
sementara itu desalan yang yang sudah berada di kamar berbeda dengan indah,tam bisa terlelap
desalan melihat sekitar dan mengintip keluar kamar, tampak para bodyguard berjaga
setelah berpikir desalan melihat ke arah balkon
desalan tersenyum penuh arti saat balkon kamar tersebut terhubung dengan kamar tidur mereka
desalan langsung keluar dari kamar dan menuju balkon kamar tersebut dengan gerakan cepat dia melompat bagaikan monyet yang sedang bergelantungan dari pohon ke satu ke pohon yang lain
di balkon kamar tersebut desalan melihat ke dalam tampak indah yang sedang tertidur di ranjang bersama sang mama dan neneknya
desalan berdecak sebal,tatapi otaknya yang pandai itu setia memeberikan dirinya ide
deslan mengesar pintu balkon lalu masuk ke dalam kamar dengan sangat hati-hati memindahkan nenek dan mamanya ke karpet yang sudah di alas dengan sofa tidur
desalan tersenyum sumringah setelah melakukan hal tersebut
desalan langsung masuk ke dalam selimut yang sama bersama sang istri
desalan langsung memeluk tubuh indah yang sudah menempel sempurna di tubuhnya
desalan langsung tertidur begitupun indah tampak semakin nyenyak di dalam dekapan suaminya
nenek Desalan yang terbangun sangat terkejut begitu menyadari dirinya tidur di sofa tidur bersama sang menantu
__ADS_1
matanya terbelalak melihat pasanga suami istri di atas tempat tidur
nenek hanya mengeleng tak percaya atas perbuatan cucunya tapi bagaman bisa dia masuk padahal para bodyguard berjaga di luar
nenek melihat pintu balkon yang tak terkunci membuat menepuk jidat sendiri
akhirnya nenek desalan membangunkan menantunya untuk pindah ke kamar mereka
sementara itu di dalam kamar pengantin baru suasananya sangat mencekam Tiara yang terus tertunduk bingung mau melakukan apa
roman yang masih dengan wajah marah bercampur sedih apalagi kenyataan yang ada bahwa istri orang yang di cintainya telah mengandung membuat roman semakin emosi
,"semua karena kau dan ibumu yang membuatku harus berada di situasi ini,.....,apa sekarang kau puas setelah menikah denganku ," ucap roman pada Tiara
,"tidak usah berpura-pura menangis di hadapanku air matamu tak akan merubah apapun,ingat aku menikahi mu hanya untuk satatus di publik saja jangan berharap lebih ," ucap roman dan berlalu menuju kamar mandi
Tiara seakan-akan tercekik dengan semua ucapan roman
Tiara hanya melihat punggung roman yang berjalan ke kamar mandi
Tiara mengusap air matanya dan berjalan ke ruang ganti
setelah mengati pakeanya dia berjalan kembali ke ranjang
roman yang sudah keluar dengan baju tidurnya langsung menarik kasar Tiara yang tidur di ranjang
__ADS_1
," berani sekali kau ingin tidur di ranjang,tidur di sofa,jangan berani mendekat ke ranjang ," ucap roman sambil berbaring di ranjang
Tiara hanya bisa pasrah mendapatkan perlakuan tersebut
roman hanya menatap sini pada Tiara yang sudah pindah ke sofa
roman langsung tidur tak mempedulikan apapun
Tiara berusaha untuk tidur tapi masi tak mau terpejam
dia melihat ke arah roman yang tampak tertidur dengan lelapnya
Tiara berusaha menutup matanya tampak ponselnya berbunyi
setelah melihat yang menelepon Tiara semakin terisak
maaf kata yang terucap dari bibir Tiara untuk penelepon tersebut
Tiara hanya mengambil ponselnya dan mengubah mode menjadi bergetar
Tiara pun tertidur setelah beberapa menit berpikir
sementara di kediaman Tiara tampak sang ayah menatap kosong entah apa yang yang di pikirkanya.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1