BABY JENIUS YANG TAMPAN

BABY JENIUS YANG TAMPAN
botol X


__ADS_3

"tapi bagaiman bisa kau menyuruhku bertanyak pada tetua sedangkan untuk bertanya pada tetua butuh beberapa hari untuk bertemu," ucap Fandi


"aku hanya mengatakan hal tersebut agar kau berhenti bertanyak karena kau tak mempercayai perkataanku bahwa itu hukuman dari ketua," ucap Maman


sontak perkataan maman merupakan tamparan tersendiri untuk Fandi apalagi dia yang menyuruh para pengawal klan untuk menentang keputusan si kembar tanpa bertanya pada siapapun termasuk para tetua klan yang mengangkat si kembar menjadi ketua


"apakah kau punya solusi untuk ku agar aku bisa mendapatkan penawarannya ," tanyak Fandi pada maman, sambil menahan perih pada dadanya


"aku akan menayangkan pada ketua, saat ketua sedang tidak sibuk bekerja,tapi tidak untuk saat ini," ucap Maman


membuat Fandi menautkan kedua alisnya,karena mendengar si kembar bekerja,pikir Fandi munkin si kembar mengerjakan pekerjaan rumah sedari sekolah yang di artikan Maman bekerja.


"memang apa kesibukan ketua...? bukannya mereka hanya sekolah saja kalaupun pekerjaan rumah itu bisa di selesaikan dengan cepat ,"tanyak Fandi yang bingun karena Maman mengatakan bekerja


"kau tak perlu tau,aku tak mau ketua sampai menghukum ku karena mengganggu pekerja ketua," ucapan Maman membuat Fandi semakin bingun karena tampaknya,Maman sangat patuh pada si kembar


"baikalah aku mohon tolong katakan pada ketua untuk memberikanku penawarannya,kami semua akan patuh padanya," ucap Fandi karena merasakan dadanya semakin Sakit dan perasaannya semakin sensitif

__ADS_1


"baikalah aku akan membantumu kali ini, tapi ingat jika kau berencana menentang ketua,aku tak akan membantu mu lagi" ucap Maman


"Baikalah aku mengerti,aku mohon tolong,jangan terlalu lama,ini sangat tidak nyaman untuk ku," ucap Fandi lalu bergegas pergi.


sementara si kembar si sebuah ruangan rahasia tempat alat-alat canggih milik David sedang mengutak-atik sesuatu


" kau yakin senjata ini tidak akan terlalu berbahaya,"tanyak Brian


"kau tenang saja aku hanya memasukan alat agar senjata ini tak kehabisan peluru dan selalu mengenai targetnya," ucap brayen


"kalau kau tak mengatakan nya tak akan ada yang tau ," ucap Brayen sambil menatap tajam Brian karena terlalu banyak bertanyak


Brian langsung menutup mulutnya saat mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak


setelah itu si kembar keluar dari ruang rahasia tersebut dan langsung kembali ke kamarnya.


"apa kau sudah mempersiapkan apa yang kau bawa saat kita ke istana," tanyak brian

__ADS_1


"aku membawa beberapa senjata mainan ku dan beberapa alat yang aku sukai agar dapat bermain dengan beberapa orang di istana," ucap Brayen


"tapi apa ibu tidak akan curiga padamu jika kau membawa barang-barang mu, seakan-akan kau hendak bertempur di sana," ucap Brian


Brayen langsung menatap ke arah Brian setelah mengatakan kata bertempur


"ingat saat kita masuk istana kita harus terlihat seperti anak umur lima tahun biasa, dan kau harus membawa semua racikan mu,kita akan memberikan hadiah pada beberapa orang dan sebagi bekal,untuk bermain di dalam istana," ucap Brayen


Brian langsung menatap Brayen dengan tatapan yang sulit di artikan


"kau yakin menyuruhku membawa semua ramuan ku," ucap Brian sambil menunjuk leb pribadinya yang memiliki seribu satu macam racun dan penemuan lainnya


membuat Brayen sedikit berpikir


"baiklah bawa yang menurutmu cocok untuk orang yang menyebalkan yang membuat ibu menderita," mendengar ucapan Brayen tentang orang yang menyebabkan ibu menderita,sontak membuat Brian langsung menunjuk lemari kecil yang botolnya berinisial X sebagai tanda dari ramuan tersebut dan beberapa ramuan lain dengan tanda berbeda yang di pajang di tempat berbeda dari yang lain.


jangan lupa like, komen, vote dan langsung

__ADS_1


__ADS_2