannya saat tuan Wira sudah mengingat semuanya ," ucap ibu Eni

__ADS_1


Erina terdiam sesaat, sungguh dia berpikir ke dua orang tua Eni seperti mengabdi kepadanya dan bukan sebagai paman dan bibinya seperti yang di katakan ke dua orang tuanya


," tapi paman kita tidak mengetahui pasti kapan ayah akan dapat mengingat semua ini, sebaiknya paman dan ibu secepatnya bertemu Eni,bagaman kalau kita akan mengadakan makan malam bersama aku akan membawa si kembar untuk bertemu kakake mereka ," ucap Erina


membuat Joko tersenyum inilah yang di inginkannya Erina terbuka dan mau menerima satu persatu rahasia yang mereka simpan secara terbuka


,"baiklah nona kita akan makan malam setelah aku pulang dari kampung tempat tinggal tuan dan nyonya dulu ," ucap Joko


Erina mengaguk tersenyum


David merasa lega dengan Susana hati istrnya yang tampak bahagia


jam menunjukan pukul sembilan Erina meliahat tuan Wira setelah itu mereka langsung kembali ke kediaman David


pak Joko dan ibu Eni duduk di ruang tamu berdua


,"apakah Eni akan memahami apa yang kita lakukan jika semua terbongkar,bahwa dia sempat akan kita menjadikannya tumbal untuk menyelamatkan tuan putri," ucap Joko


ibu Eni melihat suaminya


,"Tapan Erina,Eni tak akan pernah ada ,berkat tuan Wira dan istrinya, kita bisa menyelamatkan Eni pada malam itu sebelum si bunuh klan pemberontak," ucap ibu Eni


,"aku tau untung dia memangilmu untuk bersama-sama menjaga putri dengan membawa Eni bersamamu kalau tidak kau juga akan menjadi korban seperti yang lain ," ucap pak Joko


membuat ibu Eni menganguk.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2